Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat Berbahaya bagi Kesehatan – Saat mengonsumsi obat tertentu, hal umum yang akan dilakukan adalah membaca petunjuk penggunaan obat. Ini terkait dengan seberapa banyak dosis dan kapan harus mengonsumsi obat tersebut.

Tetapi, apakah kamu tahu bahwa beberapa jenis makanan tertentu dapat mengubah obat menjadi bencana bagi tubuh? Beberapa jenis makanan dan minuman seperti susu, kopi, teh, jus dan bahkan sayuran dapat mengubah kekuatan dan efektivitas obat tertentu.

Kamu pasti tahu, beberapa jenis obat perlu dikonsumsi bersama makanan untuk meningkatkan efektivitasnya. Kendati demikian, pastikan kamu tidak asal mengonsumsi makanan dan obat-obatan secara bersamaan. Sebab, kombinasi makanan dan obat yang salah dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat maupun peningkatan efek samping.

Antibiotik + susu

Meskipun sehat, ternyata susu tak selalu memperlakukan tubuh dengan baik. Kalsium dalam susu dapat mencegah penyerapan antibiotik oleh tubuh.

Sehingga, saat mengonsumsi antibiotik tertentu kamu tak dianjurkan untuk mengonsumsi susu, yogurt, produk susu dan jus yang diperkaya dengan kalsium. Kombinasi kalsium dan antibiotik dapat memberikan efek berlebih antibiotik bagi tubuh.

Rumput laut dan obat antitiroid

Menurut penelitian dalam Endocrine Journal, pasien yang mengonsumsi obat antitiroid untuk hipertiroidisme harus membatasi konsumsi makanan kaya yodium, seperti rumput laut.

Semakin tinggi asupan yodium dalam diet, semakin tinggi dosis obat yang dibutuhkan. Sebab, interaksi antara obat dan makanan tersebut menyebabkan khasiat obat menjadi kurang efektif.

Jeruk nipis dan obat batuk atau penurun kolesterol

Jeruk nipis tidak boleh dikonsumsi bersama dengan obat penurun kolesterol, seperti statin; dan obat penekan batuk, seperti dextromethorphan. Sebab, dilansir dari laman Men’s Health, jeruk nipis dapat memblokir enzim yang memecah statin dan dextromethorphan. Ini menyebabkan obat menumpuk di aliran darah yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Efek samping yang mungkin terjadi, yaitu halusinasi, kantuk, dan kerusakan otot yang parah. Efek samping dari kombinasi buah dan obat-obatan ini dapat bertahan selama sehari atau lebih.

Jeruk bali dan beberapa jenis obat

Menurut Food and Drug Administration, jeruk bali diketahui dapat berinteraksi secara negatif terhadap beberapa jenis obat-obatan. Jeruk bali tidak boleh dikonsumsi dengan obat penurun tekanan darah atau siklosporin karena jeruk bali dapat menyebabkan level obat-obatan yang lebih tinggi di dalam tubuh, sehingga meningkatkan efek samping obat tersebut.

Jeruk bali juga dapat berinteraksi dan menyebabkan peningkatan tingkat darah ketika dikonsumsi bersama obat buspirone, quinerva atau quinite, dan triazolam.

Akar manis dan digoxin

Orang yang menggunakan digoxin untuk mengatasi masalah jantung perlu menghindari konsumsi akar manis. Sebab, akar manis dapat meningkatkan risiko toksisitas digoxin. Digoxin digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif dan irama jantung abnormal. Menurut laman Times Union, konsumsi akar manis juga dapat mengurangi efek obat tekanan darah atau obat diuretik, termasuk hydrochlorothiazide dan spironolactone.

Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19

Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19

Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19

Obat Bebas Dexamethasone Ampuh Sembuhkan COVID-19 – Dexamethasone, ‘obat warung’ yang selama ini dijual murah dan mudah ditemukan di mana saja, disebut ampuh menyembuhkan pasien Covid-19.

Hasil penelitian yang diumumkan Selasa menunjukkan bahwa Dexamethasone mampu mengurangi rerata kematian hingga sepertiga pada pasien Covid-19 parah yang masuk rumah sakit.

“Dexamethasone obat murah, ada di mana-mana dan bisa langsung digunakan untuk menyelamatkan nyawa orang-orang di seluruh dunia dengan segera,” kata Peter Horby, pemimpin studi di Universitas Oxford.

Kabar baik perkembangan obat untuk COVID-19 kembali terdengar. Peneliti dari University of Oxford baru saja mempublikasikan hasil studi mereka mengenai penggunaan obat dexamethasone untuk pasien COVID-19. Hasil menunjukkan bahwa obat ini efektif untuk meningkatkan survival rate atau tingkat keselamatan pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyambut terobosan ilmiah ini dengan baik. Mereka berharap dexamethasone dapat mengurangi kematian COVID-19 secara global.

Dexamethasone merupakan salah satu jenis steroid

Dexamethasone adalah obat telah digunakan sejak tahun 1960-an. Ia termasuk ke dalam golongan corticosteroid yang berfungsi untuk mengatasi peradangan atau inflamasi, alergi, asma, hingga penyakit autoimun.

Obat ini tersedia dalam banyak bentuk, mulai dari tablet, cair, tetes mata, hingga tetes telinga. Selain itu, dexamethasone juga tersedia sebagai injeksi yang biasa digunakan untuk pasien pasca-operasi.

Sebelumnya, dexamethasone pernah digunakan untuk mengobati acute respiratory distress syndrome (ARDS), komplikasi infeksi pernapasan seperti COVID-19. Namun hasilnya tidak menentu, ada yang baik ada pula yang buruk. Begitu pula saat dipakai untuk menangani SARS dan MERS.

Studi Oxford menyebutkan bahwa obat ini bisa mengurangi kematian pasien COVID-19

Dexamethasone diuji melalui metode randomised evaluation of COVID-19 therapy (RECOVERY). Obat ini diberikan kepada 2104 pasien sebanyak 6 miligram sehari dalam sepuluh hari (secara oral maupun injeksi vena). Hasil kemudian dikomparasi dengan 4321 pasien yang menjalani perawatan medis biasa.

Hasil menunjukkan bahwa obat ini mampu mengurangi kematian sebanyak sepertiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan seperlima untuk pasien yang menggunakan oksigen. Sedangkan pada pasien yang tidak membutuhkan pertolongan pernapasan tak tampak hasil yang serupa.

Mengutip keterangan dari University of Oxford, tim peneliti menyimpulkan bahwa dexamethasone dapat mencegah satu kematian dari delapan pasien dengan ventilator. Obat ini juga bisa mencegah satu kematian dari 25 pasien yang membutuhkan pertolongan oksigen.

Bagaimana mekanisme dexamethasone bekerja?

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang efek obat ini pada pasien COVID-19, IDN Times menghubungi dr. Erlang Samoedro, Sp.P yang saat ini berpraktik di RS Pelni Jakarta sebagai dokter paru-paru.

Jadi ketika terinfeksi COVID-19, virus akan melipatgandakan dirinya di dalam sel-sel pernapasan. Sebagai pertahanan, sistem imun akan menyebabkan inflamasi atau peradangan. Dexamethasone dalam hal ini bekerja untuk menekan sistem imun sehingga efek inflamasi tidak semakin besar dan menjadi badai sitokin (akibat dari reaksi berlebihan sel darah putih).

8 Pengobatan tradisional yang masih digunakan hingga saat ini

8 Pengobatan tradisional yang masih digunakan hingga saat ini

8 Pengobatan tradisional yang masih digunakan hingga saat ini

8 Pengobatan tradisional yang masih digunakan hingga saat ini,- Jika kamu mengalami gangguan kesehatan yang serius, tentu penanganan medis adalah sebuah keharusan.

Namun bila kamu hanya mengalami batuk, pilek, atau demam, kamu tak perlu untuk minum obat-obatan berbahan dasar kimia. Sebabnya ada beberapa pengobatan tradisional yang alami dan sederhana yang bisa kamu coba.

Apa saja pengobatan tradisional tersebut? Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah daftarnya.

pengobatan tradisional
Kamu sering mengalami migrain? Makanlah apel di pagi hari selama beberapa hari untuk meredakan serangan migrain.

pengobatan tradisional

Kamu bisa mengunyah beberapa biji cengkeh ketika kamu merasa kadar asam dalam perutmu meningkat.

pengobatan tradisional

Minum rebusan kurma di dalam susu sapi sebanyak 2 kali dalam sehari efektif untuk meredakan batuk kering.

pengobatan tradisional

Kamu merasa kekurangan zat besi? Hancurkan 3 biji kurma dan kemudian campur ke dalam setengah cangkir susu hangat. Minuman ini ampuh untuk mencegah anemia.

pengobatan tradisional

Sering merasa pusing saat udara panas? Redakan serangan panas ini dengan minum jus semangka.

pengobatan tradisional

Terkena serangan naiknya asam lambung? Segera kunyah 5-6 lembar daun kemangi.

pengobatan tradisional

Minum segelas jus delima setiap hari bermanfaat untuk meningkatkan tekanan darah rendah.

pengobatan tradisional

Singkirkan sembelit yang mengganggu dengan rajin minum jus buah bit.

Karena pengobatan di atas minim bahan kimia, maka tidak akan memberikan efek samping berbahaya untuk tubuhmu. Selamat mencoba! Daftar Poker IDN

Cara Mengatasi Impulsif dan Pencegahannya

Cara Mengatasi Impulsif dan Pencegahannya

Cara Mengatasi Impulsif dan Pencegahannya. Seperti artikel yang sebelumnya jika Impulsif merupakan tindakan tanpa memandang ke depan yang kurang dipahami, diungkapkan secara dini, berisiko tidak perlu, dan tidak sesuai dengan kondisi. Gangguan mental ini terkait dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diinginkan

Cara Mengatasi Impulsif

Perilaku ini dapat menjadi parah dan melekat, gejalanya seringkali berhasil diobati. Ada banyak perawatan untuk BPD memiliki komponen yang secara khusus menargetkan impulsif.

Berikut ini beberapa cara mengatasi impulsif:

1. Obat-Obatan

Cara mengatasi impulsif dapat menggunakan obat-obatan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) terkadang dikombinasikan dengan antipsikotik dosis rendah yang juga dapat membantu. Penggunaan obat ini cocok apabila perilaku seseorang ekstrem dan berisiko bagi keselamatannya atau orang-orang di sekitarnya.

Selain obat tersebut, berikut sejumlah obat yang secara khusus dapat mengobati impulsif:

  • Antipsikotik atipikal: Abilify dapat mengurangi masalah interpersonal dan sifat impulsif.
  • Stabilisator suasana hati: Lamictal dapat membantu mengurangi impulsif dan kemarahan, sementara Topamax dapat memperbaiki impulsif, kemarahan, dan kecemasan.

Dilihat juga : Pengertian dan Penyebab Perilaku Impulsif

2. Psikoterapi

Dialectical behavior therapy (DBT) atau terapi perilaku dialektik secara khusus membangun keterampilan yang mengurangi sifat impulsif dan meningkatkan kemampuan untuk berpikir sebelum bertindak. Dengan perawatan untuk menangani emosi yang kuat, pengidap BPD lebih siap untuk menghadapi situasi tanpa pertentangan.

Perhatian yang penuh, keterampilan yang diajarkan dalam DBT dapat mendorong seseorang untuk tetap pada saat ini. Kondisi ini dapat membantu untuk tetap lebih sadar akan tindakan sehingga meluangkan waktu untuk mempertimbangkan konsekuensinya.

Menjalani cara ini dapat membantu seseorang meluangkan waktu untuk memikirkan pilihan, memberdayakan untuk membuat keputusan yang lebih rasional tentang bagaimana merespons peristiwa terhadap lingkungan. Meditasi perhatian penuh adalah bekal yang sering digunakan untuk mendukung pelatihan.

Pencegahan Perilaku Impulsif

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan perilaku impulsif adalah dengan menghilangkan efek positif jangka pendeknya. Segera setelah terlibat dalam perilaku ini, segera lakukan analisis berantai untuk menghubungkan dengan apa seseorang terlibat dalam perilaku ini sejak awal.

Dalam analisis berantai, Anda dapat mencoba menghubungkan semua kaitan antara perilaku dan konsekuensinya.

Sumber : doktersehat.com

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi – Indonesia melaporkan kasus tertinggi, penambahan maksimal 693 kasus. Penambahan ini adalah semua waktu setelah penambahan kasus yang tercatat tertinggi sebanyak 689 kasus Mei 13 lalu.

virus corona, sehingga total kasus di Indonesia COVID-19 saat ini di 19 189 kasus. Sementara jumlah pulih maksimum 4575 kasus dan 1342 kematian Link Alternatif Joker123.

Dikutip dari covid19.go.id, rinci memantau perkembangan kasus virus corona di Indonesia, Rabu (20/05/2020):

1. Jumlah kasus positif meningkat 693 adalah 19.189.

2. Jumlah pasien sembuh meningkat 108 menjadi 4,575.

3. Jumlah pasien meninggal 21 meningkat menjadi 1.242.

Data dicatat akumulasi sampai 12:00 hari ini.

