Virus Corona Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah

Tips Mencegah Penggumpalan Darah,Penggumpalan darah yang tidak normal di dalam pembuluh darah arteri alias trombosis perlu diwaspadai. Gumpalan darah yang dinamakan trombus ini bahkan bisa berujung kematian. Gumpalan yang terbentuk di arteri itu dikenal sebagai trombosis vena dalam (DVT). Ketika sebagian atau seluruh gumpalan tersebut pecah dan berjalan ke paru-paru, ini bisa mengancam nyawa.yang di rangkum dalam Mysmumn

yang di support oleh Club388 Deposit Via OVO

Pembekuan darah

bisa terjadi pada pasien rawat inap, masa kehamilan, kanker, dan beberapa jenis perawatan kanker. Faktor risiko lain seperti pergerakan terbatas karena perjalanan yang lama atau istirahat di tempat tidur, riwayat pembekuan darah pribadi atau keluarga, dan cedera pada pembuluh darah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan banyak menggerakkan kaki untuk meningkatkan aliran darah di kaki saat duduk dalam waktu lama, setelah istirahat di tempat tidur, atau saat bepergian lebih dari empat jam. CDC mencantumkan cara-cara untuk membantu mencegah penggumpalan darah.

Pertama

bangun dan berjalan setiap 2-3 jam dalam sehari.

Kedua

lakukan peregangan kaki sambil duduk

Ketiga

angkat dan turunkan tumit sambil menjaga jari-jari kaki tetap di lantai saat duduk.

Keempat

angkat dan turunkan jari-jari kaki sambil menjaga tumit tetap di lantai

Kelima

kencangkan dan lepaskan otot kaki. Jika seseorang mengalami DVT di salah satu kaki atau lengan, terkadang anggota tubuh tersebut tetap sedikit bengkak setelah perawatan. Kata CDC itu adalah hal yang wajar.

Setelah pembekuan darah di paru-paru, orang mungkin juga merasakan nyeri ringan atau tekanan di dada. Para ahli mengingatkan jika mengalami nyeri atau kram betis yang kerap menyerang, itu bisa menandakan DVT, tambah gejala sesak napas atau pingsan.

Di sisi lain, CDC mencatat faktor penting yang harus dapat perhatikan terkait pembekuan darah, yakni gumpalan bisa terbentuk mana saja, tetapi kemungkinan besar berkembang  kaki atau panggul. Anda bisa mengalami DVT dan tidak mengetahuinya, terutama jika gumpalannya kecil. Gejala DVT yang paling umum adalah pembengkakan  lengan atau tungkai, nyeri yang bukan karena cedera, dan kulit yang terasa hangat serta berwarna merah area gumpalan.

Gumpalan biasanya terbentuk hanya satu kaki atau lengan, tidak keduanya. Ahli Jantung  Harvard, Samuel Goldhaber, mengatakan orang bisa berisiko lebih besar mengalami pembekuan darah paru atau emboli paru jika memiliki riwayat DVT. Untuk itu, ia menyarankan agar tetap aktif secara fisik dan lakukan segala kemungkinan untuk menghindari imobilitas.

Tips Mencegah Penggumpalan Darah,”Itu berarti menjalani program olahraga yang menyehatkan jantung, seperti berjalan kaki, setidaknya 30 menit sehari, enam hari seminggu,” tuturnya,

Makan makanan yang menyehatkan jantung dan pertahankan berat badan tanpa lemak juga penting untuk mencegah penggumpalan darah. “Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama emboli paru.”