Diagnosis dan Pengobatan Amenorrhea

Diagnosis dan Pengobatan Amenorrhea

Setelah mengetahui apa itu Gejala dan Penyebab Amenore atau Amenorrhea, maka Diagnosis dan Pengobatan Amenore sangat diperlukan. Hal tersebut agar kita dapat mengobati apa yang di sebabkan oleh Amenore.

Diagnosis dan Pengobatan Amenorrhea

Pertama-tama dokter akan melakukan wawancara untuk bertanya tentang gejala yang Anda alami. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan fisik yang mungkin nantinya akan dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut adalah berbagai pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis amenore:

1. Tes Laboratorium

Jenis tes laboratorium yang mungkin dilakukan adalah seperti:

  • Tes kehamilan
    Tes ini dilakukan untuk menyingkirkan atau memastikan kehamilan.
  • Tes prolaktin
    Hormon prolaktin rendah dapat mengindikasikan tumor kelenjar hipofisis.
  • Tes hormon pria
    Pemeriksaan ini akan disarankan jika Anda mengalami gejala lain seperti peningkatan rambut pada wajah dan perubahan suara.
  • Tes fungsi ovarium
    Dilakukan dengan cara mengukur follicle-stimulating hormone (FSH) untuk memastikan apakah ovarium berfungsi dengan baik.
  • Tes fungsi tiroid
    Dilakukan dengan cara mengukur thyroid-stimulating hormone (TSH) untuk memastikan apakah tiroid berfungsi dengan baik.

2. Tes Pencitraan

Berdasarkan hasil tes darah yang dilakukan, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani tes pencitraan. Jenis tes yang dilakukan akan disesuaikan dengan hasil tes darah. Berikut adalah beberapa tes pencitraan yang umum dilakukan:

  • Ultrasonografi
  • CT scan
  • MRI

3. Hormonal Challenge Test

Tes ini dilakukan dengan cara Anda harus minum obat hormonal selama 7-10 hari untuk memicu pendarahan menstruasi. Hasil tes ini akan menunjukkan apakah amenore disebabkan karena Anda kekurangan estrogen.

4. Scope Test

Apabila pemeriksaan lain tidak menunjukkan hasil yang spesifik, dokter mungkin akan merekomendasikan histeroskopi. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat tes yang dilengkapi kamera kecil yang dimasukkan melalui vagina dan leher rahim untuk melihat bagian dalam rahim.

Jenis Amenore

Secara umum kondisi ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Amenore Primer

Amenore primer biasanya merupakan hasil dari suatu kondisi genetik atau anatomi pada wanita muda yang tidak pernah mendapatkan periode menstruasi sama sekali (meskipun sudah berusia 16 tahun) dan tidak hamil. Mereka yang mengalami kondisi ini, organ internal reproduksinya tidak terbentuk dengan normal.

Penyakit kelenjar hipofisis (pituitari) dan hipotalamus (wilayah otak yang penting untuk kontrol produksi hormon) juga dapat menyebabkan amenore primer karena daerah ini memainkan peran penting dalam regulasi hormon indung telur.

Kondisi lain yang mungkin penyebab amenore primer adalah ketidakpekaan androgen (di mana individu memiliki kromosom XY yang secara genetik laki-laki tetapi tidak menunjukkan karakteristik fisik laki-laki karena kurangnya respons terhadap testosteron), hiperplasia adrenal kongenital, dan polycystic ovary syndrome(PCOS).

2. Amenore Sekunder

Amenore sekunder adalah kondisi di mana penderita sebelumnya pernah menstruasi secara normal, kemudian siklusnya terhenti. Kehamilan adalah penyebab utama dari jenis ini.

Sementara itu, amenore yang disebabkan karena masalah di hipotalamus, menyebabkan gangguan pada pengaturan hormon yang nantinya memengaruhi kelenjar pituitari, yang selanjutnya mengirimkan sinyal ke indung telur untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron sehingga seorang wanita mendapatkan menstruasi.

Sejumlah kondisi dapat memengaruhi hipotalamus di antaranya:

  • Penurunan berat badan yang ekstrem
  • Stres emosional atau fisik
  • Latihan yang ketat
  • Penyakit kronis.

Pengobatan Amenorrhea

Cara mengatasi amenore yang dilaksanakan tergantung pada penyebab kondisi ini. Beberapa metode pengobatan yang disarankan oleh dokter sesuai dengan penyebab kondisi ini, misalnya:

  • Pemakaian pil kontrasepsi atau obat-obatan hormon yang memicu terjadinya siklus haid.
  • Amenore yang disebabkan oleh faktor gaya hidup bisa ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres, dan menetapkan jadwal olahraga yang tepat dan teratur.
  • Pengobatan pada wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), penanganan akan berfokus untuk mengurangi kadar hormon androgen.
  • Terapi sulih hormon estrogen (estrogen replacement therapy/ ERT) yang membantu menstabilkan hormon untuk memicu siklus haid, pada kondisi insufisiensi ovarium primer. ERT akan menggantikan estrogen yang tidak dihasilkan oleh ovarium untuk mengatur siklus menstruasi secara normal. Dokter juga akan memberikan progestin atau progesteron untuk mengurangi risiko kanker rahim.