Berbagai aktivitas Menghibur diri sendiri ketika karantina

Berbagai aktivitas Menghibur diri sendiri ketika karantina

Hiburan saat karantina

Berbagai aktivitas Menghibur diri sendiri ketika karantina – Ramai beredar video viral penduduk Italia yang bernyanyi sampai memainkan alat musik dari balkon rumahnya selama masa karantina mandiri di tengah wabah virus corona COVID-19.

Banyak netizen yang merasa iri dengan keadaan tersebut, karena tidak semua orang punya rumah dengan balkon untuk menghirup udara segar.

Pemerintah Indonesia memang belum menerapkan lockdown, namun tidak ada salahnya mengkarantina diri sendiri jika punya kesempatan, guna memperkuat daya imun tubuh.

Beberapa aktivitas untuk menghibur diri selama karantina :

1. Menonton
Ada banyak akses menonton tayangan saat ini. Selain televisi, bisa juga berlangganan tayangan streaming seperti Netflix atau HBO GO. Kalau bingung dengan alogaritma video di Youtube, bisa juga mengunduh aplikasi Neverthink yang merupakan kurasi dari video-video di Youtube.

Yang liburannya terpaksa terganggu karena wabah virus corona mungkin bisa menonton video-video soal destinasi wisata yang bertebaran di internet.

2. Membaca
Sama seperti menonton, bahan bacaan selama masa karantina mandiri juga tidak perlu yang bertema terlalu berat.
Komik, buku foto, novel grafis, sampai unggahan kocak dari akun meme sangat bisa dijadikan hiburan.

3. Hiburan telinga
Jika mata bosan dihibur oleh film atau buku, bisa juga gantian menghibur kuping dengan mendengarkan podcast atau buku audio. Ada banyak podcast yang menarik di Spotify, salah satunya Catch and Kill karya Ronan Farrow, yang diproduksi mirip sandiwara radio.

Bisa juga mendengarkan buku melalui Audible sehingga mata tidak lelah.

4. Meditasi dan hypnosis

Masa karantina mandiri bisa digunakan sebagai momen meditasi dan hypnosis agar lebih mengenal karakter diri sendiri. Tidak perlu ngoyo, meditasi dan hypnosis bisa dilakukan mulai dari 5 menit per hari.

Unduh aplikasi meditasi dan hypnosis seperti Headspace, Calm, Insight, atau Simpe Habit.

5. Olahraga

Olahraga tetap bisa dilakukan di rumah, apalagi yang memiliki hunian dengan halaman terbuka. Sama seperti meditasi dan hypnosis, ada banyak video olahraga yang bisa dijadikan panduan di Youtube.

Siapa sangka ternyata ada banyak gerakan olahraga yang mudah dan bisa dilakukan tanpa peralatan rumit.

6. Memasak

Melatih diri memasak bisa dilakukan saat ini. Ada banyak resep di internet yang bisa dicoba, mulai dari resep lokal sampai internasional.

Yang lagi ramai dicoba ialah resep membuat kue tanpa oven dan yang hanya mengandalkan rice cooker.

ITS Dengan RSUA Ciptakan Lampu LED IUV

ITS Dengan RSUA Ciptakan Lampu LED IUV

ITS Dengan RSUA Ciptakan Lampu LED IUV – Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) kembali berinovasi menyusul rancangan robot Violeta. Kali ini, ITS bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) merancang lampu LED 405nm IUV. Lampu tersebut diharapkan dapat melakukan sterilisasi ruangan tanpa membahayakan manusia.

Lampu LED IUV

Sesuai dengan namanya, lampu LED IUV tersebut bekerja dengan mengeluarkan sinar yang memiliki panjang gelombang sebesar 405 nanometer (nm) yang lebih aman bagi manusia.

Dilihat juga : Manfaat Penggunaan Pil Biru atau Viagra

Dengan begitu, tak seperti robot Violeta yang dalam penggunaannya untuk sterilisasi Covid-19 harus lebih dulu mengosongkan ruangan. Lampu ini dapat melakukan sterilisasi ruangan tanpa harus mengosongkan orang-orang yang berada di dalamnya.

Dosen Departemen Fisika ITS Endarko MSi PhD menjelaskan, jika IUV ini dapat digunakan secara terus menerus dengan daya listrik sebesar 40 watt.

“Lampu ini juga bisa bertahan sampai dengan 50 ribu jam,” papar Endarko melansir laman ITS, Selasa (28/4/2020).

Awal pembuatannya, terang Endarko, sinar yang dipancarkan lampu tersebut berwarna violet sehingga membuat pusing jika dilihat. Namun, dengan adanya modifikasi lampu penyeimbang, akhirnya dapat menghasilkan sinar yang nyaman untuk penglihatan.

LED IUV Lebih efektif

Lebih lanjut dijelaskan, lampu ini lebih efektif untuk sterilisasi secara terus menerus dibandingkan cairan disinfektan.

Di samping itu, lampu IUV ini juga tidak meninggalkan noda atau residu pada area yang disterilkan, sehingga tidak mengganggu kebersihannya.

Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menambahkan, selain lebih aman digunakan, lampu IUV ini juga mudah dipasang permanen di plafon-plafon ruangan.

“Inovasi-inovasi tersebut juga memungkinkan untuk dipatenkan sebagai kekayaan intelektual,” papar Bambang.

Saat ini, ITS telah menciptakan sebanyak 15 unit LED IUV yang rencananya akan langsung digunakan di selasar RSUA. Hanya saja, keterbatasan komponen pembuat masih menjadi kendala untuk memproduksi banyak lampu.

“Namun, keberadaan komponen yang masih jarang di Indonesia menjadi salah satu kendalanya,” ungkap Endarko.

Sumber : edukasi.kompas.com

Manfaat Berjemur Saat COVID-19

Manfaat Berjemur Saat COVID-19

Manfaat Berjemur Saat COVID-19 – Banyak pihak yang mengatakan jika berjemur saat Covid-19 dapat membunuh virus tersebut. Hingga saat ini, Covid-19 belum menunjukan tanda-tanda berakhir dan hal tersebut membuat banyak pihak menjadi penasaran. Berbagai cara dilakukan untuk memproteksi diri dari virus yang sudah merenggut 280 jiwa di Indonesia sejak hari ini Kamis (9/4/2020).

Ada spekulasi yang menyatakan apabila berjemur (jam 10 pagi – 11 siang) bisa membunuh virus Covid-19tersebut. Faktanya, anggapan bahwa panas maupun sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan oleh matahari belum didukung oleh bukti ilmiah.

Dilihat juga : Jenis Tanaman Penghasil Oksigen

Dilansir dari USA Today, asisten profesor virologi dari Chulalongkorn University, Thailand yakni Pokrath Hansasuta mengatakan jika sinar UV kemungkinan memang bisa membunuh virus Corona penyebab COVID-19.

Paparan sinar UV dalam intensitas tinggi hanya bisa didapatkan melalui lampu atau sumber cahaya buatan lainnya. Namun hal tersebut tidak disarankan karena Live22 Indonesia menyebabkan iritasi bahkan kerusakan pada kulit. Sebenarnya, berjemur merupakan aktivitas yang menyehatkan karena sinar matahari merupakan salah satu sumber nutrisi alami bagi tubuh.

Manfaat Berjemur Saat COVID-19

  • Membantu Mengurangi Stres
  • Membantu Tidur Lebih Nyenyak
  • Sumber Vitamin D
  • Mencegah Kanker
  • Menjaga Kesehatan Kulit

Tips Berjemur Saat COVID-19

  1. Minum Air Putih yang Banyak
    Berjemur tentu akan membuat tubuh Anda mengeluarkan banyak cairan melalui keringat. Maka dari itu, imbangi aktivitas ini dengan minum air putih yang banyak. Minum air putih berfungsi untuk menjaga agar kadar cairan tubuh Anda tetap normal dan terhindar dari yang namanya dehidrasi.
  2. Gunakan Krim Tabir Surya
    Krim tabir surya (sunblock) sudah selayaknya Anda gunakan ketika hendak berjemur. Sesuai dengan namanya, krim ini berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang terlalu berlebihan. Paparan sinar matahari yang berlebihan berdampak pada ‘terbakarnya’ kulit. Bahkan, bisa saja hal ini menyebabkan iritasi kulit.
  3. Berjemur di Pagi Hari
    Pagi hari sekitar jam 9 sampai 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur saat COVID-19 . Selain sinar matahari masih terbilang ‘aman’, matahari pagi merupakan sumber vitamin D yang paling banyak.
  4. Jangan Berjemur Terlalu Lama
    Mungkin Anda menganggap jika semakin lama berjemur, maka semakin baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini sepenuhnya keliru. Para ahli menyarankan agar kegiatan ini cukup dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Berjemur terlalu lama justru dapat merusak kulit bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.

Sumber : doktersehat.com

SDN 005 Edukasi Siswa Jadi Dokter Cilik di Sekolah

SDN 005 Edukasi Siswa Jadi Dokter Cilik di Sekolah

SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat dan SMPN 11 Batang Hari, Jambi memiliki strategi untuk mengedukasi para siswanya menghadapi wabah Covid-19.

Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, SDN 005 berinisiatif melakukan kegiatan edukasi guna memberikan penjelasan tentang virus corona kepada siswa, orangtua dan masyarakat.

Tujuannya agar mereka tidak ikut panik karena kurangnya informasi terkait Covid-19 ini.

SDN 005/V Kuala Tungkal mengembangkan program duta kesehatan untuk mengkampanyekan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari 459 siswa dipilih 50 siswa untuk menjadi ” dokter cilik” yang menjadi duta kesehatan sekolah.

“Setiap Jum’at sore, para duta kesehatan ini dibina tim Dinas kesehatan dan Puskesmas. Tugas duta kesehatan menjadi pendamping edukasi kesehatan kepada teman-temannya melalui pembiasaan positif melakukan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” kata Sampurna, guru penanggungjawab program.

Dilihat juga : Pakar IPB Berikan Tips Belanja Aman Saat Corona

Kegiatan “dokter cilik”

Ada beberapa kegiatan “dokter cilik”  yang menjadi duta kesehatan sekolah yang dapat ditiru sekolah lain;

1. Kampanye konsumsi makanan sehat

Pertama, setiap hari ada giliran perkelas yang wajib membawa makanan sehat dari rumah sesuai Isi Piringku. Duta kesehatan ikut mengkampanyekan isi satu porsi makanan dalam piring yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu 1/3 makanan pokok, 1/3 sayuran, dan 1/3 terdiri buah-buahan dan lauk pauk.

Siswa yang mendapat giliran makan bersama didampingi guru kelas masing-masing. Melalui pembiasaan ini diharapkan anak terbiasa makan buah, sayur, dan lauk yang dibuat di rumah, dan bukan makanan cepat saji.

Kegiatannya diawali mencuci tangan dengan sabun dan dibasuh dengan air mengalir, berdoa, makan bersama, dan menggosok gigi dengan benar.

2. Kampanye kantin sehat

Kedua, duta kesehatan memastikan kantin sekolah menjual makanan sehat di kantin sekolah. Awalnya tidak mudah untuk menciptakan suasana kantin sekolah yang bersih dan sehat. Apalagi dengan siswa yang mencapai kurang lebih 500 siswa.

Para penjual di kantin sekolah dilatih dan didampingi dalam menjual makanan sehat. Semua jajanan di kantin adalah jajanan lokal yang diolah sendiri oleh penjual kantin terbebas dari segala pengawet.

Semua harus melakukan prinsip keamanan makanan meliputi higienitas pengolahan, penanganan dan penyimpanan pangan, pengendalian hama, sanitasi, tempat, sampai Daftar Akun Live22 penggunaan peralatan.

3. Kampanye bebas sampah plastik

Ketiga, kantin sekolah tidak menyediakan semua jenis plastik untuk jajanan. Semua siswa diwajibkan membawa tempat makanan dan minuman sendiri.

Dengan membawa tempat dari rumah, otomatis sampah plastik di sekolah berkurang. Inovasi ini membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan tidak tampak lagi sampah plastik atau sampah lainnya.

Jajanan di kantin sekolah juga rutin dipantau oleh dinas kesehatan. Inisiatif ini mendapat penghargaan Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan dari Badan POM RI pada 26 Desember 2019.

4. Pembiasaan hidup sehat

Selain kegiatan di atas, para duta kesehatan sekolah juga melakukan kampanye pembiasaan mencuci tangan yang benar yang memanfaatkan 24 tempat cuci tangan sekolah, pembiasaan menggunakan jamban, olahraga teratur, memantau jentik nyamuk, sampai memotong dan menjaga kebersihan kuku.

“Dengan program-program tersebut diharapkan siswa selalu sadar untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga kebersihan dirinya sehingga dapat meningkatkan daya tahan tidak mudah terserang penyakit, seperti Covid-19,” kata Sampurna, guru SDN 005/V Kuala Tungkal yang juga fasilitator Program PintarTanoto Foundation.

SDN 005 Edukasi Siswa Jadi Dokter Cilik di Sekolah

Menurut Titien Suprihatien, guru SMPN 11 Batang Hari Jambi, salah satu peran guru dalam menghadapi wabah virus Corona adalah ikut menenangkan suasana, menghilangkan kepanikan, dan menyampaikan pesan positif kepada siswa.

“Corona memang ganas, menular cepat dari manusia satu ke manusia yang lain. Tetapi kita yang harus lebih bersemangat menyebarkan virus kebaikan, kesabaran, dan perilaku hidup sehat kepada para siswa,” kata Titien.

Untuk membantu siswanya lebih aware (sadar) dalam menghadapi wabah virus corona, Titien memiliki dua kiat.

Pertama, ajak siswa untuk tidak percaya berita hoaks dan tidak ikut menyebarkan berita hoaks terkait virus corona. Latih daya kritis siswa dalam menentukan informasi yang benar atau tidak benar. Jangan sampai informasi yang diterima dan disebarkan malam memperkeruh suasana.

Kedua, edukasi siswa dan warga sekolah cara menghindari Covid-19, sampai cara-cara yang harus dilakukan jika terpapar virus tersebut.

“Pastikan tangan selalu bersih, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan hindari berjabat tangan dengan sembarang orang. Setidaknya perilaku sehat tersebut selalu kita budayakan kepada siswa,” kata Titien.

Sumber : Edukasi.kompas.com

Pakar IPB Berikan Tips Belanja Aman Saat Corona

Pakar IPB Berikan Tips Belanja Aman Saat Corona

Tips Belanja Aman Saat Corona

Pakar Perilaku Konsumen dari Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University Dr Megawati Simanjuntak, SP, MSi memberikan tips belanja aman saat corona. Ia menyebutkan jika memungkinkan, pilih lokasi belanja terdekat dari rumah, misalnya tukang sayur atau warung, manfaatkan juga belanja kebutuhan pangan secara daring.

Walau sudah banyak perusahaan, instansi, hingga satuan pendidikan yang menetapkan kebijakan bekerja dari rumah serta belajar dari rumah, tetapi ada sejumlah aktivitas yang kadang, mau tak mau, mengharuskan untuk ke luar rumah. Salah satu aktifitas yang membuat banyak orang harus ke luar ialah berbelanja kebutuhan pokok.

Dilihat juga : University of East Anglia Buka Beasiswa Program S1

Namun, bila memang harus belanja ke pasar tradisional maupun pasar swalayan, Megawati mengatakan, perlu dilakukan sejumlah langkah agar kegiatan belanja tetap aman.

Tips Belanja Aman :

  1. Buat daftar dan jumlah barang yang hendak dibeli untuk beberapa hari atau minggu kedepan. Dengan hal tersebut anda tidak harus sering ke luar rumah untuk belanja.
  2. Upayakan untuk menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.
  3. Jangan lupa membawa tas belanja sendiri.
  4. Sesampai di tempat belanja, fokus pada daftar barang yang akan dibeli, sehingga tidak terlalu lama di lokasi perbelanjaan.
  5. Jaga jarak aman sekitar satu atau dua meter dengan orang lain (physical distancing) saat belanja termasuk saat antre membayar di kasir.
  6. Pada saat memilih barang jangan terlalu banyak menyentuh barang yang kemungkinan sudah banyak disentuh orang lain.
  7. Sebaiknya gunakan aplikasi pembayaran di ponsel, kartu debit atau kartu kredit untuk melakukan pembayaran. Sehingga kontak dengan uang kertas dari orang ke orang bisa berkurang.
  8. Gunakan hand sanitizer setelah melakukan pembayaran.
  9. Sebelum masuk rumah, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  10. Selanjutnya, setelah masuk rumah, ganti semua pakaian untuk dicuci dan langsung mandi.

Untuk semakin menjauhi risiko, lanjut Megawati, barang belanjaan dapat segera disemprot atau dicuci sesampainya di rumah. Termasuk makanan kemasan kaleng juga harus dibersihkan dengan air mengalir.

Jika belanja berupa fresh food maka sebaiknya semua belanjaan segera dibersihkan. Agar aman dikonsumsi, gunakan sabun khusus untuk membersihkan buah dan sayuran.

Jika belanja secara daring, minta kurir meletakkan barang dan diletakkan di depan rumah. Kurangi kontak langsung dengan kurir.

“Nah tips safety telah ada. Bagi yang bingung ingin belanja kebutuhan harian, bisa ikuti langkah tersebut. Salam sehat,” imbuh Megawati dalam laman resmi IPB.

Sumber : Edukasi.kompas.com

Usulan Dewan Profesor Universitas Padjadjaran

Usulan Dewan Profesor Universitas Padjadjaran

Dewan Profesor Universitas Padjadjaran ( Unpad) menyampaikan usulan kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat M. Ridwan Kamil terkait penanganan Corona virus (COVID-19) di Jawa Barat Senin (30/3).

Dewan Profesor menyediakan 8 usulan untuk disampaikan kepada Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov). Usulan tersebut di bentuk dari sejumlah Guru Besar Unpad yang sudah dibukukan dan disampaikan kepada jajaran di Pemprov Jabar.

“Buku Usulan Pemikiran Dewan Profesor Universitas Padjadjaran terkait Penanganan COVID-19 ini diinisiasi oleh para Profesor yang mendapat sambutan dan dukungan dari Ketua Dewan Profesor, Ketua Senat Akademik dan tentunya dari Rektor Universitas Padjadjaran,” tulis Editor sekaligus Perumus Usulan Prof. Tarkus Suganda seperti dikutip dari laman Unpad.

Dari analisis dari 20 kontributor pengusul, dijelaskan bahwa jumlah penduduk tertular Corona virus terus meningkat secara cepat di Indonesia.

Berdasarkan data yang bertambah, baik itu terinfeksi dan prediksi para ahli, kemungkinan bertambahnya penderita akan terus meningkat akibat kurang efektifnya kebijakan yang diberlakukan saat ini.

Di sisi lain, pemberlakuan pembatasan sosial (social distancing/physical distancing) dinilai tidak efektif. Dua penyebabnya adalah masih simpang siurnya informasi kebijakan ini di masyarakat, serta kurang masifnya sosialisasi tentang kebijakan ini pada sejumlah media.

Di lingkup Rumah Sakit Pendidikan, peserta pendidikan dokter spesialis paling berpotensi terpapar penderita, sehingga sebagian besar dikhawatirkan termasuk ODP.

“Terlebih lagi jam jaga yang panjang bagi mereka mengakibatkan kelelahan dan berisiko untuk mengalami sakit yang berat, sementara banyak petugas kesehatan bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang standar, bahkan ada yang tidak menggunakannya,” tulis Prof. Tarkus.

Usulan Dewan Profesor Universitas Padjadjaran

1. Membuat RS baru di hotel atau tempat lain sebagaimana penggunaan Wisma Atlet di DKI Jakarta;

2. Mengembangkan RS yang sedang dibangun seperti RS Edelweis sebagai RS COVID19;

3. Menjadikan RS Al Islam dan RS Al Ihsan dan RS provinsi lainnya menjadi rumah sakit khusus COVID-19 sebagai back up RS Hasan Sadikin, karena kedua RS ini memiliki fasilitas yang cukup besar. Namun demikian, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:

  • Perekrutan tenaga kesehatan yang diperlukan. Unpad bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi sudah memberikan pelatihan tenaga kesehatan (relawan perawat) yang dibutuhkan (lihat Lampiran). Selain itu, di RS Hasan Sadikin terdapat peserta pendidikan dokter spesialis yang jumlahnya cukup banyak (ca. 50-100 orang per departemen).
  • Fasilitas Rumah Sakit, APD, dll. sesuai yang dibutuhkan untuk penanganan COVID-19
  • Waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan. Semakin cepat semakin baik.
  • Kesesuaian bangunan
  • Peruntukan yang jelas untuk jenis pasien (pasien ringan/ringan-sedang, sedang berat, berat, atau semua tingkatan)
  • Pembuangan limbah medis
  • Penolakan dari lingkungan. Perlu sosialisasi yang intensif melalui tokoh masyarakat kepada warga sekitar.

4. Sosialisasi pemahaman Karantina Wilayah yang intensif dan jelas kepada masyarakat, termasuk hak minimal dan kewajiban masyarakat, termasuk sanksi jika melanggar ketetapan Karantina WIlayah dan durasi berapa lama Karantina Wilayah akan diberlakukan.

Dilihat juga : Mengenal Sistem Peredaran Darah Manusia

5. Melakukan Active Case Finding dengan pemeriksaan rapid test masif untuk masyarakat luas yang dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR bila positif atau diulang 7–14 hari kemudian bila negatif. Dengan demikian data pembagi angka kematian menjadi lebih akurat. Selain itu, dengan ditemukannya kasus positif, dapat diantisipasi kemungkinan risiko penularannya.

4. Sosialisasi pemahaman Karantina Wilayah yang intensif dan jelas kepada masyarakat, termasuk hak minimal dan kewajiban masyarakat, termasuk sanksi jika melanggar ketetapan Karantina WIlayah dan durasi berapa lama Karantina Wilayah akan diberlakukan.

5. Melakukan Active Case Finding dengan pemeriksaan rapid test masif untuk masyarakat luas yang dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR bila positif atau diulang 7–14 hari kemudian bila negatif. Dengan demikian data pembagi angka kematian menjadi lebih akurat. Selain itu, dengan ditemukannya kasus positif, dapat diantisipasi kemungkinan risiko penularannya.

6. Terkait rapid mass screening maka pemerintah dihimbau untuk melakukan:

  • Pengadaan BHP untuk rapid mass screening.
  • Memperluas laboratorium rujukan, termasuk laboratorium perguruan tinggi dan rumah sakit yang kapabel.

7. Perlindungan tenaga kesehatan dengan APD standar:

  • Pemetaan jumlah tenaga kesehatan (dokter, perawat, paramedis, dll) untuk memperkirakan jumlah kebutuhan APD dalam 2-3 bulan ke depan dan menyiapkan lapisan ke-2, ke-3, dst jika diperlukan.
  • Penyediaan dan produksi APD (gown, sarung tangan, masker surgical dan N95, google, face shield) ditingkatkan. Mencari tempat/alamat pembuat APD yang selama ini di ekspor ke Cina karena ditemukan bahwa pabriknya ada di Jawa Barat. Pemerintah dapat melakukan pendekatan agar produksinya diprioritaskan untuk Jawa Barat.
  • Jika butir di atas ditetapkan, diperlukan kebijakan khusus pemerintah untuk mengizinkan prabrik tetap beroperasi dengan karyawan yang tinggal di dalam pabrik dan dimonitor kesehatannya.

