Pengertian dan Penyebab Perilaku Impulsif merupakan tindakan tanpa memandang ke depan yang kurang dipahami, diungkapkan secara dini, berisiko tidak perlu, dan tidak sesuai dengan kondisi. Gangguan mental ini terkait dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diinginkan

Perilaku impulsif sering disebut perusak hubungan, pribadi secara keseluruhan, kerugian keuangan, dan bahkan menyalahi aturan jika dibiarkan tidak terkendali.

Dilihat juga : Dampak Perceraian Bagi Mental Anak

Dalam istilah psikologis, Impulsif secara inheren tidak pantas baik dalam hal skala atau risiko potensial. Pengidap BPD lebih kecil kemungkinannya dalam memperhitungkan konsekuensi potensial dan biasanya akan berubah menjadi perilaku yang merugikan diri sendiri (seperti makan berlebihan atau minum berlebihan) sebagai cara untuk mengatasinya.

Gejala Impulsif

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) atau Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental. Daftar Live22 Indonesia perilaku impulsif adalah ciri khas dari BPD.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala impulsif:

  • Ruam
  • Pemarah
  • Tidak stabil
  • Tidak dapat diprediksi

Gejala tersebut merupakan fakta ketidakstabilan yang paling menggambarkan BPD sebagai gangguan. Ciri khas pengidap BPD mengalami gejala berikut:

  • Emosi tidak stabil
  • Perilaku tidak stabil
  • Hubungan yang tidak stabil

Perilaku impulsif juga sering disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Gelisah
  • Cemas
  • Hiperaktif
  • Kurang perhatian
  • Berbicara berlebihan
  • Masalah dengan fungsi eksekutif
  • Masalah dalam melakukan aktivitas yang tenang

Penyebab Perilaku Impulsif

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan perilaku impulsif dalam BPD. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang memiliki gangguan mental ini, di antaranya:

1. Faktor Psikologi

Ada beberapa bukti bahwa pengidap BPD dipicu oleh gangguan post-traumatic stress disorder (PTSD) atau stres pasca-trauma, terutama jika trauma terjadi pada masa kanak-kanak.

2. Faktor Genetika

Penelitian tentang perilaku pada orang kembar menunjukkan bahwa genetika mungkin memainkan peran lebih besar dalam BPD daripada yang dibayangkan. Diyakini bahwa kesalahan genetik pada kromosom 9 dapat dikaitkan dengan karakteristik BPD, termasuk yang diwariskan sebagian dari perilaku impulsif.

Mutasi genetik seperti ini dapat mengubah produksi serotonin dan dopamin (hormon bahagia) yang normal, neurotransmiter yang terkait dengan mood atau suasana hati dan kesadaran. Menurut penelitian dari Vanderbilt University, bagi pengidap BPD, perilaku impulsif mungkin juga terkait erat dengan reseptor dopamin pada otak itu sendiri.

Sumber : doktersehat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *