Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup

Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup – Polisi Satuan Reserse Kriminal Sukabumi masih bekerja keras untuk kasus Mengungkap pembakaran wanita tanpa identitas akhirnya meninggal setelah dirawat satu hari.

Polisi Kriminal terlihat Sukabumi Maolana AKP mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait dengan itu.

“Kami telah mendukung tim Jawa Barat Polisi Resmob, kami masih menyelidiki,” kata Mapolres Maolana di Sukabumi, Sabtu (2020/05/16).

Terkait dengan otopsi korban, Maolana dikonfirmasi. “Kami akan melakukan otopsi untuk menentukan penyebab dari insiden itu,” tambahnya Daftar Joker123.

Tidak ada temuan pencarian baru tetsebut kasus, Maolana meminta media untuk menunggu hasil penyelidikan selesai berhubungan. “Kesabaran, kami berharap hasil penyelidikan dan otopsi” telah menyimpulkan.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar wanita itu mendengar teriakan minta tolong. Dia mengeluh sakit ketika ia menceritakan peristiwa yang terjadi pada warga juga mengaku dibakar menggunakan bensin. Ada terlihat dalam kendaraan polisi video yang patroli di tempat kejadian.

“Oh, tolong, tolong, Tuhan, dibakar bensin,” kata korban dalam video, seperti yang terlihat oleh AFP, Jumat (15/05/2020).

Wanita yang dibakar hidup-hidup di kota Sukabumi akhirnya meninggal pada Sabtu (16/05/2020) sekitar pukul 21:21. Sampai kematiannya untuk mengumpulkan status Anda tidak diketahui.

Presiden Informasi dan Pengaduan Manajemen Rumah Sakit R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf mengatakan pengamatan Gina dibuat sejauh ini, tim medis tidak menemukan tanda-tanda khusus seperti tato atau tanda lain pada tubuh. Ada hanya sifat umum adalah keselurhan, apa-apa?

“Tinggi badan 150 sentimeter tahun tidak dapat ditentukan tetapi diperkirakan 30 tahun, kulit lebih jelas, lurus hitam gondrong rambut, sebahu. Sejauh ini belum ada masyarakat atau keluarga korban yang datang ke rumah sakit, “kata Joseph.

Joseph menegaskan bahwa sudah menyediakan perawatan medis intensif korban. Tapi takdir berkata lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *