Karena Corona Pemerintah Minta WNI yang Pergi ke Luar Negeri Segera Pulang

Karena Corona Pemerintah Minta WNI yang Pergi ke Luar Negeri Segera Pulang – Diharapkan warga negara Indonesia (warga negara) yang berada di luar negeri untuk kembali ke negara itu, mengikuti jejak beberapa negara mulai menerapkan lockout setelah 19 wabah Covid semakin luas.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Jakarta, Selasa (17/03/2020). “Bagi warga Indonesia yang saat bepergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum pengalaman terbang lebih kesulitan,” katanya dalam keterangan tertulis. Dia juga mengatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah tambahan yang terkait dengan pergerakan orang dari dan ke Indonesia.

Ia meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan yang tidak bisa ditunda. Sebuah catatan, menurut data WHO, Selasa (17/03/2020), tercatat jumlah kasus positif mencapai 184.976 kasus didistribusikan di 159 negara.

“Karena semakin banyak negara telah terinfeksi Covid-19, pemerintah terpaksa urutan sendiri warga negara Indonesia membatasi perjalanan ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda,” kata Retno

Retno juga ia mengimbau kepada seluruh warga bepergian ke luar negeri untuk menjaga mencermati pelaksanaan informasi wisata yang aman atau hubungi perwakilan Indonesia terdekat hotline di negara yang Anda kunjungi.

Sementara Menahan Selain itu, ketentuan baru ditetapkan, pemerintah memutuskan kebijakan visa Kunjungi (BVK), visa on arrival (visa on arrival), dan pembebasan visa bagi diplomatik / Departemen untuk semua asing dari seluruh negara itu ditangguhkan selama satu bulan.

“Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia wajib memiliki visa urusan legislatif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan kunjungan. Pada saat pengajuan visa harus melampirkan sertifikat kesehatan atau sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara, “katanya.

Selain itu, pemerintah juga melarang pendatang dalam waktu 14 hari dari kunjungan ke Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris dan masuk atau transit ke Indonesia. Keenam negara yang baru bergabung dengan serangkaian panjang pembatasan perjalanan yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk catatan, sebelumnya, pemerintah telah melarang imigran dalam waktu 14 hari mengunjungi China, Iran, Italia, dan dua daerah di Korea Selatan Daegu Kota dan Provinsi Gyeongsangbuk-do masuk atau transit ke Indonesia.