5 Cara Cerdas Mengedukasi Anak tentang Corona

5 Cara Cerdas Mengedukasi Anak tentang Corona

5 Cara Cerdas Mengedukasi Anak tentang Corona

5 Cara Cerdas Mengedukasi Anak tentang Corona – Memberi tahu ke anak tentang virus corona adalah hal yang sangat penting. Hal itu semata-mata bukan untuk menakutinya. Melainkan membuat anak tetap terhubung dengan dunia sekitar sehingga ia bisa berkontribusi untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

Untuk anak TK dan SD memberikan edukasi yang tepat bagi anak akan membuat orangtua lebih mudah saat meminta anak melakukan langkah pencegahan. Contohnya, saat meminta anak untuk rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, hingga anjuran “social distancing”.

Dilansir https://koocopy.com memang mengedukasi anak tentang corona bukan hal yang mudah. berikut 5 langkah yang bisa dilakukan orangtua untuk mengedukasi anak tentang wabah virus corona tanpa menakuti:

1. Apa itu virus corona? 

Langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua untuk memberikan edukasi tentang virus corona kepada anak-anak ialah mengajak anak berdiskusi santai tentang virus corona.

Tanya anak apakah sudah tahu tentang virus ini dan apa saja yang mereka tahu. Setelahnya beritahu anak asal virus, penyebaran dan apa saja gejalanya.

2. Corona bisa dicegah dan disembuhkan 

Wabah corona telah membuat anak-anak tak bisa ke sekolah, orangtua pun ada yang bekerja dari rumah. Kondisi ini bisa saja membuat anak cemas, belum lagi status corona kini telah menjadi bencana nasional.

Ketimbang memfokuskan pada risiko kematian akibat corona, beri anak pemahaman bahwa virus corona bisa dicegah dan disembuhkan.

Beritahu anak langkah-langkah pencegahan yang bisa ia lakukan agar tidak terkena virus ini, misalnya dengan cara rutin mencuci tangan, gunakan masker saat sakit dan langkah pencegahan lainnya.Tegaskan pula bahwa orang yang terkena virus bisa sembuh dan sudah ada buktinya

3. Pola hidup sehat

Langkah selanjutnya ialah mengajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat. Terapkan pola hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk makan sehat dan olahraga.

Katakan bahwa pola hidup sehat, daya tahan tubuh dalam melawan virus corona akan lebih kuat.

4. Manfaat berada di rumah

Bukan tak mungkin anak merasa bosan karena harus berada di rumah selama dua pekan. Untuk itu, selain mengedukasi anak tentang virus corona, orangtua perlu memberi pengertian tentang pentingnya berada di rumah selama 14 hari dan social distancing.

Bisa dimulai dari mengapa anak harus belajar di rumah bukanya di sekolah dan tidak dulu pergi ke tempat hiburan saat akhir pekan.

Berikan pemahaman ini secara bertahap sebelum akhir pekan, sehingga anak sudah lebih siap menjalani akhir pekan di rumah seharian. Orangtua pun punya kesempatan berkolaborasi dengan anak untuk merancang kegiatan bersama-sama.

5. Menjadi contoh

Dari semua edukasi yang diberikan, anak pada akhirnya akan selalu mencontoh perilaku orangtua. Sehingga orangtua perlu lebih dulu menjadi “duta” pencegahan corona agar anak-anak bisa memahami situasi dengan lebih baik.

Cara mengedukasi anak tentang pendidikan seksual

Cara mengedukasi anak tentang pendidikan seksual

Edukasi anak mengenai pengetahuan seksual

Cara mengedukasi anak tentang pendidikan seksual – Salah satu tantangan bagi orangtua adalah memberi edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang sangat penting bagi anak di masa kini. Hal ini biasa menjadi tantangan bagi orangtua dan kerap menimbulkan kebingungan.

Edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang tepat dari orangtua bisa sangat menentukan pemerolehan pengetahuan sang anak. Dengan pengetahuan yang tepat dari anak, maka mereka bisa lebih memahami perbedaan antara pria dan wanita secara tepat.

Cara mengedukasi anak tentang pendidikan seksual

Membicarakan seks lebih dini dan lebih sering

Tujuannya adalah untuk menormalkan pendidikan seksual ketika anak-anak muda. Dengan dilakukannya pembicaraan seksual dengan lebih dini, pembahasan terkait hal tersebut akan kurang intens ketika anak-anak lebih tua.

Dengan melakukan percakapan yang berkelanjutan tentang seks, Cushman berkata, “itu menjadi bagian normal dari percakapan dan itu menghilangkan kecanggungan darinya.” “Menjadikan seks bukan masalah besar untuk dibicarakan sejak hari pertama kemungkinan besar akan menumbuhkan kepercayaan pada Anda dengan anak-anak Anda.

Di usia 1 hingga 2 Tahun

Di usia satu sampai dua tahun, anak sudah mulai mengerti tentang bahasa dan kata-kata. Di tahap ini, edukasi seks bisa dimulai dengan mengajarkan tentang organ tubuh, termasuk organ seksual.

“Kita juga perlu mengajarkan itu dengan nama sebenarnya. Biasanya kita pakai kata ‘burung’ atau bahasa daerah, terkadang disamarkan.

Memberi pengetahuan ketika memandikan anak

kegiatan merawat anak usia dini sebagai momentum belajar yang efektif. Saat memandikan kita bisa mengenalkan anggota badan anak, saat menemani di toilet kita bisa mengenalkan alat kelamin serta cara menjaganya dan lain sebagainya.

Membicarakan seks kepada anak-anak

Pengajar seksual Logan Levkoff menyetujui hal tersebut dan mengatakan orang tua dapat mengajarkan alat kelamin sedini mungkin dengan kata-kata yang tepat ketika anak-anak berada di meja ganti. Memilih bahasa yang benar untuk berbicara tentang bagian tubuh membantu mengurangi stigma seputar seks. Tak ada salahnya juga lengkapi pembahasan itu dengan membicarakannya dengan konselor, atau profesional medis jika ada masalah. Orang tua juga dapat memanfaatkan keingintahuan alami yang dimiliki anak kecil. Ketika anak-anak kecil mengajukan pertanyaan, orang tua dapat “menanggapi dengan sangat sederhana atas pertanyaan yang diajukan.

Membicarakan seksualitas dengan remaja

Ketika anak telah tumbuh pada masa remaja, orang tua mencoba membahas seks. Namun, para remaja acapkali memprotes dan mengatakan bahwa mereka telah mengetahuinya. Levkoff mendesak orang tua untuk tidak terpengaruh oleh protes anak-anak mereka bahwa mereka tahu segalanya tentang seks. Orang tua dapat mengingatkan anak-anak bahwa meskipun mereka percaya sudah mengetahui semuanya, mereka tetap perlu berbicara tentang seks bersama. Penting untuk diingat bahwa berbicara tentang seks bukan hanya berbicara tentang cara mencegah kehamilan. Orang tua juga perlu membahas seks yang aman.