Tips Pertimbangan Sebelum Pilih Beasiswa

Tips Pertimbangan Sebelum Pilih Beasiswa -Bagi para mahasiswa atau lulusan S1 yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi harus memperhatikan beberapa hal. Apalagi jika ingin mengambil beasiswa kuliah. Tentu ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil beasiswa tersebut.

Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta mengadakan Sharing Session dengan mengusung tema beasiswa.

Adapun kegiatan diadakan lewat aplikasi Zoom Meeting dan Youtube, pada Sabtu. KSI FP UNS bekerja sama dengan Penerima Beasiswa angkatan 167 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP).

Salah satu narasumber webinar yang merupakan penerima beasiswa LPDP Mercy Bientri Yunindanova, M.Si membagikan pengalaman saat mendaftar beasiswa LPDP.

Dosen Fakultas Pertanian tersebut pernah beberapa kali mendaftar beasiswa sejak lulus S2 pada 2012, namun baru diterima pada 2019. Menurut Mercy, untuk mencapai itu semua pasti membutuhkan upaya.

“Saya memilih untuk mencari beasiswa agar tidak merepotkan orangtua serta agar dapat merasakan kompetisi,” ujar Mercy seperti dikutip dari laman UNS, Senin. Dijelaskan, ada banyak beasiswa yang tersedia, seperti:

  • Australia Awards Scholarships
  • Chevening.
  • DAAD
  • LPDP
  • BUDI
  • Unggulan
  • Monbukagakusho, dan masih banyak lagi

Sebelum memilih beasiswa, banyak hal yang harus dipertimbangkan serta beberapa ketentuan-ketentuannya, antara lain:

  • Nominal beasiswa
  • Ada biaya riset atau tidak
  • Memerlukan LoA atau tidak
  • Memperbolehkan membawa keluarga atau tidak, dan sebagainya

Akademisi UNS tersebut juga membagikan tips dalam meraih beasiswa berdasarkan pengalamannya, yakni:

  • Percaya diri
  • Harus paham persyaratan, proses, hak dan kewajiban, serta take action
  • Harus berani mulai, tidak hanya wacana saja
  • Harus bangkit apabila gagal
  • Mampu menceritakan peran dan pencapaian untuk berbagi semangat karena setiap orang memiliki potensi

Narasumber lain yang juga penerima LPDP, Muhammad Syifa’ussurur juga membagikan pengalamannya saat mendaftar LPDP.

“Saya merasa ilmu kependidikan saya masih kurang, sehingga saya punya keinginan untuk terus menambah ilmu. Apalagi saya mengajar dan mengabdi di pesantren sehingga saya harus mengupgrade ilmu,” katanya.

“Pencapaian teman juga saya jadikan motivasi, seperti banyak teman yang sudah lanjut S2, ada yang sudah mau lulus,” imbuhnya.

Siapkan dana, niat dan tenaga

Disamping itu salah satu hal terpenting sebelum mendaftar beasiswa adalah niat. Muhammad mengatakan bahwa seseorang harus memperbaiki niat menjadi niat yang bagus dan kuat.

“Kalau niatnya sudah setengah-setengah, takut diterima apa enggak lebih baik enggak usah sekalian. Kemudian kalau bisa secepat mungkin mendapat sertifikat bahasa, itu jalan pertama untuk mendapat beasiswa,” jelasnya.

Tak kalah penting, menurut narasumber lain, Nurul Laili, penerima beasiswa LPDP Universitas Gadjah Mada menjelaskan yang harus dipersiapkan ialah dana, niat, dan tenaga.

Karena memang harus disiapkan jauh-jauh hari untuk kursus bahasa Inggris serta tes TOEFL yang butuh biaya tidak sedikit.

“Kita juga harus menyiapkan berkas seperti esai, sertifikat bahasa, proposal studi, dan rencana studi. Pada seleksi administrasi harus benar-benar teliti dan sabar menyiapkan satu persatu,” ungkapnya.

Tahap selanjutnya telah seleksi berkas yaitu seleksi berbasis komputer dan wawancara. “Kita bisa menyiapkan diri untuk seleksi wawancara dengan latihan sendiri. Saat wawancara, kita harus bersikap sopan, meyakinkan, tidak berbelit-belit, dan tegas,” tandas Nurul.