Sebelumnya pada Selasa (2020/05/19), jumlah kumulatif kasus positif berdiri di 18.496, dengan 4.467 dari mereka pulih dan 1.221 meninggal.

Jumlah kasus virus COVID-19 mahkota di Indonesia terus meningkat. Hingga Rabu (20/05/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 19.189 orang.
Covid19.go.id dikutip, jumlah pasien yang sembuh jika telah mencapai 4575 dan meninggal pada 1242.

Berikut adalah rincian dari perkembangan kasus virus corona di Indonesia, Rabu (20/05/2020):

1. Jumlah kasus positif meningkat 693 adalah 19.189.

2. Jumlah pasien sembuh meningkat 108 menjadi 4,575.

3. Jumlah pasien meninggal 21 meningkat menjadi 1.242.

Data dicatat akumulasi sampai 12:00 hari ini.

Sebelumnya pada Selasa (2020/05/19), jumlah kumulatif kasus positif berdiri di 18.496, dengan 4.467 dari mereka pulih dan 1.221 meninggal.

mengambil-bisa-ular

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat

Ilmuwan Temukan Cara Baru Mengobati Korban Gigitan Ular dengan Cepat,- Gigitan ular menimbulkan ancaman yang berbahaya bagi manusia. Cenderung ada lebih banyak kematian terkait ular dalam satu minggu, dibanding akibat lebah selama satu tahun penuh.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80 ribu hingga 140 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat gigitan ular.

Salah satu alasan mengapa angkanya sangat tinggi adalah karena gigitan ular sering terjadi di alam liar. Dan selama ini, perawatan yang dilakukan kerap membutuhkan pengaturan klinis dan pemberian antivenom intravena.

Cara Atasi Gigitan Ular Berbisa adalah dengan Menghisap Lukanya ...

Sebuah studi terbaru, bagaimanapun juga, dapat memberikan pilihan pengobatan untuk membantu menjaga korban gigitan ular tetap hidup sampai pengobatan yang tepat dapat diberikan IDN Poker 99 Online.

Menurut penelitian terbaru dari Liverpool School of Tropical Medicine, pemberian obat oral kepada korban gigitan ular dengan “dimercaprol, dan turunannya 2,3-dimercapto-1-propanesulfonic acid (DMPS)” dapat menghambat penyebaran racun ular untuk sementara waktu.

Lebih lanjut, obat tersebut bahkan lebih kuat ketika kemudian dikombinasikan dengan antivenom tradisional.

Daftar RS di Jakarta yang Sediakan Serum Anti-Bisa Ular

Studi mereka menunjukkan bahwa DMPS dapat digunakan sebagai obat oral bagi korban gigitan ular sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara antivenom dibutuhkan setelah pasien tiba di rumah sakit. Dengan kata lain, pengobatan dini dengan DMPS memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa.

“Keuntungan menggunakan senyawa seperti DMPS adalah ia sudah menjadi obat berlisensi yang telah terbukti aman dan terjangkau,” kata profesor Nicholas Casewell yang terlibat dalam penelitian tersebut.

“Obat ini secara efektif dapat menetralisir racun ular, menawarkan intervensi awal untuk gigitan yang mengancam jiwa dari ular semacam beludak sisik gergaji,” pungkasnya.

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan – Produk antivirus berdasarkan Corona penting untuk tanaman (kayu putih) secara resmi dipatenkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dari Departemen Pertanian (Deptan). Produk ini telah bekerja sama dengan PT Indo Pharma Elang (Cap Lang) yang dipasarkan untuk masyarakat umum.

“Saya sangat berterima kasih PT Elang Indo Pharma dapat membantu kita sama-sama, tentu saja, jadi yang tersedia di masyarakat,” kata kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam menandatangani lisensi terkait kerjasama antivirus berbasis Formula esensi eucalyptus, Senin (18/05/2020).

Menurut Fadjry karena proses hanya membuktikan, produk ini telah menerima umpan balik positif dari berbagai pihak. Fadjry mengaku memiliki banyak permintaan dari masyarakat pada produk ini.

“Permintaan cukup banyak seluruh gubernur nelfon saya, semua menteri juga telah menelepon, meminta semua ini, tetapi produk ini belum tersedia, kita masih membuat manual,” katanya.

Untuk tujuan ini, bekerja sama dengan Cap Lang diharapkan dapat mempercepat produksi massal dari produk antivirus ketiga untuk memenuhi permintaan masyarakat Judi Casino Online Android.

“Harapan saya adalah bahwa kita akan mencoba untuk membantu Anda nanti bagaimana ini bisa terdaftar dengan cepat mendorong ke teman Elang PT Indo Pharma dapat menghasilkan cepat juga. Jadi setidaknya kami juga dapat berkontribusi untuk penekanan penyebaran COVID-19,” tambahnya.

Sebelum dipatenkan Fadjry menjelaskan bahwa berbagai jenis tanaman yang diuji, tanaman Euchalyptus atau minyak esensial yang mengandung senyawa aktif 1,8-cineole (ekaliptol) dianggap yang menekan paling mencolok pertumbuhan berbagai jenis virus influenza, termasuk Corona. Berdasarkan tes laboratorium Penelitian dan Pengembangan, virus influenza mampu membunuh virus kayu putih, beta dan gamma virus corona di kisaran 80-100%.

“Dari sekian banyak herbal kami mencoba, minyak esensial (kayu putih) memiliki potensi yang sangat besar, lebih mungkin untuk menekan pertumbuhan virus corona,” katanya kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam konferensi berjudul Peluncuran berdasarkan Corona Anti virus Euchalyptus Jumat (8/5/2020).

Ketiga produk yang telah dipatenkan akan diproduksi dalam bentuk mesin diffuser biasa inhaler, salep atau minyak tetes dapat menetes, untuk virus kalung Corona.

“Kami akan sangat memperluas, ada bentuk-bentuk inhaler, roll on, minyak diffuser dan balsam,” lanjutnya.

gigi-gingsul

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?,- Gigi gingsul mungkin menjadi daya ketertarikan tersendiri bagi beberapa orang. Sebagian menganggap senyuman dengan gigi gingsul terlihat lebih manis, tapi ada juga yang terganggu dengan keberadaannya sehingga memutuskan dicabut.

Memang, setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing terhadap gigi gingsul. Namun jika dilihat dari sisi kesehatan, adakah dampak yang ditimbulkan dari gigi gingsul? Lalu, haruskah gigi gingsul dicabut?

Gigi gingsul dicabut, ini pengaruhnya terhadap kesehatan mulut

Beberapa orang merasa gigi gingsul tidak selalu terlihat buruk sehingga berpikir untuk tidak dicabut. Bahkan, di Jepang, gigi gingsul justru menjadi hal yang sangat diidam-idamkan dan menjadi tren di antara para remaja.

Sayangnya, gigi gingsul ternyata juga dapat berdampak pada gangguan kesehatan yang tentunya bisa menimbulkan rasa tak nyaman di daerah mulut.

Kondisi gigi gingsul sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal. Pada orang dengan rahang yang terlalu kecil, gigi yang tumbuh dengan padat akhirnya akan bergeser sehingga akhirnya tumbuh ke arah yang tak seharusnya.

Ada juga yang memiliki ukuran rahang yang berbeda antara atas dan bawah. Biasanya kondisi ini juga disertai overbite, gigi atas yang terlalu maju ke depan atau under bite, di mana rahang bawah menonjol ke depan dan menyebabkan gigi bawah memanjang melampaui gigi atas.

gigi gingsul

Selain itu, gigi gingsul bisa disebabkan karena adanya pergeseran antara gigi susu dengan gigi permanen yang akan tumbuh. Terkadang gigi susu yang belum terlepas dapat bergeser dan membengkok di antara kedua gigi permanen karena ukurannya terlalu kecil untuk mengisi ruang gusi.

Beberapa kasus gigi gingsul seringnya dibiarkan, tapi terkadang kondisi ini juga bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Salah satunya, gigi gingsul mungkin dapat mengganggu Anda saat mengunyah makanan sehingga harus dicabut.

Proses yang seharusnya mudah ini bisa menjadi sulit dan terasa menyiksa. Hal ini nantinya dapat berujung pada masalah pencernaan.

Anda pun mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama saat membersihkan gigi. Bila tidak dirawat dengan baik, gingsul bisa menjadi tempat bertumbuhnya mikroba jahat di dalam mulut.

Jika dibiarkan, tentu saja hal ini bisa menimbulkan penumpukan plak penyebab gigi berlubang serta infeksi pada gusi.

Lantas, haruskah gigi gingsul dibiarkan atau dicabut?

Sebenarnya, gingsul tidak harus dicabut selama tidak mengganggu, terutama bila posisi gigi gingsul tidak terlalu maju dan jauh bergeser dari susunan lurus gigi.

Namun, pencabutan gigi mungkin akan diperlukan jika gigi memiliki masalah overcrowding di mana gigi tumbuh dengan kepadatan berlebih yang membuatnya saling tumpeng tindih.

Bagi Anda yang lebih percaya diri dengan tampilan gigi yang rapi, ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi gingsul. Berikut beberapa di antaranya:

Kawat gigi

pemakai behel kawat gigi

Metode ini telah banyak digunakan bagi yang ingin membuat tampilan gigi menjadi lebih rapi. Kawat gigi bisa digunakan oleh berbagai kalangan usia, tapi akan lebih baik penggunaannya pada anak-anak yang jaringan tulang dan gusinya lebih fleksibel dan lentur.

Kawat gigi juga terdiri dari beberapa pilihan seperti kawat gigi logam, keramik, dan kawat gigi berbahan plastik transparan.

Jenis kawat gigi yang paling umum digunakan adalah kawat gigi berbahan metal dengan tambahan karet berwarna-warni. Kawat gigi jenis ini cocok digunakan bagi orang-orang yang memiliki susunan gigi yang lebih berantakan.

Accelerated orthodontic

accelerated orthdontic

Serupa dengan kawat gigi, metode ini dilakukan untuk meluruskan susunan gigi. Bedanya, metode ini menggunakan bantuan perangkat yang akan membuat proses meluruskan gigi jadi lebih singkat.

Salah satunya adalah menggunakan alat bernama Acceledent. Nantinya, alat ini akan bekerja secara otomatis dengan mendorong gigi bengkok dengan lembut ke arah posisi kawat gigi.

Bagaimanapun, membenarkan posisi gigi gingsul tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan kondisi susunan gigi yang Anda miliki.

Anda mungkin perlu pindai x-ray untuk mengetahui posisi gigi dan melihat adanya gigi yang akan tumbuh sebelum memulai perawatan. Maka dari itu, konsultasikan dahulu kepada dokter gigi untuk gigi gingsul perlu dicabut atau dibiarkan.

Cerita Pasien 01 Sita Tyasutami Sembuh dari Corona Berkat Berpikir Positif

Cerita Pasien 01 Sita Tyasutami Sembuh dari Corona Berkat Berpikir Positif

Cerita Pasien 01 Sita Tyasutami Sembuh dari Corona Berkat Berpikir Positif

Cerita Pasien 01 Sita Tyasutami Sembuh dari Corona Berkat Berpikir Positif – COVID 01 kasus pasien-19 di Indonesia, Sita Tyasutami berbagi pengalaman mereka saat berperang virus corona (COVID-19). Sita mengatakan pikiran positif dan dukungan dari lingkungan sekitar yang membuat pulih dari COVID-19

Awalnya, Sita tertekan karena ia dan keluarganya didiagnosis COVID-19, telah mengakui stres depresi. Menurut dia, maka Anda memiliki dua pilihan: negatif dan berpikir positif dalam menghadapi COVID-19.

“Ketika saya dan keluarga pasien dikonfirmasi positif COVID-19 sebenarnya ada penurunan dari tekanan internal yang awal dan yang lainnya disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Namun, ketika sesuatu seperti ini terjadi pada kita semua, kita memiliki dua pilihan. Kami dapat memulihkan dan melihat semua negatif dan melihat segala sesuatu dengan cara yang positif, “kata Sita dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (2020/09/05).

Menurut pikiran negatif Sita dan stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Dia mengatakan stres yang disajikan sebagai nyeri bisa memperburuk situasi.

Namun, melalui dukungan dari keluarga, teman dan orang-orang di sekelilingnya, Sita mampu mengubah pikirannya pada sesuatu yang positif. Menurut dia, pikiran positif, dukungan dari orang-orang di sekelilingnya, dan rasa untuk hidup adalah penting dalam proses penyembuhan.

“Sekarang ketika saya positif dan saya mulai semangat untuk sembuh, saya dalam isolasi melakukan yoga, latihan sedikit, tari, menyanyi, semua yang saya lakukan.

Happy Thanksgiving. Setiap hari berhubungan dengan keluarga saya melalui video call Whatsapp dan teman-teman, itu akhirnya waktu sehingga Anda dapat berpikir positif dan semangat untuk hidup, untuk waktu yang lama gejala hilang, sistem kekebalan tubuh dan akhirnya saya naik saya sembuh, “kata Sita.

Sita kemudian mengajukan banding ke pasien yang menderita COVID-19 telah pikiran positif dan mencari sistem pendukung. Tanpa dukungan dari orang-orang sekitar mengatakan kepada Sita, sulit untuk pulih dari COVID-19.

“Karena itu, saya adalah bagi mereka yang masih berjuang yeah, saya pikir itulah yang kita harus tetap sikap positif dan bersemangat hidup dan menemukan sistem pendukung, karena jika saya pribadi, pengalaman saya, ketika saya menghadapinya sendirian tanpa dukungan dari luar untuk memastikan Anda tidak akan dapat pulih dengan cepat, “kata Sita.

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia,- Banyak orang Indonesia yang masih mengandalkan obat herbal tradisional warisan leluhur untuk menunjang kesehatan. Namun, apakah semua jenis obat tradisional pasti aman dan ampuh mengatasi berbagai penyakit?

Apa itu obat tradisional (OT)?

Obat-obatan bahan alami secara tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, mengobati penyakit ringan, serta mencegah datangnya penyakit.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), definisi obat tradisional (OT) adalah bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bagian hewan, mineral, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Obat tradisional juga sering disebut Obat Bahan Alam (OBA).

Dengan kata lain, obat tradisional adalah obat-obatan dari bahan alami yang diolah berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan, maupun kebiasaan penduduk di suatu daerah.

Apa saja jenis obat tradisional?

Ada berbagai macam obat-obatan tradisional di luar sana yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Akan tetapi, BPOM mengelompokkan lagi OT ke dalam tiga golongan berdasarkan jenis kegunaan, cara pembuatan, dan cara pembuktikan khasiatnya.

Obat tradisional di Indonesia secara umum terbagi tiga yaitu, jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Apa bedanya?

1. Jamu

teh kunyit herbal jamu

Jamu adalah obat tradisional berbahan dasar tumbuhan yang diolah menjadi bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan langsung minum. Umumnya obat tradisional ini dibuat dengan mengacu pada resep warisan leluhur. Anda bisa membuat jamu sendiri di rumah menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) atau dibeli dari penjual jamu gendong.

Satu macam jamu bisa terbuat dari campuran 5-10 macam tanaman, bahkan mungkin lebih. Setiap bagian tanaman mulai dari akar, batang, daun, kulit, buah, dan bijinya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan jamu.

Ambil contoh yang paling umum adalah jamu kunyit asam. Jamu kunyit asam diyakini dapat membantu meredakan nyeri haid sebab kunyit mengandung kurkumin yang mengurangi produksi hormon prostaglandin penyebab kejang otot pada rahim. Selain itu, jamu ini juga cukup sering digunakan sebagai obat pegal-pegal dan ramuan penghilang bau badan.

Contoh jamu umum lainnya adalah jamu beras kencur dan jamu temulawak. Jamu beras kencur diolah dari campuran beras, kencur, asam jawa, serta gula merah sering digunakan sebagai penambah stamina dan nafsu makan. Jamu beras kencur juga dapat mengatasi masalah pencernaan, sesak napas, pilek, hingga sakit kepala. Sementara itu, jamu temulawak juga berpotensi untuk mengobati masalah osteoarthritis.

Berdasarkan Ketentuan Kepala BPOM, jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis di laboratorium. Sebuah ramuan tradisional bisa dikatakan jamu apabila keamanan dan khasiatnya telah terbukti berdasarkan pengalaman langsung pada manusia selama ratusan tahun.

2. Obat herbal terstandar (OHT)

Obat herbal terstandar (OHT) adalah obat tradisional yang terbuat dari ekstrak atau sari bahan alam dapat berupa tanaman obat, sari binatang, maupun mineral.

Berbeda dengan jamu yang biasanya dibuat dengan cara direbus, cara pembuatan OHT sudah menggunakan teknologi maju dan terstandar. Produsen OHT harus memastikan bahwa bahan-bahan baku yang digunakan dan prosedur ekstraksinya sudah sesuai standar BPOM. Tenaga kerjanya pun harus memiliki keterampilan dan pengetahuan mumpuni tentang cara membuat ekstrak.

Selain itu, produk OHT juga harus melalui uji praklinis di laboratorium untuk menguji efektivitas, keamanan, dan toksisitas obat sebelum diperjualbelikan.

Sebuah produk obat tradisional komersil resmi tergolong OHT jika mencantumkan logo dan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” berupa lingkaran berisi jari-jari daun 3 pasang dan ditempatkan pada bagian atas kiri dari wadah, pembungkus, atau brosurnya.

Contoh produk OHT di Indonesia adalah Kiranti, Antangin, dan Tolak Angin.

