Peran Penting Plankton untuk Bumi

Peran Penting Plankton untuk Bumi

Peran Penting Plankton untuk Bumi

Peran Penting Plankton untuk Bumi, – Makhluk hidup berukuran kecil yang hidup di laut, Plankton memiliki peran penting bagi Bumi. Plankton bahkan bisa disebut sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ bagi Bumi meski berada di posisi terbawah dalam rantai makanan.

Plankton memiliki berbagai jasa bagi bumi, di antaranya adalah penyedia oksigen utama, komponen utama rantai makanan ekosistem perairan, menyerap karbon dioksida dari atmosfer, hingga memasok bahan bakar kendaraan.

Proses plankton menyimpan karbon ini mirip dengan proses yang digunakan pohon untuk menyimpan karbon dalam daun. Karena fotosintesis mengonsumsi karbon dioksida, karbon pada dasarnya disimpan di setiap plankton.

Satu kelompok ilmuwan menemukan bahwa fitoplankton memasukkan hingga 45 hingga 50 miliar ton (40 hingga 45 miliar metrik ton) karbon anorganik ke dalam sel mereka.

Plankton ada dua jenis, yakni fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton adalah organisme yang mirip tumbuhan, ia memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis.

Zooplankton dan ikan kecil lainnya memakan fitoplankton. Zooplankton dan ikan kecil tersebut menjadi sumber makanan bagi ikan yang lebih besar atau makhluk hidup lainnya dan seterusnya dalam rantai makanan.

Dari anjing laut hingga lumba-lumba, hampir setiap makhluk di laut memakan plankton atau organisme yang bergantung pada plankton. Bahkan ikan paus sangat bergantung pada plankton sebagai sumber makanan utamanya.

Peran plankton tak hanya berhenti di ekosistem perairan, beruang kutub dan burung laut memakan makhluk hidup yang memakan plankton.

Dilansir dari Pacific Whale, Zooplankton melakukan pergerakan secara vertikal yang disebut diel vertical migration (DVM) untuk memakan fitoplankton.

DVM penting bagi laut karena zooplankton memakan fitoplankton yang kaya akan karbon. Setelah memangsa fitoplankton ia akan bergerak ke dalam lautan dan melepaskan karbon di lautan yang sangat dalam.

Hal ini membantu proses yang disebut ‘pompa biologis’ yang menangkap karbon dioksida dari udara dan memindahkannya ke laut dalam, dalam kondisi beberapa menyediakan nutrisi bagi organisme lain.

Plankton berjasa produksi oksigen dan serap karbon dioksida

Kontribusi plankton terhadap planet Bumi tak berhenti di rantai makanan. Fitoplankton dan rumput laut menghasilkan 70 persen oksigen Bumi. Faktanya, salah satu jenis fitoplankton, Prochlorococcus menghasilkan oksigen untuk satu dari lima kali tarikan napas manusia.

Tidak hanya membantu menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, fitoplankton juga mengambil karbon dari atmosfer dan menyimpannya jauh di dalam lautan.Artinya, plankton juga mengekang perubahan iklim.

Produksi bahan bakar kendaraan

Plankton juga berjasa dalam pasokan minyak bumi sebagai bahan bakar utama kendaraan. Melalui proses yang berasal dari laut kuno, plankton terlibat dalam produksi bahan bakar.

Ketika plankton mati, mereka tenggelam ke dasar lautan. Di dasar lautan, puing-puing mengendap di atasnya dan reaksi kimia mengubah bahan menjadi lilin kerogen dan bitumen (aspal), tar hitam yang merupakan salah satu bahan utama minyak bumi.

Kerogen juga mengalami perubahan lebih lanjut saat memanas dan berubah menjadi minyak mentah. Kerogen juga bisa berubah menjadi gas alam apabila suhu lebih panas.

SpaceX Torehkan Sejarah, Crew Dragon Sukses ke Stasiun Antariksa Internasional

SpaceX Torehkan Sejarah, Crew Dragon Sukses ke Stasiun Antariksa Internasional

SpaceX Torehkan Sejarah, Crew Dragon Sukses ke Stasiun Antariksa Internasional

SpaceX Torehkan Sejarah, Crew Dragon Sukses ke Stasiun Antariksa Internasional,- SpaceX menyelesaikan bagian pertama dari penerbangan berawak yang bersejarah ke Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station/ISS) pada Minggu 31 Mei pagi. Wahana antariksa Crew Dragon milik SpaceX berhasil melakukan penambatan atau docking dengan laboratorium yang mengorbit tersebut.

Menjadi yang pertama untuk wahana antariksa komersial, Crew Dragon melakukan docking dengan ISS pada pukul 10.16 Waktu Timur AS atau pukul 21.16 WIB, beberapa menit lebih awal dari yang direncanakan, membawa astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley.

Kedua astronaut tersebut memasuki ISS pada pukul 13.22 Waktu Timur AS atau Senin (1/6/2020) pukul 00.22 WIB, setelah palka dibuka.

Proses docking adalah bagian yang sulit dan berbahaya dari misi itu. Wahana antariksa tersebut melakukan serangkaian manuver bertahap untuk memosisikan diri dalam proses pertemuan atau rendezvous dan docking dengan ISS.

Dua astronaut yang berada di wahana tersebut bekerja dengan kontrol misi SpaceX untuk memverifikasi bahwa wahana antariksa itu beroperasi sebagaimana mestinya dengan menguji sistem kontrol lingkungan, sistem layar dan kontrol, serta manuver pendorong, dan lainnya.

“Ini merupakan suatu kehormatan nyata untuk menjadi bagian kecil dari usaha keras selama sembilan tahun ini sejak kali terakhir pesawat antariksa Amerika Serikat (AS) merapat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS),” kata Hurley setelah proses docking rampung.

“Kami harus memberi selamat kepada semua orang di SpaceX, di Hawthorne McGregor dan di Kennedy Space Center. Upaya luar biasa mereka selama beberapa tahun terakhir untuk membuat ini terwujud sangatlah besar,” tambah sang astronaut.

Misi tersebut berjalan dengan lancar, kata para pejabat di Bumi.

Menorehkan Sejarah

Sebelum membuka palka dan masuk ke ISS, Behnken dan Hurley melakukan serangkaian pemeriksaan tekanan dan kebocoran guna memastikan keselamatan mereka. Lubang palka dibuka pada pukul 13.02 Waktu Timur AS atau pukul 24.02 WIB.

“Mereka berhasil. Setelah meluncur dari @NASAKennedy dengan wahana antariksa @SpaceX Dragon Endeavour kemarin, @AstroBehnken dan @Astro_Doug secara resmi bergabung dengan kru @Space_Station pada hari ini pukul 13.02 Waktu Timur AS – membuat sejarah.” cuit NASA.

Kedua astronaut memasuki ISS pada 13.22 Waktu Timur AS. Mereka bergabung dengan rekan astronaut NASA Chris Cassidy dan dua kosmonaut Rusia di ISS, menjadi anggota kru Ekspedisi 63.

Behnken dan Hurley akan melakukan tes pada wahana antariksa Crew Dragon termasuk melakukan penelitian dan tugas-tugas lain dengan kru ISS.

Mereka sukses melakukan docking setelah para astronaut menghabiskan sekitar 19 jam di dalam wahana antariksa Crew Dragon yang mengorbit Bumi, setelah peluncuran pada Sabtu 30 Mei.

Uji Terbang Terakhir SpaceX

Pesawat SpaceX Butuh 19 Jam Kirim Astronot AS ke Stasiun Luar Angkasa

Wahana antariksa Crew Dragon lepas landas menggunakan roket SpaceX Falcon 9 pada Sabtu 30 Mei dari Kompleks Peluncuran 39A yang bersejarah di Kennedy Space Center di Florida.

Peluncuran tersebut menandai kali pertama peluncuran astronaut Amerika dari roket Amerika di tanah Amerika ke ISS sejak 2011. Ini juga kali pertama dalam sejarah, para astronaut NASA meluncur dengan wahana antariksa yang dibuat dan dioperasikan secara komersial ke orbit oleh para kru Amerika.

Setelah mencapai orbit, Behnken dan Hurley mengumumkan bahwa mereka menamai kapsul mereka Endeavour.

Ini merupakan uji terbang terakhir SpaceX untuk Program Kru Komersial NASA dan akan memberikan data penting tentang kinerja roket Falcon 9, wahana antariksa Crew Dragon, dan sistem darat, serta operasi di dalam orbit, docking, dan pendaratan.

Durasi misi tersebut belum diumumkan. NASA mengatakan bahwa hal tersebut akan ditentukan berdasarkan kesiapan peluncuran awak komersial berikutnya.

Malam Ini Bulan, Jupiter, Saturnus Berada Di Posisi Sejajar

Malam Ini Bulan, Jupiter, Saturnus Berada Di Posisi Sejajar

Malam Ini Bulan, Jupiter, Saturnus Berada Di Posisi Sejajar

Malam Ini Bulan, Jupiter, Saturnus Berada Di Posisi Sejajar,- Menemani Anda yang biasa berjaga malam atau pecinta astronomi, dua fenomena hubungannya antara benda langit atau planet akan terlihat di langit Indonesia sore ini jika cuaca.

Kedua fenomena ini adalah kongjungsi dari bulan dan Jupiter, dan kongjungsi triple (Bulan, Jupter dan Saturnus). Berikut ini penjelasan yang lebih rinci menurut para ahli:

1. Konjungsi Tiga: 21.00 WIB

kombinasi atau keselarasan tiga ini terjadi antara Bulan, Jupiter, Saturnus. Kepala Diseminasi Pusat Space Science Institute of Aeronautics dan Antariksa Nasional (Lapan) Sungging Emanuel, mengungkapkan bahwa malam ini, bisa dilihat pukul 21.00 WIB. Anda dapat melihat fenomena ini benda-benda angkasa di Timur agak ke tenggara. Bentuknya menyerupai segitiga tumpul.

“Salah satu sudut tumpul, sudut tumpul terletak di Jupiter,” kata Emanuel.

Dalam mekanisme, bulan perlahan-lahan akan bergerak lebih dekat ke Saturnus, sehingga untuk 24:00 (2020/06/09) membentuk segitiga siku-siku dengan sudut sisi miring dan lurus-Moon Saturnus Jupiter. Fenomena ini dapat diamati dalam arah tenggara dengan ketinggian sekitar 50 derajat di atas cakrawala.

2. Bulan dan Jupiter Konjungsi: 10:37 WIB

Setelah hubungannya tiga antara Bulan, Jupiter, Saturnus. Malam ini fenomena hubungannya atau penyelarasan bulan dan Jupiter akan terjadi pada 22:37 pm dengan sudut pemisahan 2,4 derajat. Emanuel mengatakan, keselarasan ini dapat dilihat dari Timur agak ke tenggara dengan ketinggian sekitar 60 derajat di atas cakrawala.

Dalam mekanisme, bulan 382 dalam 420 kilometer dari Bumi dari pusat ke pusat, dengan permukaan disk yang terkena cahaya dari 90,2 persen atau telah memasuki fase akhir cembung.

Bagaimana untuk mengamati?

Mengamati dua fenomena ini, Anda dapat melakukannya tanpa alat bantu optik. “Jika konjungsi planet-planet dan bulan tidak harus menggunakan teleskop untuk melihat (dengan mata) bisa juga dengan langsung, yang merupakan surga tanpa awan yang signifikan,” kata Emanuel.

Kemudian, karena banyak orang bingung fenomena keselarasan atau dalam hubungannya dengan fenomena lain, Emanuel adalah memberikan saran untuk menemukan itu di langit IDN Poker Deposit Pulsa Indosat.

Emanuel mengatakan bahwa ketika konjungi, dua benda langit muncul di samping satu sama lain untuk jangka waktu yang cukup lama. “Jika waktu berikutnya langkah ini tentunya tidak bersamaan, tapi misalnya pada malam hari tampaknya pendekatan dan ruang bawah tanah (konjungsi atau keselarasan),” katanya.

Untuk bagiannya, terkait dengan efek dari fenomena Konjungsi kondisi Cosmos di Bumi, Anda dapat bernapas lebih mudah. Emanuel mengatakan bahwa fenomena ini tidak berpengaruh pada bumi. Seiring hanya menarik untuk menonton dan pendidikan dilakukan, jika Anda memiliki kepentingan dalam ruang.

Sumber: Kompas.com

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun,- Kelelawar memiliki banyak manfaat bagi Bumi, mereka menyerbuki tanaman, memakan serangga pembawa penyakit, serta menyebarkan benih yang membantu regenerasi hutan tropis.

Kelelawar dan sekelompok mamalia lainnya juga merupakan pembawa alami virus corona. Untuk lebih memahami kelompok virus yang sangat beragam ini, termasuk yang menyebabkan COVID-19, para ilmuwan membandingkan perbedaan jenis virus corona yang hidup pada 36 spesies kelelawar, mulai dari bagian barat Samudra Hindia hingga Afrika.

Mereka menemukan bahwa berbagai genus dan keluarga kelelawar, memiliki strain unik dari virus corona itu sendiri. Hasilnya juga mengungkapkan bahwa kelelawar dan virus corona telah berevolusi bersama-sama selama jutaan tahun.

“Kami menemukan bahwa ada sejarah evolusi yang mendalam antara kelelawar dan coronavirus,” kata Steve Goodman, ahli biologi dari Field Chicago Museum sekaligus penyusun studi ini mysmumn.org.

“Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana virus corona berevolusi dapat membantu program kesehatan publik di masa depan,” imbuhnya.

Studi ini diipimpin oleh para ilmuwan dari Université de La Réunion, Léa Joffrin dan Camille Lebarbenchon, yang melakukan analisis genetika di laboratorium, berfokus pada penyakit menular baru yang muncul di pulau di bagian barat Samudra Hindia.

Banyak orang menggunakan “virus corona” sebagai sinonim “COVID-19”. Namun, bagaimana pun juga, ada jenis virus corona yang berbeda-beda, sama seperti banyaknya spesies kelelawar. Beberapa di antaranya masih belum diketahui ada yang dapat menular ke manusia, tapi ada juga yang tidak berbahaya.

Coronavirus dari kelelawar yang dipelajari dalam penelitian ini, berbeda dari yang ada pada COVID-19. Meski begitu, dengan mempelajari tentang coronavirus pada kelelawar secara umum, kita dapat lebih memahami virus yang memengaruhi kita saat ini.

Semua hewan memiliki virus yang hidup di dalam tubuh mereka, dan kelelawar secara alami menjadi pembawa virus corona. Virus-virus ini tidak berbahaya bagi kelelawar. Namun, berpotensi berbahaya jika meloncat ke spesies lainnya.

