Komentar Menteri LHK Tentang Wacana Kereta Gantung di Rinjani

Komentar Menteri LHK Tentang Wacana Kereta Gantung di Rinjani

Komentar Menteri LHK Tentang Wacana Kereta Gantung di Rinjani

Komentar Menteri LHK Tentang Wacana Kereta Gantung di Rinjani,- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya angkat bicara terkait pro dan kontra pembangunan kereta gantung di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Siti mengatakan, taman nasional memiliki zona yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan lain. “Konservasi itu ada prinsipnya, dan di tempat zonasi itu selalu ada zona tradisional dan selalu ada zona pemanfaatannya,” kata Siti.

Baca juga: Menyoal Kereta Gantung yang Akan Dibangun di Gunung Bromo dan Rinjani

Menurutnya, masih ada ruang untuk berdiskusi agar investasi Agen s128 sabung ayam online itu tidak merugikan masyarakat dan merusak kawasan hutan. “Jadi saya kira bisa dibahas dan bisa kerja sama dengan baik, prinsip-prinsip konservasinya tetap ada,” kata Siti.

Penolakan Sebelumnya, wacana pembangunan kereta gantung di TNGR ditentang sejumlah aktivis lingkungan. Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB) Murdani menolak rencana itu karena dinilai berpotensi merusak lingkungan.

Walhi khawatir ekosistem flora dan fauna di kawasan Gunung Rinjani akan terganggu, khususnya di sepanjang jalur kabel dan tiang pancang kereta gantung. Kawasan Gunung Rinjani, kata dia, merupakan sumber kehidupan masyarakat Lombok yang harus terjaga kelestariannya.

Menurut Walhi, kawasan Gunung Rinjani sedang rusak parah karena perambahan hutan, penebangan liar, hingga alih fungsi lahan. Hal itu menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir bandang dan kekeringan.

Tidak Berada di Kawasan TNGR Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Maukrom mengatakan, lokasi kereta gantung tidak berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Kereta gantung itu akan berada di kawasan pemanfaatan jasa wisata di kawasan taman hutan raya (tahura) dan hutan lindung areal KPH. “Mulai dari Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabuapten Lombok Tengah, menuju kawasan hutan lindung di bagian atasnya, dengan panjang kurang lebih 10 kilometer, dan menjadi kereta gantung terpanjang di dunia,” kata Madani.

Madani menyebut, PT Indonesia Lombok Resort akan membangun fasilitas itu. “Bulan November 2019 mereka menghadap Dinas LHK dan kami sampaikan bisa dilakukan dengan beberapa syarat, salah satunya tidak dibangun sampai kawasan TNGR,” kata dia.

Kawasan Pelawangan, Danau Segara Anak, dan Puncak Rinjani, termasuk zona inti TNGR. Berdasarkan UU, dilarang membangun sarana dan prasaran di zona inti taman nasional.

Madani menegaskan, wacana pembangunan taman gantung pernah diusulkan Pemerintah Lombok Tengah pada 2013. Tapi, karena HGU dan pengelolaan hutan beralih ke provinsi, izin kereta gantung tak bisa diterbitkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Baca juga: Pernah Disengat, Warga Serpong Minta Sarang Tawon di Dekat Rumahnya Segera Diangkat

Madani mengibaratkan kereta gantung ini dengan jalan raya penghubung dari Pesugulan ke Sembalun, atau Sajang menuju Sembalun. Jalan raya itu dibangun di kawasan hutan lindung. Saat pembangunan jalan tersebut, pemerintah setempat juga menerima kritikan dari berbagai pihak.

Tapi, sarana itu bisa dinikmati masyarakat. Pembangunan kereta gantung ini diharapkan menggenjot pariwisata di Gunung Rinjani. Masyarakat yang tak mampu melakukan pendakian tetap bisa menikmati keindahan alam Gunung Rinjani.

Cara Melestarikan Alam Ala Orang Bali Kuno

Cara Melestarikan Alam Ala Orang Bali Kuno

Cara Melestarikan Alam Ala Orang Bali Kuno

Cara Melestarikan Alam Ala Orang Bali Kuno,- Berdasarkan sumber prasasti, masyarakat Bali Kuno melakukan kegiatan pelestarian lingkungan hidup melalui larangan memotong kayu tanpa izin. Ada yang digolongkan sebagai kayu larangan jika kayu atau pohon tumbuh pada tempat yang dianggap tak layak.

I Ketut Setiawan, Arkeolog Universitas Udayana, dalam “Usaha-Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup pada Masyarakat Bali Kuno Berdasarkan Rekaman Prasasti yang terbit di Jurnal Bumi Lestari, menyebutkan, menebang pohon yang masuk dalam kategori kayu larangan harus disertai izin bandar s128 sabung ayam online dari penguasa.

Seperti disebut dalam Prasasti Ujung A yang dikeluarkan Raja Udayana Warmadewa (1011). Prasasti itu memberi izin penebangan segala macam kayu larangan, seperti pohon kemiri, pohon bodi, pohon sekar kuning.

“Jika ada di antara pohon-pohon itu menaungi rumah, pohon kelapa, balai pertemuan, dan semua perbuatan itu tak akan disalahkan,” catat prasasti itu.

Adapula keterangan dalam Prasasti Bwahan D yang dikeluarkan Raja Jayapangus (1178–1181). Di sana tertera pula izin menebang kayu larangan seperti kemiri, bodi, dan beringin. Alasannya, pohon-pohon itu tumbuh di tempat yang kurang layak, yaitu sawah, kebun, padi ladang, pagar rumah, dan balai pertemuan.

“Dengan tujuan memperbaiki keadaan jalan atau lingkungan, tak akan disalahkan,” lanjut prasasti itu.

BACA JUGA: Hukuman Bagi Perusak Hutan

Setiawan menjelaskan berdasarkan prasasti itu diketahui orang yang akan menebang pohon harus punya alasan jelas. Bahkan izin juga dibutuhkan hanya untuk memangkas dahan-dahan pohonnya. Ini jika dianggap telah mengganggu keadaan lingkungan.

Membatasi ruang gerak pemburu juga dilakukan pada masa itu. Pemerintah melabeli hutan-hutan dengan status alas burwan haji atau hutan perburuan milik raja. Menurut Setiawan, dalam pengertian yang lebih luas, alas burwan haji mencakup hutan-hutan yang dikuasai oleh pemerintah. Hutan ini dalam pemanfaatannya oleh rakyat setidaknya harus sepengetahuan pemerintah.

Kendati begitu ada kasus penduduk Bali Kuno bisa membeli hutan perburuan milik raja. I Wayan Ardika, guru besar arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, dalam “Pengambilan Keputusan Raja-Raja Bali Abad X-XI” yang terbit di PIA III, menyebut hal ini tercatat dalam Prasasti Bwahan B (1025) dari masa Raja Marakata. Hutan itu dibeli seharga 10 suwarna mas dan pilih mas-nya 10 masaka.

Hutan perburuan milik raja yang ingin dibeli masyarakat letaknya dekat dengan desa mereka. Dalam prasasti itu juga dijelaskan alasan penduduk membeli hutan raja karena mereka kekurangan lahan untuk mencari makan bagi sapi dan mengambil kayu.

“Meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber-sumber alam adalah satu sebab timbulnya keresahan dalam masyarakat,” jelas Ardika.

Pejabat Kehutanan
Pemanfaatan hutan negara termasuk di dalamnya berburu binatang. Kegiatan ini tak boleh dilakukan seenaknya. Perlu izin dari pemerintah lewat pejabat yang berwenang di bidang perburuan hewan. Pejabat yang dimaksud adalah samgat nayaka buru dan caksu nayaka buru.

Tak jelas bagaimana mekanisme kerja kedua jabatan itu. Namun, dilihat dari jabatannya, samgat nayakan buru sepertinya adalah atasan caksu nayakan buru. “Ia bertugas selaku pengawas bagi orang-orang yang melakukan perburuan binatang di daerah-daerah perburuan. Ia melapor ke atasannya, samgat nayakan buru yang berkedudukan di pusat pemerintah,” jelas Setiawan.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Masa Majapahit

Kalau dalam prasasti Jawa Kuno biasanya petugas di bidang perburuan binatang disebut dengan istilah tuha buru. Ahli epigrafi, Boechari dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti menjelaskan petugas ini mengatur perburuan hewan di hutan. Dia mencegah perburuan yang tak terkendali.