3. Fitofarmaka

Sama seperti OHT, produk fitofarmaka terbuat dari ekstrak atau sari bahan alam berupa tanaman, sari binatang, maupun mineral. Bedanya, fitofarmaka adalah jenis obat bahan alam yang efektivitas dan keamanannya sudah dapat disejajarkan dengan obat modern.

Proses produksinya sama-sama berteknologi maju dan sudah terstandar seperti OHT, tapi produk fitofarmaka harus melewati satu lagi tahan proses pengujian tambahan. Setelah melalui proses uji praklinis, produk OBA fitofarmaka harus menjalani uji klinis langsung pada manusia guna menjamin keamanannya.

Sebuah produk obat tradisional boleh dipasarkan ke masyarakat jika sudah melewati uji praklinis dan klinis. Produk fitofarmaka juga harus mencantumkan logo dan tulisan “FITOFARMAKA” berupa lingkaran berisi jari-jari daun membentuk bintang dan ditempatkan pada bagian atas kiri dari wadah, pembungkus, atau brosurnya.

Tips aman mengonsumsi obat tradisional

obat diare

Agar bisa meraup manfaatnya seoptimal mungkin, Anda harus lebih cermat dalam memilah-milih produk obat yang akan dibeli.

Melansir Lembaran Edukasi Obat dan Pangan dari BPOM, setiap obat tradisional wajib mencantumkan penandaan label yang benar, meliputi:

  • Nama Produk
  • Nama dan alamat produsen/importir
  • Nomor pendaftaran/nomor izin edar BPOM
  • Nomor Bets/kode produksi
  • Tanggal Kedaluwarsa
  • Netto
  • Komposisi
  • Peringatan/Perhatian
  • Cara penyimpanan
  • Kegunaan dan cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia.

Bukan hanya itu. Patuhi juga beberapa aturan berikut ini untuk menjamin obat yang Anda gunakan aman dikonsumsi:

  • Hanya gunakan produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran dari BPOM.
  • Selalu periksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi OT.
  • Selalu baca aturan pakai sebelum mengonsumsi OT.
  • Sebaiknya hindari penggunaan obat tradisional bersamaan dengan obat kimia (dari resep dokter).
  • Jika muncul efek samping yang terbilang cepat setelah minum OT, kemungkinan ada penambahan bahan kimia dalam obat tersebut yang dilarang penggunaannya.
  • Perhatikan bagian informasi “peringatan” atau “perhatian” yang tertera di label kemasan produk, kemudian sesuaikan efek samping penggunaan obat tersebut dengan kondisi kesehatan Anda.

Sebuah produk OT yang baik juga tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO), alkohol lebih dari 1% kecuali dalam bentuk tertentu dan harus diencerkan dulu, narkotika & psikotropika, serta bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan.

Nah demi menjamin keamanan produk obat yang Anda gunakan, Anda bisa memastikannya langsung dengan mengecek laman Badan POM (www.pom.go.id). Pada kolom “Daftar Produk”, pilih “Produk Public Warning” dan cari tahu obat tradisional apa saja yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Seberapa aman penggunaan obat tradisional?

menjaga kesehatan otak

Banyak orang yang percaya keampuhan penyembuhan obat ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku berhasil sembuh atau setidaknya mengalami perbaikan kondisi kesehatan usai menggunakan OT, diyakini lebih alami, tidak menimbulkan efek samping, atau karena mendapat saran dari orang telah berhasil sembuh berkat OT, dikutip dari BMC Complementary and Alternative Medicine.

Pada dasarnya, obat tradisional memang tergolong aman untuk dikonsumsi selama Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan-bahannya dan dalam batas dosis aman. Hanya saja, Anda dianjurkan untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam memilah-milah obat tradisional mana yang sekiranya asli dan aman untuk dikonsumsi, serta mana yang meragukan.

Pasalnya, tidak sekali dua kali BPOM menemukan OT ilegal yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Penny K. Lukito, selaku Kepala BPOM, menuturkan bahwa penggunaaan OT ilegal sangat membahayakan kesehatan karena mengandung sejumlah bahan kimia.

Penggunaan obat haruslah dengan resep dan pengawasan dokter, atau setidaknya obat yang Anda konsumsi tersebut telah terjamin penggunaannya. Sementara OT ilegal ini tidak dapat dipastikan keamanannya, bahkan dijual bebas tanpa izin edar resmi dari BPOM. Otomatis, OT ilegal berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.