8. Selama masa Karantina Wilayah, Pemerintah Provinsi harus:

  • Memberikan izin khusus ke luar rumah untuk berobat ke rumah sakit bagi pasien-pasien tertentu, contohnya pasien gagal ginjal yang harus cuci darah 2-3 kali seminggu.
  • Memberikan proteksi bagi orang rentan, seperti lansia, orang dengan penyakit komorbid, dan ibu hamil, misalnya dengan pemberian Vitamin C dan E serta suplemen lainnya serta menjamin pelayanan RS sesuai prosedur standar agar tidak terjadi risiko perburukan kondisi pasien dan mencegah peningkatan mortalitas bagi pasien kedaruratan non-COVID-19.
  • Mengatur waktu penugasan untuk mengurangi kelelahan peserta pendidikan dokter spesialis di RS Pendidikan dengan melakukan penetapan jam kerja, termasuk bagi PPDS jaga. Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) mengusulkan jam kerja bagi PPDS maksimal 11 jam setiap shift.
  • Menyediakan pedoman terapi obat (guideline) yang disesuaikan dengan ketersediaan obat di lapangan.
  • Mempersiapkan akomodasi, transportasi dan insentif bagi tenaga medis yang mengangani pasien COVID-19.
  • Melakukan pendataan dan pelatihan relawan tenaga medis dikoordinasikan oleh 10 FK PTN di Indonesia. Unpad memiliki metode daring untuk melakukan pelatihannya.
  • Mengurangi pemberitaan yang membuat panik/stress pada masyarakat dan meningkatkan berita yang menumbuhkan rasa optimisme, karena kepanikan dapat menyebabkan efek domino yang buruk.
  • Menggerakkan anggota masyarakat dari mulai RT/RW untuk menumbuhkan solidaritas saling bekerjasama dan tolong menolong untuk menjelaskan pentingnya menjaga jarak aman, pola hidup bersih dan sehat dalam menghindari penularan virus Corona, dan membantu secara ekonomi tetangga terdekat yang terimbas langsung oleh kebijakan Karantina Wilayah.
  • Menjamin toko dan warung sembako tetap buka dengan pengamanan dari aparat keamanan;
  • Menjamin klinik kesehatan dan RS tetap bisa diakses;
  • Menjamin subsidi sembako bagi keluarga miskin kelas menengah ke bawah
  • Menjamin kebutuhan (makan dan minum), perlengkapan standar kesehatan (masker standar) bagi aparat keamanan selama bertugas lapangan dan pemeriksaan kesehatannya selama bertugas.

Sumber : Kompas.com

Saran Akademisi Unhas Terkait Hand Sanitizer dan Disinfektan

Saran Akademisi Unhas Terkait Hand Sanitizer dan Disinfektan

Banyak cara yang dapat anda lakukan untuk terhindar dari Virus Corona atau Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan ialah memakai cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Namun penggunaan hand sanitizer bukan berarti kita akan terhindar dari virus. Cara yang paling mudah dan aman dan dianjurkan pemerintah ialah mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Meski demikian, seseorang tetap dianjurkan memakai hand sanitizer karena mudah dibawa kemana-mana. Cairan ini juga penting saat seseorang tidak menemui air dan sabun ketika berada di luar ruangan.

Tak boleh asal-asalan

Maka, kebutuhan akan hand sanitizer jadi sangat perlu ditengah situasi wabah virus corona atau Covid-19. Dampaknya, hand sanitizer jadi langka.

Karena itu, muncul inisiatif membuat sendiri hand sanitizer. Caranya bisa melalui internet. Tetapi, membuat hand sanitizer itu tidak bisa asal-asalan, semua harus sesuai protokol dari Kementerian Kesehatan RI.

Terkait hal itu, Akademisi Universitas Hasanuddin ( Unhas) yang juga Tim Satgas Covid-19 Unhas, Dr. Yusnita Rifai, M.Pharm., Apt., menjelaskan seluk beluk penggunaan hand sanitizer.

Dilihat juga : Mengenal Sosial Emosional Sejak Usia Dini

Sebenarnya, hand sanitizer digunakan dalam keadaan tidak tersedia air mengalir dan sabun. Maka barulah seseorang boleh pakai hand sanitizer.

” Hand sanitizer sifatnya portable dan mudah pemakaiannya serta mengandung bahan antiseptik,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Unhas, Minggu (29/3/2020).

Kadar alkohol di atas 60 persen

Antiseptik adalah germisida pembunuh kuman. Bahan aktifnya adalah alkohol dengan kadar 60-90 persen yang bersifat membunuh virus.

Jadi, penggunaan hand sanitizer harus seperlunya saja. Misalnya habis pegang gagang pintu yang banyak dipegang banyak orang atau bersalaman dengan orang lain.

Saat merebak virus corona, banyak masyarakat membeli hand sanitizer namun tidak terstandarisasi dan tidak memiliki surat izin edar dari otoritas terkait. Tentu hal ini mengandung risiko bahaya.

“Jika pembuatan hand sanitizer dan alkoholnya kurang dari 60 persen, maka itu tidak cukup untuk membunuh virus,” katanya.

Hand sanitizer yang tidak mengandung humektan juga berbahaya, karena akan menyebabkan kelembaban rendah. Atau ada juga bahan kimia yang seharusnya tidak digunakan seperti lysol atau bleaching agent.

“Jika kandungan tidak sesuai standar maka berakibat kulit tangan kering, iritasi, timbul efek gatal-gatal hingga terjadi reaksi alergi,” imbuhnya.

Namun sebaliknya, produk yang baik itu harus berdasarkan protokol sesuai ketetapan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan.

Disinfektan Untuk Benda Mati

Terkait cairan disinfektan, ini berbeda dengan antiseptik. Cairan disinfektan hanya diperuntukkan kepada non human atau benda mati saja.

“Disinfektan adalah cairan kimia yang juga bersifat virucidal tapi bukan alkohol. Akibatnya, sifatnya lebih toksik atau beracun daripada antiseptik,” ujar Yusnita.

Sementara Dekan Fakultas Farmasi Unhas, Subehan, S.Si., M.Pharm., Sc., Ph.D., Apt., menambahkan, masyarakat saat ini banyak yang salah paham terkait masalah penggunaan hand sanitizer.

Menurutnya, hand santizer itu berfungsi untuk membunuh mikroba, baik bakteri maupun virus. Asumsinya, setiap orang menyentuh suatu benda atau bersentuhan dengan orang lain ada kemungkinan terjadi transmisi bakteri dan virus.

“Jika tidak ada air dan sabun maka gunakan hand sanitizer. Karena itu saya berharap masyarakat lebih teredukasi dan memahami fungsi masing-masing produk, baik hand sanitizer maupun disinfektan,” jelas Subehan.

Sumber : Edukasi.kompas.com

Awasi Anak Belajar di Rumah dengan Google Family Link

Awasi Anak Belajar di Rumah dengan Google Family Link

Awasi Anak Belajar di Rumah dengan Google Family Link

Awasi Anak Belajar di Rumah dengan Google Family Link – #Dirumahaja. hashtag ini yang wara-wiri di media sosial. Untuk meminimalkan penularan wabah Covid-19 di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk membuat jarak sosial di tempat kerja, studi dan menyembah di rumah.

Tidak mudah bagi sebagian orang, terutama orang-orang tua yang masih bekerja sambil mengawasi anak-anak harus belajar di rumah. Juga, jika orang tua harus menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Bagimana bisa tetap mengontrol anak suka tidak waktu “diam-diam” lain ketika aplikasi untuk bermain online harus belajar di rumah? Yang pertama adalah dengan menggunakan aplikasi Family Link.

Aplikasi ini memiliki beberapa fitur yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mengontrol smartphone anak-anak. Dengan aplikasi ini, orang tua telah menyetujui kontrol dan memblokir semua aplikasi yang dapat didownload dari Google Play Store IDN Poker.

Orang tua juga dapat menilai seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk anak-anak mereka untuk mengakses aplikasi di Android.

Mereka juga dapat membatasi waktu bermain di setiap aplikasi yang dapat diakses oleh anak-anak. Ketika waktu untuk beristirahat, orang tua dapat mengatur waktu untuk tidur, dan kemudian mengunci anak smartphone dari jarak jauh.

Dengan keluarga Link, orang tua juga dapat melacak lokasi anak untuk kehadiran smartphone mereka.

Permintaan tautan keluarga dapat didownload dari Google Play di link berikut dan juga melalui Apple App Store di link ini. Hubungan kompatibel pada perangkat induk yang berjalan pada Android versi 4.4 dan lebih, serta iPhone atau iPad iOS 9 ke atas.

Sementara itu, perangkat mendukung anak-anak, minimal harus menjalankan sistem operasi Android 7.0 dan di atas, tapi tidak menutup kemungkinan untuk versi perangkat Android 5.0 dan 6.0 untuk menggunakan keluarga Tautan . Aplikasi ini juga dapat bekerja pada Chromebook.

Untuk menggunakan aplikasi ini, terlepas platorm digunakan, orang tua harus memiliki akun Google, dan masukkan tanggal lahir anak. Untuk anak-anak di bawah 13, izin orang tua akan diminta untuk membuat account. Untuk proses verifikasi atas nama anak, Google akan meminta nomor kartu kredit orang tua, meskipun klaim Google tidak akan memungut biaya untuk akses Family Link.

