Jangan pelit ya, Kamu Gak akan Rugi Kok saat Berbagi Ilmu

Jangan pelit ya, Kamu Gak akan Rugi Kok saat Berbagi Ilmu

Jangan pelit ya, Kamu Gak akan Rugi Kok saat Berbagi Ilmu

Jangan pelit ya, Kamu Gak akan Rugi Kok saat Berbagi Ilmu – Ilmu adalah salah satu hal paling berharga dan bermakna yang kita miliki. Dengan ilmu pengetahuan, kita bisa mengerti banyak hal di sekitar kita, memakainya untuk mencari nafkah, dan meningkatkan kualitas hidup. Itulah kenapa kita perlu terus mencari ilmu di dunia yang luas ini.

Bukan hanya untuk sendiri, ilmu yang kita miliki juga banyak bermanfaat untuk orang lain, yaitu jika kita mengajarkannya pada orang lain. Namun kamu mungkin agak ragu untuk melakukannya. Terutama kalau kamu sudah bersusah payah bertahun-tahun mempelajari ilmu tersebut, rasanya sayang jika memberikannya begitu saja pada orang lain. Berikut alasannya kamu jangan pelit untuk berbagi ilmu kepada teman atau orang lain

1. Berbagi ilmu akan mempertajam ilmu yang kamu miliki 

Sadarkah kamu bahwa saat kamu sedang mengajarkan suatu ilmu pada orang lain, sebenarnya kamu sedang mempelajari ulang ilmu tersebut? Ilmu adalah satu-satunya hal yang ketika dibagikan pada orang lain tetap gak akan berkurang. Malah, membagikan ilmu yang sudah kamu miliki akan membuat ilmu tersebut semakin tertanam di benakmu sehingga kamu gak cepat lupa.

Itu jauh lebih baik daripada menyimpan ilmu tersebut buat dirimu sendiri, apalagi kalau gak dipraktikkan. Pada akhirnya kamu malah bisa lupa, sehingga usahamu belajar selama bertahun-tahun malah jadi sia-sia. Tapi kalau kamu terus mengajarkannya, kamu akan menguasai ilmu tersebut selamanya.

2. Kalau kamu pelit, orang lain juga bisa pelit padamu 

Ada beberapa bidang ilmu yang bisa kita pelajari sendiri, tapi ada pula bidang ilmu dimana kita butuh tuntunan dari orang lain. Pasti kamu juga punya kelemahan tertentu dalam suatu bidang, sehingga kamu butuh orang lain untuk memahaminya.

Nah, supaya orang lain mau membantumu, kamu tentu juga harus mau membagikan ilmumu pada orang lain. Kalau kamu keburu dikenal sebagai orang yang pelit ilmu, bisa jadi gak ada orang yang mau mengajarmu soal berbagai bidang. Padahal bisa jadi bidang tersebut penting untuk kamu pelajari. Maka jangan jadi orang pelit supaya orang lain juga gak pelit padamu.

3. Bisa jadi sumber penghasilan  

mungkin kamu merasa ragu untuk memberikan ilmu secara cuma-cuma pada orang lain karena kamu merasa berhak dapat bayaran untuk itu. Hal itu gak salah, malah justru bagus. Semua orang harus bisa mencari nafkah, maka sangat bagus kalau kamu bisa dapat imbalan dari membagikan ilmumu.

Tapi untuk bisa sampai ke sana, bisa jadi pada awalnya kamu harus mengajarkan ilmumu secara cuma-cuma dulu. Tujuannya supaya orang-orang tahu bahwa kamu memang punya skill di bidang tersebut dan sanggup mengajarkannya. Kalau dari awal kamu sudah pelit untuk membagikannya, bagaimana orang lain bisa yakin kalau kamu memang mampu?

4. Orang yang kamu ajarkan belum tentu jadi saingan, mungkin justru jadi partner  

Ada pula orang yang khawatir untuk membagikan ilmunya pada orang lain karena bisa jadi orang tersebut malah jadi saingannya dalam berkarier. Kekhawatiran seperti itu wajar. Maka kamu memang perlu memilih-milih pada siapa kamu akan membagikan ilmumu. Jangan membagikan ilmu pada teman yang memang sukanya menang sendiri, karena bisa jadi kamu akan menyesal.

5. Kamu bisa bahagia 

Terakhir, ingat bahwa sama seperti memberi apapun, memberi ilmu bisa membuatmu bahagia. Bahkan kebahagiaanmu bisa lebih besar karena ilmu punya manfaat yang lebih bertahan lama dibanding hal materi. Plus, kebaikanmu untuk membagi ilmu pasti suatu saat akan kembali padamu. Mereka juga pasti akan membalas budi baikmu itu.

 

 

Beberapa soft skill yang harus di kuasai anak muda

Beberapa soft skill yang harus di kuasai anak muda

Soft skill untuk anak muda

Beberapa soft skill yang harus di kuasai anak muda –  soft skill adalah kemampuan yang lebih sulit untuk diukur dan sifatnya subjektif. Tapi, bukan berarti soft skill tidak bisa dilatih. Soft skill adalah kemampuan interpersonal dan lebih mengarah pada karakteristik serta bagaimana cara kamu bersikap, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan orang lain.

Beberapa soft skill yang harus di kuasai anak muda

Komunikasi

Soft skill wajib nomor satu yang harus dimiliki saat ini adalah komunikasi. Dimanapun kamu berada, kamu butuh untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Dengan teman, guru atau dosen, hingga rekan kerja dan bos kamu nantinya. Kedengarannya sih simple, tapi masih banyak lho yang sulit untuk menerapkan komunikasi yang baik.

Mulai dari mendengarkan partner bicara, menjelaskan atau mengungkapkan sesuatu, menulis, hingga presentasi. Hayo, siapa nih di antara Quipperian yang masih suka deg-degan kalau disuruh berbicara di depan banyak orang? Yuk, dilatih biar komunikasi kamu makin baik!

Kepemimpinan

Dengan pribadi yang mudah bersosialisasi, kamu secara alami akan mulai mengembangkan keterampilan kepemimpinan untuk mengelola dan memotivasi anggota tim dan rekan kerja. Mampu terhubung dan berhubungan dengan orang lain dengan mudah menjadi penting untuk mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari orang-orang di sekitarmu.

Sebagai komunikator handal, akan lebih mudah bagimu untuk memanfaatkan keterampilan resolusi konflik untuk mengatur dan memimpin orang. Contohnya keterampilanmu dalam menulis CV.

Mampu Bekerja Sama

Walaupun skill individu sangat penting, tapi jangan lupakan kemampuan bekerja sama, Quipperian. Kamu akan selalu membutuhkan kerja sama yang baik dengan partner atau rekanmu nanti. Untuk itu, diperlukan sebuah tim yang solid dan melengkapi satu sama lain. Kamu harus melatih diri untuk bisa menerima pendapat orang lain, berdiskusi dan mencapai solusi, menghargai perbedaan pendapat, serta berkontribusi sesuai kemampuanmu.

Time management

Waktu adalah mata uang dalam kehidupan yang terbatas. Jika seseorang tidak menggunakannya sebaik mungkin, maka penyesalan akan sia-sia belaka. Untuk itu seorang penguasa harus memiliki keahlian dalam pengaturan waktu sehingga ia bisa bekerja secara efektif dan efesien. Dengan demikian diharapkan keberhasilannya dalam dunia usaha diikuti juga dengan kesuksesan dalam rumah tangga maupun kepuasan secara pribadi dan spiritual.

Pikiran dan perkataan internal yang positif

“Pada akhirnya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang Anda,” tulis Shobhit Singhal, “tapi apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda tentu tidak, dan dibutuhkan waktu untuk membangun tingkat kepercayaan dan kemampuan untuk percaya pada diri sendiri ketika tidak seorang yang mempercayai Anda.”

Bahayanya pikiran dan perkataan negatif kepada diri sendiri menurut Betsy Myers, pendiri The Center for Women and Business di Bentley University adalah bisa menghancurkan rasa percaya diri seseorang.