Studi ini meneliti hubungan genetika antara berbagai jenis virus corona untuk memberi pemahaman yang lebih baik tentang transfer virus dari hewan ke manusia.

Goodman, yang telah tinggal di Madagaskar selama beberapa dekade, mengambil swab dan beberapa kasus sampel darah dari seribu kelelawar yang mewakili 36 spesies di pulau-pulau di Samudra Hindia bagian barat serta wilayah Mozambik. Delapan persen dari kelelawar yang mereka teliti diketahui membawa coronavirus.

“Ini adalah perkiraan yang sangat kasar dari proporsi kelelawar yang terinfeksi. Ada peningkatan bukti untuk variasi musiman dalam sirkulasi virus ini pada kelelawar menunjukkan bahwa jumlahnya dapat sangat beragam dalam setahun,” kata Camille Lebarbenchon, ahli ekologi penyakit di Université de La Réunion.

Ilustrasi virus corona yang menyerang organ tubuh

Para peneliti melakukan analisis genetika dari virus corona yang ada pada kelelawar-kelelawar tersebut. Dengan membandingkan coronavirus yang diisolasi dan diurutkan dalam konteks penelitian ini dengan yang berasal dari mamalia lain termasuk lumba-lumba, alpaca, dan manusia, para peneliti mampu membangun pohon keluarga coronavirus raksasa. Silsilah keluarga ini menunjukkan bagaimana berbagai jenis virus corona saling berhubungan satu sama lain.

“Kami menemukan bahwa masing-masing genera dari keluarga kelelawar yang memiliki virus corona, punya strain-nya sendiri,” kata Goodman.

Sebagai contoh, kelelawar pemakan buah dari keluarga Pteropodidae yang membentuk kelompok sendiri di pohon mereka, secara genetika memiliki jenis virus corona yang berbeda dari grup kelelawar lain, meski ditemukan di zona geografis yang sama Daftar Poker Online Indonesia.

“Meksi begitu, berdasarkan sejarah evolusi dari kelompok kelelawar yang berbeda, jelas bahwa ada koeksistensi yang mendalam antara kelelawar (pada tingkat genus dan keluarga) dan virus corona,” ungkap Goodman.

Mempelajari bagaimana berbagai jenis virus corona berevolusi bisa menjadi kunci untuk mencegah wabah di masa depan. “Sebelum benar-benar menyusun program kesehatan yang mencoba menangani kasus penularan penyakit dari hewan ke manusia, atau sebaliknya, Anda perlu tahu dulu virus apa saja yang ada di luar sana. Ini semacam cetak biru,” paparnya.

Goodman menambahkan, studi ini menyoroti pentingnya koleksi museum. Para peneliti menggunakan spesimen kelelawar yang disimpan di Field Museum untuk mengonfirmasi identitas hewan yang terlibat dalam studi ini. Spesimen-spesimen tersebut membantu meyakinkan mereka kelelawar dari geografis mana saja yang memiliki virus corona.

Terlepas dari kenyataan bahwa kelelawar membawa virus corona. Goodman menekankan, kita tidak seharusnya merespons dengan melukai atau memusnahkan kelelawar atas nama kesehatan manusia.

“Ada banyak bukti bahwa kelelawar penting bagi ekosistem. Apakah itu untuk penyerbukan bunga, penyebaran buah-buahan, atau mengonsumsi serangga (terutama yang bertanggung jawab atas penularan berbagai penyakit kepada manusia,” katanya.

“Manfaat yang mereka berikan untuk kita, melebihi potensi negatif apa pun,” pungkas Goodman.

Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya

Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya

Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya

Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya,- Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa senyawa yang diperkenalkan pada awal 1990-an, untuk menggantikan bahan kimia yang menipiskan lapisan ozon dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia jahat lainnya, yang bertahan di lingkungan tanpa batas.

Di masa lalu, penggunaan bahan kimia yang menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang dikenal sebagai chlorofluorocarbon (CFC) dapat memicu perubahan sirkulasi atmosfer.

Sejak 2000, para ahli menemukan bahwa perubahan itu mulai berhenti dan bahkan mungkin berbalik karena Protokol Montreal, yang bertujuan melarang manusia menggunakan zat CFC yang dinilai bisa merusak lapisan ozon.

Meski begitu, penelitian baru ini menunjukkan peraturan itu memiliki beberapa konsekuensi Poker Online Indonesia.

Bahan kimia yang dimaksud adalah asam rantai pendek perfluoroalkyl carboxylic acids (scPFCAs), yang merupakan kelas bahan kimia buatan manusia yang digunakan dalam aplikasi elektronik, pemrosesan industri, konstruksi, dan pendingin udara.

Itu termasuk dalam kelompok zat polyfluoroalkyl yang lebih luas, yang dikenal sebagai PFAS atau “bahan kimia selamanya” karena kegigihannya yang telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kanker.

Dilaporkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, para ilmuwan dari York University dan Environment and Climate Change Canada baru-baru ini menemukan keberadaan scPFCA yang tumbuh dalam ekosistem saat ini dengan melihat sampel inti es yang diambil dari Kutub Utara.

Kutub Utara. [Shutterstock]

“Inti-inti es dapat berguna karena itu berfungsi sebagai kapsul waktu dan memberikan catatan kontaminasi. Dengan demikian, itu adalah satu-satunya cara kita dapat memahami tren ini,” ucap Cora Young, asisten profesor dan ahli kimia lingkungan di York University, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (19/5/2020).

Bahan kimia yang ditemukan itu tidak rusak di lingkungan dan pasti berakhir di jaringan manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa bahan kimia ditandai oleh resistensi terhadap degradasi lingkungan dan berpotensi dampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Young menjelaskan bahwa bahan kimia itu menumpuk di tanaman, termasuk yang dikonsumsi manusia. Sayangnya, masih sangat sedikit yang diketahui tentang potensi bahaya manusia dan ekologis senyawa ini sehingga penelitian lebih lanjut harus dilakukan.

mengambil-bisa-ular

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat,- Gigitan ular menimbulkan ancaman yang berbahaya bagi manusia. Cenderung ada lebih banyak kematian terkait ular dalam satu minggu, dibanding akibat lebah selama satu tahun penuh.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80 ribu hingga 140 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat gigitan ular.

Salah satu alasan mengapa angkanya sangat tinggi adalah karena gigitan ular sering terjadi di alam liar. Dan selama ini, perawatan yang dilakukan kerap membutuhkan pengaturan klinis dan pemberian antivenom intravena.

Cara Atasi Gigitan Ular Berbisa adalah dengan Menghisap Lukanya ...

Sebuah studi terbaru, bagaimanapun juga, dapat memberikan pilihan pengobatan untuk membantu menjaga korban gigitan ular tetap hidup sampai pengobatan yang tepat dapat diberikan IDN Poker 99 Online.

Menurut penelitian terbaru dari Liverpool School of Tropical Medicine, pemberian obat oral kepada korban gigitan ular dengan “dimercaprol, dan turunannya 2,3-dimercapto-1-propanesulfonic acid (DMPS)” dapat menghambat penyebaran racun ular untuk sementara waktu.

Lebih lanjut, obat tersebut bahkan lebih kuat ketika kemudian dikombinasikan dengan antivenom tradisional.

Daftar RS di Jakarta yang Sediakan Serum Anti-Bisa Ular

Studi mereka menunjukkan bahwa DMPS dapat digunakan sebagai obat oral bagi korban gigitan ular sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara antivenom dibutuhkan setelah pasien tiba di rumah sakit. Dengan kata lain, pengobatan dini dengan DMPS memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa.

“Keuntungan menggunakan senyawa seperti DMPS adalah ia sudah menjadi obat berlisensi yang telah terbukti aman dan terjangkau,” kata profesor Nicholas Casewell yang terlibat dalam penelitian tersebut.

“Obat ini secara efektif dapat menetralisir racun ular, menawarkan intervensi awal untuk gigitan yang mengancam jiwa dari ular semacam beludak sisik gergaji,” pungkasnya.

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi,- Menurut sebuah studi terbaru, uji bom nuklir yang dilakukan saat Perang Dingin menyebabkan peningkatan curah hujan dalam dua tahun. Ini terjadi di hingga ribuan mil jauhnya dari pusat peledakan.

Lebih dari setengah abad lalu, ‘perlombaan’ senjata nuklir meningkat saat negara-negara di dunia bersitegang akibat Perang Dunia II. Kemudian, selama Perang Dingin pada 1950 hingga 1960-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan uji coba nuklir di beberapa tempat di dunia, mulai dari Pasifik Selatan hingga gurun pasir di Amerika Barat Daya.

Situs-situs pengujian tersebut masih menanggung akibatnya hingga sekarang dan beberapa area memiliki radiasi yang tinggi sehingga tidak bisa ditinggali sama sekali. Namun, dampaknya tidak hanya itu saja. Antara 1962 hingga 1964, diketahui bahwa polusi radioaktif menyebar ke seluruh atmosfer, mengionisasi udara dan melepaskan muatan listrik yang mengubah pola curah hujan.

Meninjau catatan sejarah antara 1962 hingga 1964 dari dua stasiun cuaca di Inggris, para peneliti dari University of Reading menjelaskan bagaimana muatan listrik sebagai hasil dari radiasi uji ledakan dapat memengaruhi awan hujan saat itu.

Dipublikasikan pada jurnal Physical Review Letters, para peneliti menyatakan bahwa awan tampak lebih tebal dan curah hujan 24% lebih banyak saat tingkat radioaktif tinggi IDN Poker 88 Online.

