Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan – Saat mengonsumsi obat tertentu, hal umum yang akan dilakukan adalah membaca petunjuk penggunaan obat. Ini terkait dengan seberapa banyak dosis dan kapan harus mengonsumsi obat tersebut.

Tetapi, apakah kamu tahu bahwa beberapa jenis makanan tertentu dapat mengubah obat menjadi bencana bagi tubuh? Beberapa jenis makanan dan minuman seperti susu, kopi, teh, jus dan bahkan sayuran dapat mengubah kekuatan dan efektivitas obat tertentu.

Kamu pasti tahu, beberapa jenis obat perlu dikonsumsi bersama makanan untuk meningkatkan efektivitasnya. Kendati demikian, pastikan kamu tidak asal mengonsumsi makanan dan obat-obatan secara bersamaan. Sebab, kombinasi makanan dan obat yang salah dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat maupun peningkatan efek samping.

Antibiotik + susu

Meskipun sehat, ternyata susu tak selalu memperlakukan tubuh dengan baik. Kalsium dalam susu dapat mencegah penyerapan antibiotik oleh tubuh.

Sehingga, saat mengonsumsi antibiotik tertentu kamu tak dianjurkan untuk mengonsumsi susu, yogurt, produk susu dan jus yang diperkaya dengan kalsium. Kombinasi kalsium dan antibiotik dapat memberikan efek berlebih antibiotik bagi tubuh.

Rumput laut dan obat antitiroid

Menurut penelitian dalam Endocrine Journal, pasien yang mengonsumsi obat antitiroid untuk hipertiroidisme harus membatasi konsumsi makanan kaya yodium, seperti rumput laut.

Semakin tinggi asupan yodium dalam diet, semakin tinggi dosis obat yang dibutuhkan. Sebab, interaksi antara obat dan makanan tersebut menyebabkan khasiat obat menjadi kurang efektif.

Jeruk nipis dan obat batuk atau penurun kolesterol

Jeruk nipis tidak boleh dikonsumsi bersama dengan obat penurun kolesterol, seperti statin; dan obat penekan batuk, seperti dextromethorphan. Sebab, dilansir dari laman Men’s Health, jeruk nipis dapat memblokir enzim yang memecah statin dan dextromethorphan. Ini menyebabkan obat menumpuk di aliran darah yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Efek samping yang mungkin terjadi, yaitu halusinasi, kantuk, dan kerusakan otot yang parah. Efek samping dari kombinasi buah dan obat-obatan ini dapat bertahan selama sehari atau lebih.

Jeruk bali dan beberapa jenis obat

Menurut Food and Drug Administration, jeruk bali diketahui dapat berinteraksi secara negatif terhadap beberapa jenis obat-obatan. Jeruk bali tidak boleh dikonsumsi dengan obat penurun tekanan darah atau siklosporin karena jeruk bali dapat menyebabkan level obat-obatan yang lebih tinggi di dalam tubuh, sehingga meningkatkan efek samping obat tersebut.

Jeruk bali juga dapat berinteraksi dan menyebabkan peningkatan tingkat darah ketika dikonsumsi bersama obat buspirone, quinerva atau quinite, dan triazolam.

Akar manis dan digoxin

Orang yang menggunakan digoxin untuk mengatasi masalah jantung perlu menghindari konsumsi akar manis. Sebab, akar manis dapat meningkatkan risiko toksisitas digoxin. Digoxin digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif dan irama jantung abnormal. Menurut laman Times Union, konsumsi akar manis juga dapat mengurangi efek obat tekanan darah atau obat diuretik, termasuk hydrochlorothiazide dan spironolactone.