Tips Efektif Mengatasi Ngidam Makanan Manis

Tips Efektif Mengatasi Ngidam Makanan Manis

Tips Efektif Mengatasi Ngidam Makanan Manis

Tips Efektif Mengatasi Ngidam Makanan Manis, – Pernahkah kamu merasa mendadak ingin makan sesuatu yang manis? Saat sedang sibuk beraktivitas, pikiranmu tiba-tiba membayangkan enaknya es krim, kembang gula, cokelat, dan lain-lain?

Ada beberapa alasan ilmiah, kenapa kamu mendadak ingin makan sesuatu yang manis, lho. Bisa karena tubuhmu kekurangan asupan tertentu atau tingkat gula darahmu sedang naik turun.

Asal menuruti keinginan makan, tanpa tahu alasannya bisa berujung ke masalah kesehatan. Kalau kamu sering dibuat gagal fokus karena ‘ngidam’-mu ini, ada beberapa tips jitu yang bisa membantumu, nih.

Berikut tips meredam keinginan makan yang manis-manis!

1. Minum air putih

Seringkali kita keliru merasakan rasa haus sebagai rasa lapar. Jadi sebelum keburu ambil makanan manis, perhatikan dulu asupan airmu. Apakah sudah terpenuhi?

Segelas air putih bisa jadi langsung mengatasi ngidammu itu. Jadi, ingatlah untuk selalu minum air putih secukupnya seitap hari.

2. Kelola stres dengan baik

Jangan remehkan stres, karena SBOBET WAP ini bisa jadi biang kenapa kamu mendadak ingin makan sesuatu yang manis. Saat stres, kamu memiliki dorongan untuk makan makanan yang memberikan rasa bahagia, seperti makanan tinggi garam maupun gula untuk menghibur hati.

3. Konsumsi buah-buahan segar

Kalau ngidam makanan manismu benar-benar tak tertahankan, makan saja buah segar. Buah mengandung gula alami yang bisa memuaskan ngidammu.

Mereka juga kaya vitamin dan antioksidan, yang baik bagi tubuh. Seratnya juga akan bikin kamu kenyang lebih lama tanpa bikin kamu merasa bersalah.

4. Perbanyak asupan protein

Demi menghindari makan di luar jam makan, coba perbanyak asupan proteinmu dengan makan telur, ikan, ayam, daging, dan lain-lain. Protein bisa bantu membuatmu kenyang lebih lama sama halnya dengan serat.

Kalau perutmu cukup kenyang, kamu gak akan mudah tergoda oleh makanan manis. Jangan lupa untuk menyeimbangkan asupan nutrisi, dengan makan buah dan sayuran.

5. Kurangi asupan makanan manis mulai sekarang

Salah satu alasan paling logis, kenapa kamu sering ngidam makanan manis adalah karena kamu terbiasa mengonsumsi makanan manis. Semakin sering kamu makan makanan manis, toleransimu akan gula akan terus bertambah.

Keinginanmu terus bertambah, tak peduli seberapa banyak gula yang sudah kamu konsumsi. Kebiasaan ini tentu saja akan memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas. Jadi, mulai kurangi asupan gulamu secara bertahap.

6. Konsumsi cokelat hitam

Kalau kamu masih terbayang-bayang oleh enaknya cokelat, gak usah bingung. Pilih saja cokelat hitam murni yang minim tambahan gula ataupun susu.

Saat kamu ngidam makan cokelat, bisa diartikan kalau tubuh sedang memberi sinyal kalau kamu kurang asupan magnesium. Sepotong cokelat hitam, bisa memuaskan perasaan ngidam ini dan memberimu banyak antioksidan yang bagus bagi kesehatan. It’s a win-win!

Setelah tahu beberapa tipsnya, sekarang kamu gak perlu bingung lagi kalau mendadak ingin makan yang manis-manis, deh! Makan makanan manis memang boleh, tapi tetap utamakan makanan sehat terlebih dahulu. Stay healthy!

Mengenali 5 Penyebab Diabetes

Mengenali 5 Penyebab Diabetes

Mengenali 5 Penyebab Diabetes bervariasi tergantung pada faktor genetik, riwayat keluarga, etnis, kesehatan, dan faktor lingkungan. Kondisi inilah yang membuat penyebab penyakit diabetes setiap orang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa penyakit ini sendiri terbagi ke dalam dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun di mana pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 adalah resistensi tubuh terhadap insulin.

Mengenali 5 Penyebab Diabetes

Berikut ini adalah berbagai hal yang bisa menjadi penyebab diabetes, di antaranya:

1. Minuman Manis

Selain makanan penyebab diabetes, minuman manis juga bisa menyebabkan kondisi ini. Minuman manis mengandung kadar gula yang tinggi sehingga bisa meningkatkan resistensi insulin. Sebuah studi mengungkapkan, seseorang yang mengonsumsi satu sampai dua minuman manis per hari bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Dilihat juga : Gejala Asam Urat dan Pengobatannya

Salah satu cara terbaik untuk meminimalkan efek gula pada kesehatan adalah dengan membatasi asupan minuman manis seperti soda, teh manis, dan jus buah kemasan.

2. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan yang dibuat dengan tepung putih, gula putih, dan nasi putih, pada dasarnya adalah makanan yang tidak mengandung serat penting, vitamin, dan mineral yang sehat.

Karena sangat mudah dicerna, makanan ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Agar risiko penyakit diabetes berkurang, batasi asupan makanan yang dibuat dengan karbohidrat olahan seperti roti, muffin, kue, kerupuk, dan pasta.

Penyebab Diabetes Lainnya

3. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1, di mana sistem kekebalan tubuhnya menghancurkan sel-sel di pankreas yang menghasilkan insulin. Meski tidak diketahui penyebab diabetes ini secara spesifik, beberapa kondisi yang bisa memicu hal ini antara lain:

  • Infeksi virus atau bakteri
  • Zat beracun dalam makanan
  • Disposisi genetik yang mendasari dapat menjadi penyebab diabetes tipe 1

4. Lemak Jenuh dan Trans

Lemak jenuh dan trans dapat menjadi penyebab diabetes karena makanan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tingginya kadar kolesterol merupakan faktor risiko terjadinya diabetes tipe 2.

Lemak trans ada dalam makanan yang dipanggang dan makanan yang digoreng, sementara lemak jenuh dapat ditemukan dalam daging berlemak, mentega, susu, dan keju.

Agar terhindar dari lemak jenuh dan lemak trans, makanan bisa dimasak dengan minyak zaitun atau minyak canola. Selain itu, pilih daging tanpa lemak dan daging unggas tanpa kulit. Jika Anda ingin mengonsumsi salad, hindari dressing menggunakan keju, pilihlah saus vinaigrette.

5. Obesitas dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Anda lebih mungkin terserang diabetes tipe 2 jika Anda tidak aktif secara fisik dan kelebihan berat badan. Berat ekstra kadang-kadang menyebabkan resistensi insulin dan sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Untuk melihat apakah berat badan Anda berisiko terkena diabetes tipe 2 atau tidak, Anda bisa menggunakan kalkulator indeks massa tubuh.