“Dengan mempelajari radioaktif yang dilepaskan dari uji senjata selama Perang Dingin, para ilmuwan saat itu menemukan pola sirkulasi atmosfer. Kini, kami menggunakan lagi data tersebut untuk mengetahui dampaknya pada curah hujan,” kata Giles Harrison, pemimpin penelitian sekaligus Professor od Atmospheric Pysics di University of Reading.

“Perang Dingin yang bermuatan politik memicu perlombaan senjata nuklir dan menimbulkan kegelisahan di seluruh dunia. Namun, beberapa dekade kemudian, uji bom nuklir tersebut menjadi cara untuk mengetahui bagaimana muatan listrik dapat memengaruhi hujan,” tambahnya.

Diduga muatan listrik dapat mengubah bagaimana tetesan air di awan bertabrakan dan menyatu, yang kemudian memengaruhi ukuran dan curah hujan. Hujan yang dihasilkan awan bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat kondensasi dan seberapa cepat tetesan air dapat memperoleh massa–membuat mereka cukup berat untuk jatuh ke permukaan.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa temuan mereka mungkin bermanfaat untuk penelitian geoengineering. Menentukan bagaimana muatan listrik mungkin berperan dalam memengaruhi hujan, kemudian berpotensi mengurangi kekeringan atau mungkin mencegah banjir.

gigi-gingsul

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?,- Gigi gingsul mungkin menjadi daya ketertarikan tersendiri bagi beberapa orang. Sebagian menganggap senyuman dengan gigi gingsul terlihat lebih manis, tapi ada juga yang terganggu dengan keberadaannya sehingga memutuskan dicabut.

Memang, setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing terhadap gigi gingsul. Namun jika dilihat dari sisi kesehatan, adakah dampak yang ditimbulkan dari gigi gingsul? Lalu, haruskah gigi gingsul dicabut?

Gigi gingsul dicabut, ini pengaruhnya terhadap kesehatan mulut

Beberapa orang merasa gigi gingsul tidak selalu terlihat buruk sehingga berpikir untuk tidak dicabut. Bahkan, di Jepang, gigi gingsul justru menjadi hal yang sangat diidam-idamkan dan menjadi tren di antara para remaja.

Sayangnya, gigi gingsul ternyata juga dapat berdampak pada gangguan kesehatan yang tentunya bisa menimbulkan rasa tak nyaman di daerah mulut.

Kondisi gigi gingsul sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal. Pada orang dengan rahang yang terlalu kecil, gigi yang tumbuh dengan padat akhirnya akan bergeser sehingga akhirnya tumbuh ke arah yang tak seharusnya.

Ada juga yang memiliki ukuran rahang yang berbeda antara atas dan bawah. Biasanya kondisi ini juga disertai overbite, gigi atas yang terlalu maju ke depan atau under bite, di mana rahang bawah menonjol ke depan dan menyebabkan gigi bawah memanjang melampaui gigi atas.

gigi gingsul

Selain itu, gigi gingsul bisa disebabkan karena adanya pergeseran antara gigi susu dengan gigi permanen yang akan tumbuh. Terkadang gigi susu yang belum terlepas dapat bergeser dan membengkok di antara kedua gigi permanen karena ukurannya terlalu kecil untuk mengisi ruang gusi.

Beberapa kasus gigi gingsul seringnya dibiarkan, tapi terkadang kondisi ini juga bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Salah satunya, gigi gingsul mungkin dapat mengganggu Anda saat mengunyah makanan sehingga harus dicabut.

Proses yang seharusnya mudah ini bisa menjadi sulit dan terasa menyiksa. Hal ini nantinya dapat berujung pada masalah pencernaan.

Anda pun mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama saat membersihkan gigi. Bila tidak dirawat dengan baik, gingsul bisa menjadi tempat bertumbuhnya mikroba jahat di dalam mulut.

Jika dibiarkan, tentu saja hal ini bisa menimbulkan penumpukan plak penyebab gigi berlubang serta infeksi pada gusi.

Lantas, haruskah gigi gingsul dibiarkan atau dicabut?

Sebenarnya, gingsul tidak harus dicabut selama tidak mengganggu, terutama bila posisi gigi gingsul tidak terlalu maju dan jauh bergeser dari susunan lurus gigi.

Namun, pencabutan gigi mungkin akan diperlukan jika gigi memiliki masalah overcrowding di mana gigi tumbuh dengan kepadatan berlebih yang membuatnya saling tumpeng tindih.

Bagi Anda yang lebih percaya diri dengan tampilan gigi yang rapi, ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi gingsul. Berikut beberapa di antaranya:

Kawat gigi

pemakai behel kawat gigi

Metode ini telah banyak digunakan bagi yang ingin membuat tampilan gigi menjadi lebih rapi. Kawat gigi bisa digunakan oleh berbagai kalangan usia, tapi akan lebih baik penggunaannya pada anak-anak yang jaringan tulang dan gusinya lebih fleksibel dan lentur.

Kawat gigi juga terdiri dari beberapa pilihan seperti kawat gigi logam, keramik, dan kawat gigi berbahan plastik transparan.

