Inilah 5 Cara Mencegah Pembalakan Liar Yang Dapat DlakukanHutan menjad tempat tinggal bagi berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan yang ada d seluruh dunia. Hampir sebagian besar hutan yang ada d dunia termasuk ke dalam hutan hujan tropis termasuk hutan yang berada d Indonesia dan Hutan Amazon. Tidak hanya itu saja, hutan memberikan berbagai manfaat bagi semua makhluk hidup seperti penyeda sumber daya alam seperti air dan hasil hutan lainnya, penghasil oksigen dunia, penyeimbang siklus (siklus hidrologi, siklus karbon), pencegah tanah longsong dan erosi dan masih banyak lainnya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah populasi manusia d muka bumi terus bertambah. Tidak heran jika banyak hutan telah beralih fungsi menjad kawasan pemukiman guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi manusia (Baca: Dampak Positif Dan Negatif Pengalihan Lahan Hutan Untuk Perumahan). Untuk itulah berbagi macam tindakan dlakukan salah satunya dengan melakukan penggundulan hutan.

THANSK TO IDN POKER APK AND http://mysmumn.org/

Pembalakan Liar Yang Dapat Dlakukan

Penggundulan hutan atau lebih dkenal dengan istilah deforestasi merupakan suatu tindakan pengerusakan hutan dengan cara menebang pepohonan secara liar atau berlebihan. Akibatnya kawasan hutan terlihat “gundul” atau tidak ada lagi pohon yang tumbuh di kawasan tersebut. Sebenarnya penebangan pohon yang berada di hutan diperbolehkan, hanya saja terdapat beberapa aturan ketika melakukan penebangan pohon. Di Indonesia terdapat kawasan yang disebut sebagai hutan produksi. Hutan produksi dibuat  sebagai kawasan yang memang diperuntukan diambil hasil alamnya yaitu kayu. Di dalam hutan produksi juga tidak semua pohon ditebang, hanya pohon yang sudah memasuki usia tertentu atau tebang pilih yang bisa dilakukan di kawasan tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, deforestasi atau pembalakan liar semakin marak terjadi. Hasil hutan berupa kayu memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di pasaran. Maka tidak heran banyak pihak yang rela melakukan kegiatan tersebut meskipun dengan cara yang tidak resmi atau ilegal. Ada banyak penyebab mengapa pembalakan liar terus ada, antara lain:

Polisi Tangkap Pembalak Liar di Pangandaran | Republika Online

  1. Perolehan izin yang cukup mudah dari beberapa lembaga sehingga membiarkan siapapun dapat menebang pohon, meskipun bukan kawasan hutan produksi.
  2. Permintaan kayu yang terus meningkat terutama di daerah perkotaan guna menjalankan pembangunan.
  3. Pembukaan lahan baru demi dijadikan sebagai lahan pertanian, perumahan, jalan raya dan juga kawasan industri.
  4. Terdapat sumber daya alam lain seperti minyak dan batu bara.

Akibat adanya pembalakan liar tersebut tidak menutup kemungkinan memberikan berbagai dampak. Sebagian besar dampak tersebut mencangkup kawasan di sekitar hutan maupun jauh dari hutan.

Dampak  – dampak tersebut antara lain:

  1. Hilang pepohonan yang ada di hutan, maka sumber daya alam juga turut hilang, salah satunya yaitu air. Selama ini air – air yang berada di hutan terjaga dengan cara diserap oleh akar – akar tanaman. Jika pohon – pohon di hutan menghilang, tidak menutup kemungkinan terjadi penurunan ketersediaan air tanah itu sendiri.
  2. Berkurangnya keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam hutan. Perlu diketahui jika hutan hujan tropis hanyalah sekitar 6% dari total kawasan yang di permukaan bumi. Namun, hutan menjadi tempat tinggal dari lebih dari 80 % – 90% spesies yang ada di muka bumi. Tidak heran jika banyak spesies tanaman maupun hewan mengalami kepunahan setiap tahunnya.
  3. Sering terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang, dan erosi (Baca: Macam – Macam Erosi). Kita tahu jika hutan menjadi tempat yang tepat dalam menyerap air hujan ketika hujan turun dengan lebat. Jika akar pohon yang berfungsi menyerap air dan juga mencengkram tanah di sekitar hilang, tidak menutup kemungkinan akan terjadi tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang wilayah di bagian bawah hutan.
  4. Menyebabkan pemanasan global. Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang membutuhkan karbon monoksida dalam proses pembuatan makanan atau lebih dikenal dengan sebutan fotosintesis. Hasil dari fotosintesis tersebut berupa karbohidrat dan juga oksigen. Jika hutan yang dkenal sebagai paru – paru dunia menghilang, bisa dpastikan jumlah karbon monoksida yang ada d udara mengalami peningkatan. Jika sudah begitu, pemanasan global sudah tidak dapat terhindari lagi.

Pembalakan Liar Yang Dapat Dlakukan

Akibat pembalakan liar hanya memberikan kerugian bagi semua pihak. Untuk itulah perlu dlakukan tindakan pencegahan guna mengurangi terjadnya pembalakan liar dkemudan hari. Hal – hal yang dapat dlakukan yaitu sebagai berikut:

  1. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat d sekitar kawasan hutan. Penyuluhan tersebut dapat dlakukan secara lisan maupun tulisan. Untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat d sekitar terlebih dahulu harus melakukan izin kepada kepala desa setempat. Penyuluhan yang dlakukan secara lisan biasanya dlakukan antar indvidu ataupun kelompok, sedangkan tulisan dapat berupa peringatan dan juga tanda – tanda mengenai dampak dari pembalakan liar.
  2. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan hutan yang telah dlakukan. Untuk melakukan hal ini peran stakeholders sangat dperlukan. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang enggan melakukan perawatan dan menjaga lingkungan. Sebagai stakeholder bisa melakukan tindakan seperti reboisasi atau penanaman hutan kembali d wilayah hutan rakyat, tidak membuang sampah sembarangan, memanfaatkan sumber daya alam lain selain kayu dan lain sebagainya.
  3. Memperketat pengawasan guna melakukan pengendalian dan pengelolaan lahan hutan. Perlu adanya peran aktif seluruh masyarakat termasuk pemerintah setempat guna menghindari pembalakan liar. Jika hanya dlakukan oleh satu pihak saja, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kesenjangan.
  4. Mempertegas peraturan undang – undang tentang pembalakan liar. Peraturan tersebut dapat berupa pembatasan jumlah penebangan hutan, perencanaan penebangan hutan, kewajiban menanam kembali pohon yang telah dtebang, serta memberantas penebangan kayu secara liar atau ilegal.
  5. Memberikan hukuman atau sangsi kepada pihak manapun yang telah melanggar peraturan mengenai pembalakan liar. Sangki atau hukuman tersebut dapat berupa teguran, ancaman, hingga hukuman penjara atau berdasarkan hukum yang berlaku. Dengan begitu, pelaku – pelaku pembalakan liar akan merasa jera dan dharapkan tidak akan mengulangi lagi tindakan tersebut.

Itulah tad beberapa cara yang bisa dlakukan guna mencegah pembalakan liar. Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta berpartisipasi dalam menjaga hutan agar keberadaannya akan selalu ada hingga ratusan tahun lamanya.

NS http://mysmumn.org/