Sama seperti di Jawa Kuno, hutan-hutan negara atau daerah perburuan ini nampaknya mendapat perhatian yang cukup memadai. Di daerah itu bermukim sejumlah penduduk atau mungkin orang-orang yang sengaja ditempatkan oleh pemerintah. Mereka ini ikut menjaga hutan atau membantu petugas kerajaan dalam mengawasi orang yang berburu maupun orang yang menebang pohon sembarangan.

Prasasti Bwahan B (1025) yang dikeluarkan Raja Marakata misalnya. Di sebutkan ada sejumlah orang yang telah tinggal di daerah perburuan ketika raja menjual hutan kepada peduduk Desa Bwahan di tepi Danau Batur.

BACA JUGA: Para Penjaga Hutan Zaman Kuno

Menurut Boechari, jabatan di suatu desa tak selalu sama dengan di desa lainnya. Misalnya jabatan tuha alas tak akan ditemukan di desa-desa lain yang tak punya wilayah hutan. “Itu tergantung dari keadaan geografi dan ekologi desa yang bersangkutan,” tulisnya.

Tuha alas atau Tuhalas sebutannya dalam prasasti, kiranya dapat disamakan dengan mantri kehutanan. Alas sama artinya dengan hutan. Di Jawa Kuno, keberadaannya sudah ada sejak masa Mataram Kuno (Medang). Di antaranya disebutkan dalam prasasti dari masa pemerintahan Rakai Kayuwangi (856-883) dan Rakai Watukura Dyah Balitung (901-910) yang menyebut macam-macam jabatan pejabat desa.

Di Bali Kuno, pejabat desa yang menangani hutan juga ditemukan. Namanya hulu kayu. Menurut Goris dalam Prasasti Bali I, jabatan hulu kayu adalah petugas menteri kehutanan yang mempunyai wewenang terkait dengan kelestarian hutan.

DBD Juga Patut Diwaspadai saat Musim Hujan Bukan Hanya Corona

DBD Juga Patut Diwaspadai saat Musim Hujan

DBD Juga Patut Diwaspadai saat Musim Hujan Bukan Hanya Corona

DBD Juga Patut Diwaspadai saat Musim Hujan Bukan Hanya Corona – Demam atau demam berdarah dengue di (DBD) adalah penyakit yang berbahaya. Meskipun pada saat ini Corona (Covid-19) virus meningkat, tetapi bahaya dan gejala demam berdarah harus tahu bahwa untuk mencegah penyakit ini di musim hujan.
gejala ringan dari demam berdarah diperlukan untuk mengetahui bahwa, demam, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri sendi. Mengenai keparahan gejala bahwa seseorang akan merasa shock dan perdarahan, seperti mimisan atau pendarahan dari lubang di tubuh. Perdarahan ini adalah suatu kondisi di mana kehilangan darah dari seseorang karena kerusakan pembuluh darah.

BACA JUGA : Sulit Didaur Ulang, Jumlah Sampah Sachet Diprediksi Terus Meningkat

Musim hujan menjadi berbahaya bagi 70% dari orang yang tinggal di bagian barat Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia, Kamboja, Malaysia dan Singapura.

kondisi tropis cuaca, lingkungan yang kotor, penyebaran urbanisasi terlalu cepat dapat menyebabkan nyamuk Aedes aegypti, yang berkembang biak terutama di daerah perkotaan (urban) dan semi-perkotaan (semi-urban). Sementara itu, menurut penelitian oleh Hasanuddin Ishak, dikutip Judi Online SBOBET Aedes albopictus research.gate menyebutkan hal ini di Indonesia, khususnya pulau Kalimantan di hutan dan daerah kasar.

Menurut penelitian tentang virus pada nyamuk Aedes aegypti, dikutip ncbi.nlm.nih.gov, ada empat jenis virus yang dipimpin yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Semua virus ini menyebabkan penyakit dan epidemiologi karakteristik yang sama seperti demam berdarah.

Jika terkena penyakit DBD dapat mengurangi trombosit darah (trombosit) dalam darah atau mungkin dikenal sebagai trombositopenia. Ketika serangan demam berdarah, maka Anda perlu solusi praktis dan cepat untuk memerangi penyakit ini.

Salah satu solusi terbaik adalah untuk minum Trolit. Trolit perbaikan cepat untuk trombositopenia alamat yang disebabkan oleh demam berdarah. Terbuat dari ekstrak beras merah ragi dan daun jambu biji dan elektrolit dan multivitamin dilengkapi Trolit telah menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan jumlah trombosit mereka menurun karena demam berdarah.

pasien DBD dengan cairan terganggu, mereka juga bisa makan Trolit sebagai elektrolit dalam solusi rehidrasi. Monascus purpureus itu mengandung juga sebagai perlindungan disfungsi endotel, dan anti-inflamasi. Ada juga Guajava psidii untuk anti-mikroba, anti-spasmodik dan anti-rotavirus.

Kalbe Farma Trolit minum untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengembalikan cairan tubuh dan hilang trombosit!

Sulit Didaur Ulang, Jumlah Sampah Sachet Diprediksi Terus Meningkat - sampah plastik masih bermasalah yang belum terselesaikan sampai saat ini.

Sulit Didaur Ulang, Jumlah Sampah Sachet Diprediksi Terus Meningkat

Sulit Didaur Ulang, Jumlah Sampah Sachet Diprediksi Terus Meningkat

Sulit Didaur Ulang, Jumlah Sampah Sachet Diprediksi Terus Meningkat – sampah plastik masih bermasalah yang belum terselesaikan sampai saat ini. yang mengatakan, diharapkan bahwa berita buruk dari jumlah sampah plastik untuk peningkatan, terutama jenis sampah plastik multilayer (pada). Berdasarkan laporan Greenpeace terbaru berjudul “Bouncing Masa Depan: Bagaimana perusahaan masih plastik Polusi salah Solutions”, total 855 miliar amplop dijual di pasar dunia tahun ini. Asia Tenggara memiliki pangsa pasar sekitar 50 persen. jumlah yang diharapkan itu dijual sachet akan mencapai $ 1,3 triliun pada 2027.

BACA JUGA : Gempa Hari Ini: M 2,7 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami

Menggaris bawahi ini, SBOBET Indonesia Campaigner Greenpeace Indonesia Muharram Atha Perkotaan Rashad mengatakan bahwa pada tahun 2030 harus diselesaikan tas monolayer dan mendorong produsen untuk menggunakan berinvestigasi daur ulang. plastik multilayer termasuk jenis sulit limbah daur ulang. Sejauh ini, inisiatif menggunakan kemasan daur ulang berasal dari komunitas daripada produsen.

Untuk itu, kata dia, bahwa kebutuhan akan produsen dilakukan bagaimana skema ini diperlukan karena perilaku konsumsi penduduk terdiri dari industri. “Produsen selalu berpendapat bahwa memproduksi tas karena daya beli konsumen adalah tas,” katanya.

Dalam hal nilai ekonomi, kantong sampah plastik beberapa sangat rendah atau lapisan. Oleh karena itu, pemulung cenderung mengabaikan semacam ini omong kosong dan hanya memilih jenis plastik PET karena dapat dijual kembali dengan harga lebih tinggi untuk industri daur ulang.

Mengapa limbah kantong sampah yang tinggi dalam industri daur ulang? Dijelaskan oleh Presiden Asosiasi Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly Lengkong, tidak layak di mata harta tas karena ada bagian yang mengusulkan untuk mendirikan pabrik atau daur ulang industri kontainer multilayer ini. Bahkan, IPI juga memprediksi bahwa jenis limbah kantong plastik akan terakumulasi pada 2027 jika tidak diobati. Dengan cara yang sama, Presiden Asosiasi Plastik Daur Ulang Indonesia (ADUPI), Justin Wiganda, mengklaim bahwa kebutuhan produk multilayer industri daur ulang memang sangat kecil. “Kami tidak memiliki data yang tepat, tetapi bisa dibilang jumlahnya kurang dari satu persen,” kata Justin.

Gempa Hari Ini M 2,7 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 2,7 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 2,7 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 2,7 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami – M 2,7 magnitude gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (2020/03/08) sore di 14:21 AM. Berdasarkan analisis Meteorologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di laut, pada jarak 34 kilometer ke arah barat laut Belu, NTT. Daftar Idn Poker Pusat gempa berada pada 9:08 lintang dan 124,61 bujur timur. Kedalaman gempa sekitar 10 kilometer.

BACA JUGA : Perbedaan Self Monitoring Dan Self Isolation Untuk Virus Corona

Berdasarkan hasil pemodelan oleh BMKG juga menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Menurut BMKG, gempa yang dirasakan di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT intensitas skala II-III MMI. skala intensitas II-III MMI arti sebenarnya getaran merasa di rumah dan merasakan getaran, sebagai menyerupai sebuah truk berlalu.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh masalah yang tidak dapat dihitung sebagai kebenaran. Cobalah untuk menghindari membangun retak atau kerusakan akibat gempa. Periksa dan membuat bangunan gempa cukup tahan yang merusak perumahan atau atau Anda yang disebabkan oleh gempa bumi yang membahayakan stabilitas bangunan sebelum pulang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa selama bulan Februari 2020, di wilayah Indonesia dari aktivitas tektonik telah terjadi sebanyak 779 kali. Menurut kepala gempa dan tsunami Mitigasi BMKG, Dr. Daryono, dalam sebuah pernyataan ia mengatakan jumlah itu meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Januari 2020, gempa tektonik terjadi hingga 518 kali di Indonesia. Sementara itu, rincian dari gempa Februari diklasifikasikan dalam gempa berkekuatan di atas 5,0 dan di bawah 5.0.

Pada bulan Februari gempa bumi yang signifikan dengan besarnya di atas M 5.0 terjadi 27 kali, di mana jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya sebanyak 18 kali. Sementara itu, gempa bumi dengan magnitude 5.0 menurunkan cukup kecil untuk mendominasi dan peningkatan yang telah terjadi sebanyak 752 kali. Gempa bumi terjadi pada bulan Januari, dengan jumlah kejadian sebanyak 500 kali. Sementara itu, goncangan gempa dirasakan oleh orang-orang, terjadi sebanyak 76 kali.

Cegah Corona dengan Tak Menyentuh Wajah

Cegah Corona dengan Tak Menyentuh Wajah

Cegah Corona dengan Tak Menyentuh Wajah

Cegah Corona dengan Tak Menyentuh Wajah – Wuhan wabah virus mahkota telah menjadi kepanikan global. Semua orang di seluruh dunia sedang mencari cara untuk melindungi diri dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Para pejabat kesehatan telah disampaikan di seluruh dunia, topeng adalah sia-sia untuk mencegah penyebaran penyakit atau melindungi diri mereka sendiri.

Sebaliknya, para ahli merekomendasikan sering mencuci tangan dengan sabun dan berhenti menyentuh hidung, mata, mulut juga. Berbicara tentang wajah memegah, tampaknya bahwa kebiasaan sepele ini yang dianggap sulit untuk berhenti. Mengapa?

BACA JUGA : Simulasi Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Sukabumi

“Secara psikologis, kebanyakan orang tidak menganggap menyentuh wajah dapat menyebabkan kontaminasi dari berbagai penyakit yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Chapman.

Chapman mengatakan Idn play, bersikeras dirinya tidak menyentuh wajah biasanya tidak akan membantu. Pasalnya, juga menekan pikiran tidak membantu menekan kebiasaan yang telah terbentuk lama. Sebaliknya, Chapman disarankan oleh pendekatan flesksibel.

“Alih-alih mengatakan kepada diri saya sendiri, saya tidak menyentuh wajah Anda sepanjang hari. Lebih baik untuk mengatakan, itu harus lebih sadar saat menyentuh wajah,” katanya. Karena kami menyadari bahwa menyentuh wajah, ini akan mengontrol sendiri.

Sementara itu, Denise Cummins ilmuwan kognitif yang mempelajari pikiran dan pengambilan keputusan menyarankan bola stres retensi atau menyilangkan lengannya ke kita tidak tangan bebas untuk menyentuh wajah.