Jika aplikasi Keluarga link telah terpasang, orang tua dapat memilih aplikasi dan pengaturan yang diinginkan. Setelah instalasi selesai, orang tua dapat mulai memantau anak-anak melalui smartphone mereka.

Arab Saudi Hentikan Shalat Berjemaah di Masjid untuk Cegah Covid-19

Arab Saudi Hentikan Shalat Berjemaah di Masjid untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Arab Saudi Hentikan Shalat Berjemaah di Masjid untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Arab Saudi Hentikan Shalat Berjemaah di Masjid untuk Cegah Penyebaran Covid-19 – Arab Saudi, Selasa (17/03/2020) mengumumkan selesainya doa bersama di masjid-masjid di seluruh negeri, kecuali Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabi di Madinah, baik untuk shalat lima waktu dan shalat Jumat.

Ini adalah langkah-langkah luar biasa untuk membatasi penyebaran virus corona baru menyebabkan Covid-19, yang telah menginfeksi 171 orang di Arab Saudi.

Kantor berita SPA mengutip ulama Badan Kerajaan Arab Saudi melaporkan bahwa doa-doa masih bisa dilakukan di dua masjid suci, Masjid Agung Mekkah dan Masjid Nabi di Madinah.

Selain dua masjid masjid tersuci dari Arab Saudi akan tertutup. menggemakan panggilan untuk doa akan tetap, tapi orang-orang langsung berdoa di rumah.

Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah drastis untuk mencegah penyebaran virus, termasuk penangguhan Umrah, menghentikan penerbangan internasional, sekolah ditutup dan sebagian besar perusahaan publik.

Dalam sesi yang luar biasa untuk 25 di Riyadh pada hari Selasa, Ulama Kerajaan Badan Arab Saudi, mendasarkan keputusan pada argumen dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad pada situasi wabah, menyatakan bahwa tidak ada doa jemaat masjid sampai waktu akan diumumkan kemudian.

Selain itu, Arab Saudi telah menolak pegawai pemerintah di atas kecuali mereka yang bertanggung jawab untuk perhatian keamanan medis, militer dan. Bank Sentral Arab Saudi mengatakan telah mengaktifkan mekanisme untuk bekerja dari rumah untuk lembaga keuangan. Kabinet juga menunda pertemuan rutin selama dua minggu.

Arab Saudi, yang memimpin kelompok G-20 tahun ini dari ekonomi utama mengumumkan akan mengadakan pertemuan puncak luar biasa dari pemimpin minggu hampir berikutnya. Pertemuan “akan membahas langkah-langkah koordinasi kebijakan untuk melindungi masyarakat dan menjaga ekonomi global.”

Virus Corona Bisa Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda

Virus Corona Bisa Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda

Virus Corona Bisa Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda

Virus Corona Bisa Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda – Penelitian yang didanai oleh penelitian AS yang diterbitkan pada Selasa (17/03/2020). Hasil penelitian mengatakan bahwa sementara di permukaan, virus corona dapat berlangsung beberapa hari.

Hal ini juga di udara bisa memakan waktu beberapa jam. Para ahli menemukan bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 memiliki tingkat yang sama kelayakan luar tubuh pendahulunya yang menyebabkan SARS. Jadi ada faktor-faktor lain seperti penyebaran lebih besar dari orang-orang tanpa gejala menjadi lebih besar dari pandemi SARS pada tahun 2002-2003.

Ini artikel kertas baru yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM) dan dilakukan oleh para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), University of California, Los Angeles dan Princeton.

Jika virus corona mengikat tembaga, dapat dideteksi hingga empat jam. Jika Anda tetap plastik, mereka dapat dideteksi hingga tiga hari. Dan jika menempel karton, itu akan berlangsung 24 jam. Tim juga menggunakan nebulizer untuk batuk simulasi dan bersin.

BACA JUGA : Karena Corona Pemerintah Minta WNI yang Pergi ke Luar Negeri Segera Pulang

Akibatnya, partikel virus perubahan aerosol ditangguhkan di udara, sehingga terdeteksi hampir tiga jam. Hasil penelitian ini diajukan untuk pertama kalinya di lokasi pra-cetak dokter pekan lalu sebelum ditinjau oleh rekan-ahli lain. Upload menarik perhatian termasuk kritik dari ilmuwan lain yang berpikir ia melebih-lebihkan.

Kritik mempertanyakan apakah nebulizer secara akurat dikatakan bahwa batuk manusia meniru dan bersin.

Sebuah kertas di Cina telah meningkat pekan lalu dan menunggu tinjauan dari aerosol menemukan virus corona pada pasien kamar mandi dari rumah sakit di Wuhan, seperti penyebaran virus dalam tinja. bentuk dasar Aerosol SARS memiliki ratusan terinfeksi dari orang di sebuah kompleks apartemen di Hong Kong pada tahun 2003.