Jelang Akhir Pekan, Yuk Lihat 3 Spesies Makhluk Laut di Jakarta

Jelang Akhir Pekan, Yuk Lihat 3 Spesies Makhluk Laut di Jakarta

Jelang Akhir Pekan, Yuk Lihat 3 Spesies Makhluk Laut di Jakarta

Jelang Akhir Pekan, Yuk Lihat 3 Spesies Makhluk Laut di Jakarta – Liburan tak akan seru tanpa mengajak keluarga tercinta untuk berjalan-jalan sambil memberikan edukasi. Tak perlu jauh-jauh untuk ke luar kota maupun ke luar negeri. Cukup di Jakarta saja, Anda sudah bisa memberikan liburan sekaligus edukasi kepada sang buah hati tercinta.

Belum lama ini sebuah tempat rekreasi bawah laut di Jakarta telah kehadiran tiga spesies baru hewan yang berasal dari laut dalam. Beberapa spesies tersebut adalah Gurita Pasifik Raksasa, Kutu Laut Raksasa dan Naga Laut Berdaun atau Naga Laut Rumput. Tiga hewan ini untuk pertama kalinya hadir di Indonesia setelah didatangkan dari lautan dalam di pasifik.

Direktur Jakarta Aquarium, Will Owens, mengatakan pihaknya sengaja mendatangkan tiga spesies hewan baru ini dengan tujuan menghadirkan edukasi sekaligus entertaiment (edutaiment).

“Kami mendatangkan tiga spesies hewan laut ini dengan tujuan ingin menghadirkan edutainment Poker Deposit Pulsa 10000 sebagai destinasi bermain keluarga sambil memperoleh informasi yang baik tentang hewan yang ada di planet ini,” terang Will Owens, dalam acara Jakarta Aquarium, Rabu.

Spesies laut

Perawatan khusus

Kurator Jakarta Akuarium, Aaron Jup, juga mengatakan bahwa mendatangkan tiga spesies hewan laut ini tidaklah mudah. Terdapat banyak proses yang harus dilalui hingga akhirnya hewan yang menghuni laut dalam ini bisa tiba di Jakarta dengan sehat dan selamat.

“Sangat sulit karena laut dalam memiliki suhu yang sangat ekstrem. Dan mereka tidak bisa masuk langsung masuk exhibit tapi memerlukan proses karantina jadi memiliki proses yang lama. Makanan pun khusus tidak bisa sembarangan,” terang Aaron.

Di sisi perawatan pun tiga spesies hewan ini juga harus melewati tahapan pembasmian bakteri. Hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit datang dan mengancam kelangsungan hidup hewan tersebut.

“Ketiga hewan itu juga harus melewati 10 kali pembasmian bakteri yang dibawa dari lingkungan dan dari diri mereka sendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari mereka dari berbagai penyakit berbahaya saat sudah berada di dalam exhibit,” tuntasnya di Jakarta.

5 Tempat Gym Terbaik dan Terpopuler di Kota Jakarta

5 Tempat Gym Terbaik dan Terpopuler di Kota Jakarta

5 Tempat Gym Terbaik dan Terpopuler di Kota Jakarta

5 Tempat Gym Terbaik dan Terpopuler di Kota Jakarta – Gym merupakan tempat yang biasa dijadikan sebagai sarana berolahraga yang tepat bagi orang – orang yang memang menginginkan sebuah kondisi prima bagi tubuh mereka.

Di Kota Jakarta sendiri, terdapat banyak sekali tempat Gym favorit yang bisa kita temukan. Berbagai fasilitas terbaik pun di berikan oleh tempat gym ini.

Dilansir https://tequila-orendain.com Berikut ini merupakan 5 tempat Gym terbaik yang bisa kita temukan di Kota Jakarta.

1. Celebrity Fitness 

Celebrity Fitness adalah tempat Gym di Jakarta yang menyediakan sarana Gym berupa personal training dan group training.

Di Celebrity Fitness ini juga menyediakan sarana berupa Celebrity Saltar (tempat dimana kita bisa berlatih melompat dari sebuah alat pantulan), Celebrity Race 30 (fasilitas berupa sarana fitness dengan bola dan lantai bernomor), Celebrity Race 30 Group Cycling (fasilitas membakar lemak berupa sepeda secara berkelompok), Tat Su Jin Dojo (fasilitas seni bela diri yang bisa melindungi diri kita sekaligus membentuk tubuh kita), Kettlebells & RMT, dan lain – lain.

Tentu fasilitas Gym yang memang berkualitas bisa kita dapatkan di Celebrity Fitness yang kebetulan banyak dikunjungi oleh masyarakat Kota Jakarta dalam memanjakan diri mereka dengan kebutuhan kesehatan dan body builder.

2. Fitness First 

Fitness First merupakan tempat Gym yang dikenal memiliki personal trainer yang bermutu dan profesional di bidangnya.

Tempat gym memiliki aneka macam fasilitas berupa Free Trial (nge-Gym gratis selama 3 hari), Latihan One on One, Freestyle Group Training, Kelas Group Exercise, Latihan Kekuatan, dan Latihan Kardio.

Di tempat ini kita juga bisa memilih paket personal training atau group training sehingga kita bisa menemukan paket yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kita akan Gym.

3. Gold Gym Indonesia 

Gold Gym Indonesia merupakan tempat nge-Gym yang dikenal sudah membuka cabangnya di kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Di tempat ini kita bisa menemukan fasilitas berupa personal training, group training, body builder, program kesehatan, dan layanan konsultasi kesehatan personal.

Di Gold Gym Indonesia ini kita juga bisa mendapatkan mentor pelatih Gym yang sudah sangat kompeten di bidangnya.

4. Maxima Fitness 

Maxima Fitness memiliki tempat yang luas serta sangat nyaman sehingga para pengunjungnya bisa leluasa berolahraga sambil menikmati suasana yang ada sehingga memang kondisi rileks lah yang ditemukan oleh para pengunjung dari Maxima Fitness ini.

Tempat ini memiliki aneka ragam fasilitas seperti weight training, cardio, aerobik, combat, pump, yoga, belly dance, zumba serta martial art.

Kita bisa memilih salah satu paket yang tepat bagi diri kita dalam memanjakan tubuh kita di tempat Gym yang satu ini. Dijamin tidak akan menyesal guys!

5. Best Fitness 

Best Fitness juga dikenal karena memiliki personal training dan program Gym yang berkualitas.

Tentu Best Fitness ini juga menjadi salah satu tempat Gym yang sering dikunjungi oleh para pecinta Gym di Kota Jakarta, terutama yang berada di wilayah DKI Jakarta Utara.

Peralatan yang disediakan juga cukup komplit, dimana semuanya bisa menunjang kebutuhan aktifitas nge-Gym kita.

Tempat gym ini sendiri juga membuka kelas free trial dimana member baru bisa menikmati penjajakan terlebih dahulu tentang program apa yang bisa mereka nikmati selama menjadi member resmi mereka.

5 Hotel Instagramable di Jakarta untuk Staycation Lebih Hits

5 Hotel Instagramable di Jakarta untuk Staycation Lebih Hits

5 Hotel Instagramable di Jakarta untuk Staycation Lebih Hits

5 Hotel Instagramable di Jakarta untuk Staycation Lebih Hits – Untuk merencanakan staycation, pilihan hotel atau akomodasi tempat kamu akan menghabiskan waktu liburan itu sangat penting.

banyak bermunculan hotel-hotel dengan desain instagramable yang tak hanya nyaman untuk ditinggali tapi juga memiliki banyak spot untuk dapatkan foto yang estetik untuk media sosial.

Dilansir dari https://paddlesweep.net buat kamu yang ingin mencari hotel untuk staycation Jakarta yang instagramable? Berikut ini hotel instagramable di Jakarta yang terfavorit.

1. Yello Hotel Harmoni 
Berdiri satu gedung bersama Harris Vertu Hotel dan HXC Mall, Yello Hotel Harmoni merupakan salah satu pilihan destinasi staycation yang strategis di Jakarta. Selain lokasinya yang strategis karena dekat kemana-mana dan mudah dijangkau menggunakan transportasi umum, daya tarik lainnya dari Yello Hotel Harmoni adalah konsep desainnya yang unik. Dengan gaya modern yang didominasi dengan warna-warna terang mencolok, membuat hampir setiap sudut dari tempat ini instagramable.
Setiap kamar dari hotel instagramable di Jakarta satu ini sendiri didominasi warna putih yang terang dengan dinding berlukiskan lukisan artsy, memberikan atmosfer yang lebih unik saat staycation di hotel satu ini.
Lokasi: Jalan Hayam Wuruk No. 6, Gambir, Harmoni, Jakarta, Indonesia, 10120

2. Konsenda Hotel 

Meskipun dari luar hotel satu ini terlihat tidak terlalu luas, namun tampilannya yang instagramable pasti langsung mencuri perhatianmu. Tak hanya tampilan luar, memasuki Konsenda Hotel, atmosfer desain modern dan artsy berpadu dengan dekorasi tanaman-tanaman yang asri langsung terasa sangat kuat.
Selain interiornya yang sangat menarik, hotel instagramable di Jakarta satu ini juga memiliki rooftop lounge yang nggak kalah kekinian. Menghabiskan waktu staycation di hotel satu ini, dijamin kamu nggak akan kehabisan konten instagramable yang keren.
Lokasi: Jl. KH Wahid Hasyim No. 127, Tanah Abang, Kebon Kacang, Jakarta, Indonesia, 10240
3. Artotel Thamrin 
Sesuai dengan namanya, hotel instagramable di Jakarta satu ini terkenal akan tampilan bangunannya yang dipenuhi dengan gravity artistik. Tak cuma bagian luarnya saja, bagian dalam dari Artotel Thamrin yang berada di lokasi strategis pusat kota ini juga tak kalah artistik.
Soal kamar, setiap kamar di hotel ini memiliki rancangan dan dekorasi instagramable yang berbeda-beda sehingga setiap pengalaman staycation-mudi hotel instagramable ini akan terasa berbeda.
Lokasi: Jalan Sunda 3 Jakarta, Thamrin, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia, 10350

4. MaxOneHotel @Kramat 

Sama halnya dengan hotel instagramable sebelumnya, MaxOneHotel yang berada di Jalan Kramat Raya ini juga berada di kawasan strategis yang sangat mudah dijangkau serta dekat dengan berbagai fasilitas publik serta hiburan lainnya.
Didominasi dengan warna-warna mencolok, konsep interior dari hotel instagramable di Jakarta satu ini adalah perpaduan gaya betawi dan seni modern. Jadi tak heran kamu bisa menemukan banyak sekali elemen-elemen dekoratif khas betawi seperti lukisan-lukisan ondel-ondel dan sejenisnya.
Lokasi: Jalan Kramat Raya No. 91 , Senen, Kramat, Jakarta, Indonesia, 10450
5. Morrissey Hotel Residences 
Jika hotel-hotel instagramable sebelumnya memiliki interior dengan warna mencolok dan cocok untuk media sosial kamu yang colorful, Morrissey Hotel Residences yang berada di kawasan Menteng ini lebih cocok jika kamu mencari hotel instagramable dengan gaya yang lebih kalem dan minimalis namun tetap terlihat artsy di depan kamera.
Didominasi warna monokrom dengan dekorasi kayu natural membuat kamar-kamar di hotel ini tetap terasa hangat dibalik desainnya yang modern. Soal fasilitas, hotel berbintang 4 ini terbilang cukup lengkap, termasuk kamar yang dilengkapi pantry sehingga memberikan kesan bermalam di studio apartment, sangat pas untuk kamu yang ingin staycation di Jakarta dengan nyaman.
Lokasi: Jalan KH Wahid Hasyim No. 70, Menteng, Menteng, Jaksa Street, Jakarta, Indonesia, 10340
5 Restoran Seafood Terenak di Jakarta, Wajib Kamu Coba

5 Restoran Seafood Terenak di Jakarta, Wajib Kamu Coba

5 Restoran Seafood Terenak di Jakarta, Wajib Kamu Coba

5 Restoran Seafood Terenak di Jakarta, Wajib Kamu Coba – Siapa coba yang nggak suka Seafood? Seafood di Jakarta itu memang sangat bikin nagih.

Rasa menu Seafood yang ditawarkan di tempat-tempat ini pecah banget di lidah. Sekalinya kamu ke sini, pasti kamu akan balik dan balik lagi.

Dilansir https://theiotrevolution.com berikut ini kita akan membahas tempat makan seafood terenak  di jakarta. Yuk simak

1. Aroma Sedap 

AROMA SEDAP, Jakarta - Menu, Prices & Restaurant Reviews - Tripadvisor

Restoran Seafood di Menteng ini punya menu-menu yang mantap-mantap. Beda dengan restoran Seafood kebanyakan, Aroma Sedap punya interior yang keren abis, memadukan konsep minimalis, industrial, dan simplicity. Vibe pas makan di sini mirip-mirip seperti restoran Perancis, tapi kalau lihat menu, isinya makanan Indonesia semua. Di sini kamu mesti cobain Ikan Kudu-Kudu yang cukup jarang ditemukan di Jakarta karena asalnya dari Sulawesi.

Ikan Kudu-Kudu paling lezat jika diolah deep fried. Rasanya makin sedap pas makan ini sambil dicocol saus cabai khas Sulawesi. Rasa Kepiting Saus Lada Hitam di Aroma Sedap juga jadi salah satu yang terbaik di Jakarta. Kepitingnya besar dan percaya, dalamnya itu nggak kosong, tapi super meaty dan fresh. Apalagi ditambah cita rasa saus lada hitam. Meskipun agak spicy, tapi kamu pasti bakal tambah nasi saat menyantap menu Seafood di Jakarta ini.

Lokasi: Aroma Sedap

Jl. Teuku Cik Ditiro No. 43, Menteng, Jakarta. Telp. (021) 3902312.

2. Live Seafood Cabe Ijo 

WARUNG SEAFOOD CABE IJO, Jakarta - Restaurant Reviews, Photos & Phone  Number - Tripadvisor

Waktu lagi main ke daerah Muara Karang, kamu harus cobain makan Seafood di Cabe Ijo yang terkenal banget itu. Menu jagoan di sini itu Chilli Crab. Meski namanya Cabe Ijo, ternyata yang jadi juara adalah Chilli Crab khas Singapore itu. Porsi Chilli Crab nya super besar dan dagingnya terasa segar, sedangkan kuahnya kental berwarna kemerahan. Rasa Chilli Crab Cabe Ijo sangat gurih dengan sentuhan asam. Menu wajib lainnya adalah Alu-Alu Cabe Ijo. Menu Seafood di Jakarta ini harganya terjangkau tapi rasanya luar biasa. Kerapu Lodi Saus Thailand nya juga recommended. Disajikan dengan kuah asam, irisan bengkuang, dan kecombrang. Rasanya segar dan dagingnya lembut abis.

Lokasi: Live Seafood Cabe Ijo

Jl. Muara Karang Raya No. 40, Muara Karang, Jakarta. Tel. (021) 34673179.

3. Loobie Lobster 

LOOBIE LOBSTER, Jakarta - Kebayoran Baru - Restaurant Reviews, Photos &  Phone Number - Tripadvisor

Loobie Lobster itu salah satu brainchild pasangan hits, Chef Atit dan Lucy, yang udah sukses dengan Holy Cow! Restoran ini menawarkan konsep yang sama dengan restoran jenius mereka lainnya, yaitu makanan berkualitas yang pocket-friendly. Jelas, saat pertama kali Loobie Lobster buka, restoran ini jadi primadonanya Seafood lover karena bisa menyantap lobster dengan harga yang terjangkau. Porsi lobsternya cocok banget buat kamu yang suka makan banyak. Whole Lobster Platter bisa kamu pesan saat makan di Loobie. Dalam satu menu Seafood di Jakarta kamu akan mendapatkan 2 macam lobster, fried calamari, nasi, lengkap dengan sambal matah yang pedesnya nendang banget. Penyajiannya Indonesia banget, bukan?

Lokasi: Loobie Lobster

Jl. Bhakti No. 15, Senopati, Jakarta. Telp. (021) 5270673.

4. Bandar Djakarta 

Bandar Djakarta (Alam Sutera) | Chope - Free Online Restaurant Reservations

Ngomongin restoran Seafood di Jakarta nggak akan lengkap tanpa membahas Banda Djakarta yang legendaris itu. Tempat ini memang paling recommended buat menyantap Seafood di Jakarta. Alasan utama kenapa banyak orang suka makan Seafood di sini karena semua Seafood di sini fresh. Kamu bisa memilih ikan hidup-hidup dan semua dimasak saat ada pesanan saja.

Yang nggak bisa makan tanpa keju, Udang Pancet Jumbo Bakar Keju di bandar Djakarta wajib banget kamu cobain. Porsi kejunya nggak pelit sama sekali, rasanya super lezat, udangnya juicy, dan aroma grilled nya bener-bener menggugah selera. Ikan Bawal Bintang Bakar Pandan Wangi juga nggak kalah enak. Ikan yang kaya omega 3 ini dimasak dengan bumbu yang terasa kuat dan disajikan dengan cara dibungkus daun pandan yang wanginya sangat memikat. Jangan lupa juga ya pesan Puding Kelapa buat dessert. Rasanya nggak terlalu manis dan terasa sekali kelapanya.

Lokasi: Bandar Djakarta

Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur, Ancol, Jakarta. Telp. (021) 6455472.

5. Seribu Rasa 

Nibble.id - Dijamin Puas Makan di 8 Restoran Seafood Enak di Jakarta Ini

Outlet Seribu Rasa di Jakarta ada banyak dan tersebar di mana-mana. Restoran ini dikenal handal menyajikan Seafood di Jakarta, makanan Jawa, maupun Peranakan. Kalau suka pedas, kamu bisa memesan Maung Fish yang dimasak dengan bumbu sambal super pedas. Bumbunya begitu meresap masuk ke dalam daging ikan, membuat setiap gigitan tak terlupakan. Hati-hati kalap saat dimakan dengan nasi hangat.

Lokasi: Seribu Rasa

Jl. Haji Agus Salim No. 128, Thamrin, Jakarta. Telp. (021) 3928892.

5 Referensi Barbershop Terbaik Buat Para Jentelman di Jakarta

5 Referensi Barbershop Terbaik Buat Para Jentelman di Jakarta

5 Referensi Barbershop Terbaik Buat Para Jentelman di Jakarta

5 Referensi Barbershop Terbaik Buat Para Jentelman di Jakarta – Barbershop tidak sama dengan tempat pangkas rambut pria pada umumnya. Barbershop modern sekarang gak usang dan berdebu, gak beraroma minyak gosong di alat cukur. Pastinya gak akan menggunakan handuk bekas keringat orang lain buat mengusap wajah kamu.

Ya memang sih kalau di lihat dari segi kualitas, tentu barbershop lebih rapi dan elegant. Dari segi harga pun terbilang sedikit merogoh kocek dari pada tempat potong rambut biasa. Para cowok pasti mengakui kalau barbershop adalah tempat buat grooming sekaligus hang out bagi kaum Adam.

Dilansir https://theiotrevolution.com untuk kamu  yang mencari barbershop yang terngetrend di daerah jakarta berikut ini ulasannya.

1.PAX Wijaya 

Barbershop ‘senior’ yang cukup disegani di Jakarta, PAX Wijaya. Mulai memotong rambut sejak 1965 di Blok M dengan nama PAX, unit barbershop yang terdiri dari belasan barber ini terpaksa menutup akibat kebijakan pemerintah masa itu.

Menganggur dan gak punya tempat untuk berkarya, belasan barber tersebut berkumpul lagi pada 1980-an buat patungan dan mendirikan barbershop baru di Jln. Wijaya II dari situlah terlahir PAX Wijaya.

Yang terpenting adalah, para barber di sini gak pernah segan buat ngajak kamu ngobrol dan menyelipkan sedikti joke supaya suasana jadi cair.

2.Di Hoek Barbershop 

Mungkin bisa dibilang Di Hoek adalah pionir kebangkitan barbershop era baru di Jakarta, mulai memotong rambut sejak 2006, kini Di Hoek sudah memiliki dua toko yakni di Kemang dan Cikajang.

Dengan interior antik para barber Di Hoek menawarkan potongan rambut klimis jarhead yang super tipis mirip para marinir Amerika dan potongan rockabilly bagi yang suka rambut bagian tengahnya tetap tebal.

3.Manhattan Barbershop

Meski baru mulai memangkas rambut pria klimis sejak 2013 lalu, Manhattan Barbershop berhasil mencuri perhatian para jentelmen Jakarta berkat praktik pemasaran yang oke lewat Facebook, Twitter dan Instagram. Namun bukan asala gembar-gembor aja, kualitas dan layanan di barbershop khusus cowok ini memang beneran oke.

Selain memberi kamu potongan rambut, mereka juga melayani cuci rambut, cukuran, pijatan ringan buat punggung dan pewarnaan buat nutupin uban kamu. Asiknya, barber akan mengambil dan menyimpan foto dari rambutmu yang udah dipotong rapi buat referensi kalau kamu datang ke sana lagi.

4.Paxi Barbershop 

Berbeda dengan PAX Wijaya, Paxi Barbershop cocok buat kamu yang butuh potongan rambut klimis secara instan tanpa tetek bengek saat kamu sedang jalan-jalan di mall. Paxi membuka cabang di beberapa mal top Jakarta serta mal-mal di Bandung, Surabaya, Medan, Pontianak, dan Makassar. Sebuah pilihan utama kalau kamu bosan dengan salon-salon waralaba yang gak mengkhusukan diri buat perawatan pria.

5.Barber Box 

Barber Box mendefinisikan kembali makna barbershop modern hari ini dengan penataan yang gak melulu soal klasik atau furnitur antik. Barbershop ini justru tampil lebih industrialis cocok untuk menggambarkan gaya hidup jentelmen Jakarta. Sesuai dengan ritme hidup kota besar Barber Box buka hingga selarut jam 9 malam, bahkan kadang lebih larut lagi pada akhir pekan. Semua itu demi melayani cowok Jakarta yang terlalu sibuk di siang hari, jadi baru sempat potong rambut setelah jam kantor.

Planetarium dan Observatorium Jakarta Sudah Setengah Abad

Planetarium dan Observatorium Jakarta Sudah Setengah Abad

Planetarium dan Observatorium Jakarta Sudah Setengah Abad,- Indonesia mempunyai sejarah panjang dalam penyelidikan ilmiah dunia astronomi. Bermula dari pendirian observatorium Mohr di Batavia sebagai observatorium pertama di Hindia Timur pada pertengahan abad ke-18 sampai kepada kegiatan observatorium Bosscha pada 1923.

Sukarno mengetahui jejak sejarah tersebut dan berpikir untuk terus mengembangkan tradisi pengetahuan astronomi di Indonesia. Caranya Daftar sabung ayam s128 dengan popularisasi sains antariksa kepada masyarakat melalui pembangunan Planetarium Jakarta pada awal dekade 1960-an. Di dalamnya termasuk juga sebuah observatorium baru untuk para peneliti astronomi.

“Harapan Bung Karno mendirikan Planetarium dan Observatorium Jakarta adalah ingin menjadikan Indonesia unggul dalam bidang sains dan teknologi,” kata Darsa Sukartadiredja, Kepala Planetarium dan Observatorium Jakarta periode 1977–2001, dalam Sarasehan 50 Tahun Planetarium dan Observatorium Jakarta di Cikini, Jakarta, 27 April 2019.

Sukarno menyadari bahwa bangsa Indonesia dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain melalui pengembangan sains. Masa itu astronomi menjadi cabang sains paling menonjol sebagai penanda peradaban sebuah bangsa.

Tanpa Master Plan
Pencanangan pembangunan Planetarium dan Observatorium berlangsung pada 9 September 1964. Pembangunannya, sebut Darsa, tanpa master plan lengkap. Ide Sukarno disambut oleh pihak-pihak yang merasa mampu membangun Planetarium dan Observatorium. Maket pun dibuat. Pembangunannya berdasarkan maket itu.

“Jadi dari gagasan Bung Karno, dan kemudian ada yang bersedia membiayainya, ada yang bisa mengerjakannya, ada insinyur-insinyur yang bisa mewujudkannya, maka jadilah,” terang Darsa.

BACA JUGA: Planetarium Ambisi Sukarno Menguak Rahasia Angkasa

Perkiraan biaya pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta sebesar Rp3,2 miliar, termasuk US$1,5 juta atau setara Rp1,8 miliar untuk pembelian peralatan proyektor lensa merek Zeiss dari perusahaan Carl Zeiss AG dan peralatan penunjang lainnya dari Jerman Timur. Nilai dolar Amerika saat itu sekira Rp1.205.

Semula biaya pembangunan akan menjadi beban lembaga-lembaga tinggi negara. “Tapi ada tambahan juga dari buku yang saya tahu, bahwa yang membangun ini sebenarnya adalah juga usaha-usaha yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), peran swasta,” ungkap Darsa.

Gubernur DKI Jakarta Henk Ngantung menjadi penanggung jawab utama seluruh pembangunan. Henk memberikan mandat kepada dua perusahaan negara bidang konstruksi, Hutama Karya dan India Karya, sebagai kontraktornya. Prof. Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo bertugas sebagai pengawas proyek.

Dana terbesar pembangunan berasal dari GKBI, lembaga tempat bernaung para pengusaha batik di Indonesia. Tapi pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta kandas pada 1965.

Berkaitan dengan rentetan peristiwa G30S, GKBI kehabisan dana. Mereka tidak mampu lagi mendanai pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta. Pemerintah Jakarta mengambil alih tanggung jawab pembangunan tersebut pada 1966–1968.

Gubernur Ali Sadikin menunjuk Santoso Nitisastro, seorang staf Observatorium Bosscha, sebagai pemimpin pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta. Dia memperoleh bantuan dari seorang teknisi senior bernama Kodrat Iman Satoto.

BACA JUGA: Perjalanan Dinas Menyedihkan Demi Planetarium

Keduanya bekerja keras memasang seluruh peralatan Planetarium dan Observatorium. Kebutuhan elektrik dan mekaniknya selesai pada 1968. Ali Sadikin kemudian meresmikan Planetarium pada 10 November 1968. Tapi tidak ada kegiatan untuk publik beberapa waktu setelahnya.

“Waktu diresmikan 10 November 1968, pintu masih terbuka, membawa masuk sinar dari luar, juga air ketika hujan. Orang keluar masuk dalam keadaan pintu yang terbuka. Saat itu Planetarium dan Observatorium Jakarta belum layak beroperasi,” kata Darsa.

Selama rentang November 1968–Maret 1969, Santoso dan kawan-kawan menyusun staf kerja untuk mengelola Planetarium dan merunut daftar kebutuhan penunjang kegiatannya.

Semua kerja keras berbuah manis. Planetarium berhasil menggelar pertunjukan teater bintang pertama untuk khalayak pada 1 Maret 1969. Pengurus Planetarium Jakarta menetapkan kala ini sebagai hari jadi Planetarium dan Observatorium Jakarta. Indonesia akhirnya mempunyai Planetarium pertama. Tapi pengurus memandang Planetarium belum sepenuhnya lengkap.

“Itu baru gedung berkubah saja, dengan diameter kubah sekitar 25 meter, dengan tinggi hampir 30 meter. Jauh dari bentuk maket awal,” kata Darsa.

Pengurus mengupayakan bangunan tambahan untuk Planetarium. Misanya kantor pengurus, perpustakaan, ruang kelas, dan ruang multimedia. Mereka mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah daerah.

“Penambahan fasilitas tersebut agak lama karena pemerintah daerah sedang membangun gedung Arsip Jayakarta pada kompleks dan saat yang sama. Bahan bangunan gedung arsip tersebut mengambil bahan-bahan untuk penambahan fasilitas pelengkap Planetarium,” kata Darsa.

Planetarium perlahan memiliki bangunan tambahan pada awal 1980-an dan terus begitu hingga 1990-an. Planetarium pun tampak memiliki persamaan dengan maket awal pada masa 1960-an.

Dekat Masyarakat
Darsa mengenang kehadiran Planetarium tidak langsung menarik perhatian khalayak. Pengurus harus memperkenalkan planetarium kepada khalayak melalui bermacam cara. Dari mencetak stensilan, poster, dan sablon sampai mengedarkan surat-surat ke sekolah. Semua biaya keluar dari kocek pengurus sendiri alias probono.

Hasilnya kelihatan pada 1975 sampai 1980-an awal. Jumlah pengunjung Planetarium menyentuh angka 30.000 hingga 40.000 per tahun. Kemudian secara bertahap meningkat lebih dari tujuh kali lipatnya pada dekade 1980-an. Kebanyakan pengunjung berasal dari kalangan pelajar sekolah dasar.

Hamdan Pabeangi, salah satu peserta sarasehan berusia 50 tahun, bercerita kepada Historia tentang pengalamannya kali pertama mengunjungi Planetarium pada 1977. Dia pelajar sekolah dasar saat itu. Dia ingat sebuah manekin berpakaian astronot di dalam etalase, di depan pintu masuk Planetarium Jakarta. Manekin itu sampai sekarang masih ada.

Hamdan terpukau dengan pertunjukan bintang-bintang buatan Planetarium. Menurutnya, “Sebuah pengalaman berbeda dari melihat bintang pada langit malam Jakarta ketika itu.” Dia juga beroleh inspirasi dari Planetarium untuk menyenangi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam hingga menginjak pendidikan menengah pertama.

BACA JUGA: Tim Astronom yang Dipimpin Orang Indonesia Menemukan Planet Baru

Syifaunsyah, peserta lain sarasehan, menyatakan kesan serupa saat kali pertama menyambangi Planetarium Jakarta pada awal 1990-an. “Dari sana saya tahu bahwa Andromeda itu ternyata nama galaksi, bukan nama tokoh jagoan dalam film anime (kartun Jepang) Saint Seiya,” kata Syifaunsyah kepada Historia.

Seiring penambahan jumlah pengunjung dan keterkenalan Planetarium Jakarta, alat-alat Planetarium bekerja lebih keras. Umur produktifnya pun berkurang. Dan muncul sejumlah masalah teknis. Pengurus mengajukan permintaan pembelian peralatan baru kepada Gubernur Jakarta Surjadi Soedirdja pada 1992 demi memastikan peran planetarium di masyarakat tetap terjaga.

Avivah Yamani Riyadi, salah seorang pembicara sarasehan sekaligus jurnalis langitselatan.com, menyebut Planetarium Jakarta sebagai jembatan para saintis ilmu astronomi menuju masyarakat.

“Jika ada orang yang menyukai ruang angkasa, akan tetapi tidak mengerti soal ilmu astronomi sebagai ilmu eksak, apakah dia bisa memahami astronomi? Tentu saja bisa. Di sinilah peran Planetarium menjembatani ilmuwan dengan masyarakat, untuk memperkenalkan sains kepada semua orang,” sebut Avivah.

Avivah menyatakan bahwa peran tersebut akan tetap relevan meski sekarang masyarakat bisa mengakses pengetahuan astronomi secara lebih luas melalui internet. “Tetapi tidak semua orang bisa memiliki kemampuan untuk menyaring berita yang benar,” kata Avivah.

Peneliti astronomi di Observatorium Jakarta masih memiliki otoritas untuk menghadirkan pengetahuan dan berita yang benar tentang astronomi. Mereka bisa mengemas berita dan pengetahuan itu dalam Planetarium. Karena itu Planetarium harus terus mendekat kepada masyarakat demi menghindarkan masyarakat dari berita dan pengetahuan tentang astronomi yang tidak benar.