Selain menghentikan kebiasaan menyentuh wajah, CDC AS juga merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun untuk setidaknya 20 detik, dan tinggal di rumah saat sakit adalah, dan hindari kontak dengan orang sakit Dean untuk melindungi diri dari Covid- 19.

Simulasi Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Sukabumi

Simulasi Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Sukabumi

Simulasi Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Sukabumi

Simulasi Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust Sukabumi – Beberapa waktu lalu, hasil yang mungkin dari studi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG Badan) menyebutkan wilayah pesisir Sukabumi termasuk zona megathrust yang dapat memicu gempa bumi dan tsunami. Tsunami ahli Mr Widjo Kongko juga menjelaskan hasil penelitian model simulasi untuk Jawa Barat, khususnya di wilayah Sukabumi dan sekitar ancaman Megatrhust M 8,9 M 8,7 kepada Kompas.com. “Awal hasil tsunami simulasi menunjukkan sesuatu yang luar biasa,” Widjo, Minggu (2020/08/03) mengatakan.

Menurut Mr Widjo Kongko skenario tsunami, ada beberapa poin di atas panggung yang membuat sumber tsunami dari gempa bumi yang terkait dengan asumsi sebagai berikut:

1. Sumber asal tsunami tsunami adalah Megatrust Selat Sunda (M 8,7) dan Jawa Barat (M 8,7) Referensi PS-BGI, buku peta seismik dari gempa Pusat Studi Nasional (Pusgen) 2017. Kata Pak Widjo, parameter sumber lain seperti mekanisme fokal Data slab 1.0, nilai ‘menyapu’ diambil hingga 90 derajat. Episenter sekitar hiposenter atau Java Trench dengan dangkal adalah 18-22 kilometer. Sementara itu, dislokasi dipengaruhi kekerasan relatif soft rock tergantung pada kedalaman dengan nilai 20 sampai 25 GPa. Selain itu, dimensi kesalahan diasumsikan dari studi empiris oleh Blaser et ke 2010 Sesar naik di Zona Subduksi, dengan nilai atau parameter yang ditentukan. halaman berikutnya

2. Perkiraan waktu kedatangan tsunami tinggi
Diperkirakan kali kedatangan tahap tsunami tsunami tinggi tiga, yaitu, S-1, S-2 dan S-3 yang masing-masing megathrust-Selat Sunda (8,7 M), megathrust Central-Western Java ( 8,7 M), dan panggung merupakan kombinasi dari dua megathrust (M 8,9). Kata Pak Widjo, tiga skenario dua sumber megathrust tsunami dari gempa Selat Sunda (M 8,7) dan Jawa West (M 7) disimulasikan untuk memperkirakan waktu tinggi dan kedatangan tsunami di wilayah pesisir di tujuh wilayah atau kabupaten. Antara wilayah ketujuh adalah Pandeglang, Cilangkahan, Sukabumi, Cianjur, Garut Selatan, Tasikmalaya dan Pangandaran. “Tsunami tinggi di pantai barat Jawa ke lebih dari 35 meter untuk semua skenario di keempat wilayah negara Idn poker. Times memperkirakan kedatangan tsunami yang paling cepat antara 6-25 menit untuk seluruh kabupaten,” katanya. Sukabumi dan sekitarnya, yaitu tsunami yang tinggi di daerah pesisir antara 5-25 meter dan waktu kedatangan 10-20 menit. “Mengingat hasil ini, yaitu tinggi (tsunami) lebih dari 35 meter dan kedatangan waktu yang sangat singkat adalah 10-20 menit, itu adalah mitigasi yang diperlukan hati-hati,” katanya. Baca juga: 76 Sukabumi getar gempa sejak sepuluh Agustus 2019, penjelasan ini BMKG

3. Jauhkan dalam simulasi canggih Menurut dia, perlu untuk membuat model simulasi tsunami dengan data yang lebih rinci untuk memperkirakan tertinggi dipengaruhi oleh waktu kedatangan tsunami dan horizontal ke daratan. Dalam catatan, studi tentang tsunami potensial dihitung menggunakan dua pendekatan atau model numerik dan komputer sejarah. Sebagai dua pendekatan terburuk atau Probabilistic Risk Assessment skenari Tsunami (PTHA).