Tidur ngiler bisa terjadi karena beberapa kondisi, mulai dari kondisi yang berkaitan dengan telinga, hidung, tenggorokan, atau kelainan saraf. Namun bila ngiler tersebut terjadi pada bayi maka hal tersebut patut dikhawatirkan.

Sementara bila hal ini terjadi pada orang dewasa, dan air liur berlebihan bisa jadi menjadi hal yang patut diwaspadai. Untuk itu simak penyebab tidur ngiler dan cara mengatasinya.

Penyebab Tidur Ngiler

Dalam banyak kasus, penyebab tidur ngiler bisa disebabkan oleh produksi air liur yang berlebihan, masalah dengan menelan, atau konsumsi obat tertentu. Air liur berlebihan yang juga dikenal sebagai hipersalivasi atau sialorrhea ini kadang bisa menjadi tanda terdapat masalah kesehatan yang serius.

Baca Juga: Diagnosis dan Pengobatan Amenorrhea

Jika Anda bangun setiap pagi dengan bantal yang penuh dengan air liur, mungkin sudah waktunya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh. Berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebab ngiler saat tidur, di antaranya:

1. Sinus Congestion atau Infeksi Saluran Pernapasan

Sinus terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata. Sinus bisa meradang karena pilek, alergi, atau masalah pada hidung. Jika sinus Anda meradang atau terinfeksi, hal itu dapat menyebabkan penyumbatan dan menyebabkan drainase yang tidak diinginkan. Drainase ini akhirnya bisa keluar dalam bentuk air liur.

2. Sleep Apnea

Gangguan tidur yang disebut sleep apnea juga dapat dikaitkan penyebab ngiler saat tidur. Sleep apnea dapat terdiri dari dua bentuk: obstructive sleep apnea dan central sleep apnea. Obstructive sleep apnea adalah ketika saluran napas Anda berulang kali terhambat selama tidur. Sedangkan central sleep apnea adalah ketika otak tidak mengirim sinyal yang tepat yang digunakan untuk bernapas.

Pernapasan yang tidak teratur ini dapat menyebabkan produksi air liur yang berlebihan dan menjadi penyebab tidur ngiler.

3. Radang Tenggorokan Dan Amandel

Jika Anda kesulitan menelan karena sakit tenggorokan, Anda mungkin menderita faringitis. Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri serta dapat menimbulkan bercak merah dan putih di tenggorokan. Menurunnya kemampuan menelan, baik itu karena faringitis atau radang amandel dapat menyebabkan air liur berlebih di mulut dan bisa menjadi penyebab tidur ngiler.

4. Alergi Musiman

Penyebab ngiler ini jarang disadari karena bisa disebabkan oleh alergi musiman. Apakah mata terasa gatal, hidung meler, dan bersin menyertai keluarnya air liur? Jika iya, berarti Anda mungkin menderita alergi musiman, kondisi yang bisa menyebabkan produksi air liur berlebih. Alergen yang paling umum menyebabkan hal ini adalah jamur dan serbuk sari.

5. Kelainan Saraf

Kondisi medis tertentu dapat menjadi penyebab ngiler saat tidur, terutama kondisi yang menyebabkan hilangnya kontrol otot wajah. Kondisi neurologis seperti cerebral palsy, penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), atau stroke, dapat menyebabkan kelemahan otot yang memengaruhi kemampuan menutup mulut dan menelan air liur

Kondisi lain yang dapat menjadi penyebab ngiler adalah epiglotitis, bell’s palsy, atau sindrom Guillain-Barré.

Cara Atasi Ngiler Saat Tidur

1. Ubah Posisi Tidur

Jika penyebab ngiler terkait dengan posisi tidur, cobalah untuk beralih tidur terlentang. Posisi ini dapat mencegah air liur merembes keluar dari mulut. Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan bantal wedge—bantal dengan sudut kemiringan sebesar 15°—yang dapat membantu tubuh berada dalam posisi yang sama sepanjang malam.

2. Mengobati Alergi Dan Sinus

Infeksi dan alergi sinus dapat menyebabkan peningkatan produksi air liur dan menyebabkan hidung tersumbat. Hidung tersumbat menyebabkan seseorang bernapas melalui mulut, sehingga air liur lebih mudah keluar.

3. Terapi Wicara

Seorang dokter dapat merekomendasikan terapi wicara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan stabilitas rahang dan kekuatan lidah serta mobilitas. Terapi ini juga dapat membantu seseorang untuk menutup bibir sepenuhnya.

Terapi wicara mungkin memerlukan waktu, tetapi seseorang dapat mempelajari teknik untuk meningkatkan menelan dan mengurangi air liur.

4. Operasi

Pembedahan adalah pilihan terakhir dan biasanya hanya digunakan ketika kondisi neurologis yang mendasari menyebabkan air liur yang parah.

Metode bedah mungkin direkomendasikan untuk orang yang mengalami air liur yang banyak dan terus menerus setelah perawatan lain tidak berhasil. Metode ini mungkin termasuk menghilangkan kelenjar ludah sublingual atau submandibular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *