Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19

Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19 – Dexamethasone, ‘obat warung’ yang selama ini dijual murah dan mudah ditemukan di mana saja, disebut ampuh menyembuhkan pasien Covid-19.

Hasil penelitian yang diumumkan Selasa menunjukkan bahwa Dexamethasone mampu mengurangi rerata kematian hingga sepertiga pada pasien Covid-19 parah yang masuk rumah sakit.

“Dexamethasone obat murah, ada di mana-mana dan bisa langsung digunakan untuk menyelamatkan nyawa orang-orang di seluruh dunia dengan segera,” kata Peter Horby, pemimpin studi di Universitas Oxford.

Kabar baik perkembangan obat untuk COVID-19 kembali terdengar. Peneliti dari University of Oxford baru saja mempublikasikan hasil studi mereka mengenai penggunaan obat dexamethasone untuk pasien COVID-19. Hasil menunjukkan bahwa obat ini efektif untuk meningkatkan survival rate atau tingkat keselamatan pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyambut terobosan ilmiah ini dengan baik. Mereka berharap dexamethasone dapat mengurangi kematian COVID-19 secara global.

Dexamethasone merupakan salah satu jenis steroid

Dexamethasone adalah obat telah digunakan sejak tahun 1960-an. Ia termasuk ke dalam golongan corticosteroid yang berfungsi untuk mengatasi peradangan atau inflamasi, alergi, asma, hingga penyakit autoimun.

Obat ini tersedia dalam banyak bentuk, mulai dari tablet, cair, tetes mata, hingga tetes telinga. Selain itu, dexamethasone juga tersedia sebagai injeksi yang biasa digunakan untuk pasien pasca-operasi.

Sebelumnya, dexamethasone pernah digunakan untuk mengobati acute respiratory distress syndrome (ARDS), komplikasi infeksi pernapasan seperti COVID-19. Namun hasilnya tidak menentu, ada yang baik ada pula yang buruk. Begitu pula saat dipakai untuk menangani SARS dan MERS.

Studi Oxford menyebutkan bahwa obat ini bisa mengurangi kematian pasien COVID-19

Dexamethasone diuji melalui metode randomised evaluation of COVID-19 therapy (RECOVERY). Obat ini diberikan kepada 2104 pasien sebanyak 6 miligram sehari dalam sepuluh hari (secara oral maupun injeksi vena). Hasil kemudian dikomparasi dengan 4321 pasien yang menjalani perawatan medis biasa.

Hasil menunjukkan bahwa obat ini mampu mengurangi kematian sebanyak sepertiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan seperlima untuk pasien yang menggunakan oksigen. Sedangkan pada pasien yang tidak membutuhkan pertolongan pernapasan tak tampak hasil yang serupa.

Mengutip keterangan dari University of Oxford, tim peneliti menyimpulkan bahwa dexamethasone dapat mencegah satu kematian dari delapan pasien dengan ventilator. Obat ini juga bisa mencegah satu kematian dari 25 pasien yang membutuhkan pertolongan oksigen.

Bagaimana mekanisme dexamethasone bekerja?

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang efek obat ini pada pasien COVID-19, IDN Times menghubungi dr. Erlang Samoedro, Sp.P yang saat ini berpraktik di RS Pelni Jakarta sebagai dokter paru-paru.

Jadi ketika terinfeksi COVID-19, virus akan melipatgandakan dirinya di dalam sel-sel pernapasan. Sebagai pertahanan, sistem imun akan menyebabkan inflamasi atau peradangan. Dexamethasone dalam hal ini bekerja untuk menekan sistem imun sehingga efek inflamasi tidak semakin besar dan menjadi badai sitokin (akibat dari reaksi berlebihan sel darah putih).