Jenis kawat gigi yang paling umum digunakan adalah kawat gigi berbahan metal dengan tambahan karet berwarna-warni. Kawat gigi jenis ini cocok digunakan bagi orang-orang yang memiliki susunan gigi yang lebih berantakan.

Accelerated orthodontic

accelerated orthdontic

Serupa dengan kawat gigi, metode ini dilakukan untuk meluruskan susunan gigi. Bedanya, metode ini menggunakan bantuan perangkat yang akan membuat proses meluruskan gigi jadi lebih singkat.

Salah satunya adalah menggunakan alat bernama Acceledent. Nantinya, alat ini akan bekerja secara otomatis dengan mendorong gigi bengkok dengan lembut ke arah posisi kawat gigi.

Bagaimanapun, membenarkan posisi gigi gingsul tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan kondisi susunan gigi yang Anda miliki.

Anda mungkin perlu pindai x-ray untuk mengetahui posisi gigi dan melihat adanya gigi yang akan tumbuh sebelum memulai perawatan. Maka dari itu, konsultasikan dahulu kepada dokter gigi untuk gigi gingsul perlu dicabut atau dibiarkan.

Teknik Okulasi agar Menghasilkan Buah Alpukat Berkualitas

Teknik Okulasi agar Menghasilkan Buah Alpukat Berkualitas

Teknik Okulasi agar Menghasilkan Buah Alpukat Berkualitas

Teknik Okulasi agar Menghasilkan Buah Alpukat Berkualitas,- Pohon alpukat lazimnya dibudidayakan melalui benih, yang bisa dibeli di toko pertanian daring maupun luring. Tapi hasil buah dari budidaya ini adakalanya mengecewakan. Sebab ada kemungkinan menghasilkan buah alpukat tidak seperti yang Anda harapkan.

Ada teknik lain agar tanaman alpukat Anda bisa menghasilkan buah seperti yang diharapkan, yaitu dengan cara okulasi. Setelah bibit tumbuh hingga ketinggian sekitar 1 – 1,5 meter, inilah saatnya untuk mulai melakukan okulasi pada cabang-cabang penghasil buah.

7-manfaat-kesehatan-buah-alpukat

Seperti dilansir Hunker, ada 7 langkah yang harus dilakukan dalam proses okulasi tersebut.

Langkah 1

Pilih tunas dari pohon alpukat yang sehat dan produktif. Tunas terbaik terletak di dekat ujung cabang yang berdiameter 0,5 cm hingga 2 cm.

Langkah 2

Potong ujung cabang sehat sepanjang 15 cm yang masing-masing berisi beberapa tunas, menggunakan pisau tajam. Ambil enam hingga delapan stek, bungkus dengan tisu basah, dan letakkan dalam mangkuk es agar tetap dingin dan lembab.

Langkah 3

Buat potongan berbentuk T di cabang pohon batang bawah, sekitar 30 cm dari batang. Bagian panjang T harus sekitar 2,5 cm. Buat potongan yang lebih pendek dan menyilang, 1/3 dari jalan melewati cabang. Putar pisau sedikit untuk menjauhkan kulit kayu dari tempat kedua luka bertemu.

Langkah 4

Periksa cabang yang Anda potong dan taruh di mangkuk. Pilih kuncup yang sehat, dan potong dari cabang, mulai 1,5 cm inci di bawah kuncup dan berakhir 2 cm di atasnya.

Langkah 5

Bawa tunas yang dipilih kembali ke batang bawah. Geser ujung panjang tunas ke bagian panjang potongan berbentuk T, cocokkan tunas dengan potongan horizontal pada T.

Langkah 6

Bungkus hasil okulasi dengan isolasi karet, dengan tanpa menutupi tunasnya. Ulangi langkah 3 hingga 5 di berbagai area pohon sampai Anda telah menggunakan tunas dari semua batang tunas.

Langkah 7

Lepaskan isolasi karet ketika tunas telah sembuh dan tunas mulai terbuka (sekitar tiga hingga empat minggu). Saat cabang-cabang baru ini tumbuh dan matang, buah alpukat akan diproduksi.

gettyimages-1167388780-640x640

4 Manfaat Medis Ganja Bagi Kesehatan

4 Manfaat Medis Ganja Bagi Kesehatan

4 Manfaat Medis Ganja Bagi Kesehatan,- Penggunaan ganja memang cukup kontroversial di dunia. Keberadaannya pun dianggap ilegal dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang, tapi di sisi lain sebenarnya tanaman yang juga tumbuh subur di Indonesia ini merupakan obat yang manfaat positifnya ternyata cukup banyak.

Namun, meski penggunaannya tidak selalu berbahaya, ganja bisa mempengaruhi tubuh dan pikiran Anda kapan saja ketika ia memasuki tubuh.

Ganja berasal dari tanaman bernama Cannabis Sativa. Ia memiliki bahan aktif yang disebut THC, yang membuat Anda merasa mabuk atau high. THC dan bahan lain dalam ganja juga bisa memengaruhi kinerja tubuh Anda.

Motor neuron disease symptoms may be relieved by cannabis sativa plant

Kebanyakan orang merokok daun ganja kering, bunganya, stemnya, dan juga bijinya. Namun, ganja juga bisa dicampur ke dalam makanan (seperti brownies, cookies, bahkan masakan tradisional seperti gulai), diseduh sebagai teh, atau dihirup dengan vaporizer.

Dikutip dari WebMD, ganja atau mariyuana bisa menjadi obat bila diolah secara medis. Dustin Sulak, DO, adalah dokter yang meneliti dan membuat mariyuana medis.

LIVE INTERVIEW: Dr. Dustin Sulak on Medical Cannabis Dosing - YouTube

Sulak merekomendasikan beberapa jenis mariyuana kepada para pasiennya dan melihat hasil yang mengejutkan. Pasien dengan sakit kronis perlu sedikit obat resep.

Pasien dengan multiple sclerosis mengalami lebih sedikit kejang otot dibanding sebelumnya. Pasien dengan peradangan usus parah mulai bisa makan lagi.

“Respon-respon ini adalah yang paling luar biasa bagi saya. Dengan penyakit peradangan usus, kami melihat pasien yang terlihat seperti tak ada harapan untuk sembuh ternyata bisa membaik secara dramatis,” tutur Sulak, yang bekerja di Maine Integrative Healthcare di Manchester.

Maine sendiri adalah 1 dari 20 daerah, bersama dengan District of Columbia, di mana mariyuana medis dianggap legal di mata hukum.

Pengalaman Sulak ini cukup kuat dan menambahkan sejarah panjang ganja sebagai obat terapeutik. Masalahnya, karena ganja tergolong barang ilegal, sulit untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Empat jenis mariyuana yang biasa digunakan untuk keperluan medis

Di Amerika Serikat sendiri, ada empat jenis ganja yang sudah diizinkan untuk diproduksi demi keperluan obat atau medis, yaitu:

  • Marinol dan Cesamet : dua obat ini digunakan untuk mengatasi mual dan kehilangan nafsu makan terkait kemoterapi dan pada pasien pengidap AIDS. Ini bentuk lain dari THC, yang merupakan bahan utama ganja yang memberikan rasa high. Kedua obat ini disetujui FDA pada tahun 1980-an.
  • Epidiolex : obat ini digunakan pada anak-anak penderita epilepsi dan FDA melegalkannya pada tahun 2013, Namun, penggunaannya secara umum sangat dilarang.
  • Sativex : saat ini sedang diuji secara klinis di Amerika Serikat dan merupakan obat untuk mengatasi kanker payudara. Ia merupakan kombinasi dari bahan kimia yang terkandung di dalam tanaman ganja dan disemprotkan ke mulut. Sativex disetujui di lebih dari 20 negara untuk mengatasi kejang otot dari MS dan sakit kanker.

Manfaat kesehatan dari ganja

Seperti dilansir dari Business Insider, ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang, termasuk Anda, mungkin.

Kita tahu bahwa menggunakan ganja (bahkan sampai berlebihan dan mungkin menggunakannya bukan untuk medis) akan menyebabkan masalah kesehatan bagi kita sendiri, mulai dari kurangnya kualitas sperma, kecemasan berlebih, tekanan darah rendah, dan lainnya.

Namun, ternyata sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatannya bisa lebih banyak, seperti:

1. Mencegah Glaukoma

Ganja bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata terkena penyakit glaukoma, yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, dan menyebabkan kehilangan penglihatan. Ganja mengurangi tekanan tersebut.

Glaukoma – Penyebab, Gejala dan Penanganan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, orang yang membakar ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ganja bisa memperlambat proses terjadinya penyakit ini, sekaligus mencegah kebutaan.

2. Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association pada Januari 2012, ganja tidak merusak fungsi paru-paru dan bahkan bisa meningkatkan kapasitas paru-paru.

Lima Cara Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru | Republika Online

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

3. Mencegah Kejang karena Epilepsi

Penyebab Kejang Epilepsi Kambuh Saat Tidur dan Cara Mencegahnya ...

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak ganja dan ganja sintetis pada tikus epilepsi.

Obat ganja ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Cannabinoid seperti bahan aktif dalam ganja, THC, mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

4. Mematikan Beberapa Sel Kanker

Kanker : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Hello Sehat

Kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol dapat menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1, dalam sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco, yang dilaporkan pada tahun 2007. Dalam banyak kasus, dipercaya bahwa ganja mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.

Bukan Berarti Aman

Meskipun manfaat medisnya secara positif penting, tapi kalau penggunaannya tidak digunakan dengan baik dan bijak, dan juga terlalu banyak, Anda mungkin justru akan mengalami kerugian bagi diri Anda sendiri.

Belum lagi, belum ada penelitian tentang efek jangka panjang penggunaan ganja. Jadi, jika ada obat lain yang lebih efektif (dan legal), sepertinya Anda belum harus beralih ke mariyuana.