Mengenal Kelelawar Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama

Mengenal Kelelawar, Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama

Mengenal Kelelawar, Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama

Mengenal Kelelawar, Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama,- Kampung Parangtinggia, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Maros, Sulawesi Selatan, bagi penutur bahasa Bugis dan Makassar terdengar seperti tempat yang tinggi. Senyatanya, kawasan ini di tanah landai berkeliling sawah. Sisi lain, bentang karst bak benteng kokoh pelindung kampung.

Parangtinggia juga seperti kebanyakan tempat di Maros. Sejuk. Bedanya, tempat ini, di jalan utama kampung, ada ribuan kelelawar (Chiroptera) menggelantung di cabang-cabang pohon, atau kabel listrik. Saat melintas di siang hari, suara berisik. Menjelang pukul 19.00-20.00, mamalia itu akan meninggalkan pohon.

Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang mampu terbang hingga radius 40 km, dan selalu dalam kawanan besar untuk mencari sumber pakan. Di Indonesia, tercatat 239 jenis kelelawar, dan sekitar 70 jenis ada di Sulawesi.

Di Parangtinggia, kelelawar dapat diamati dari jarak dekat. Begitu jelas, mata melotot hitam, mengawasi gerakan. Ketika saya tepat sejajar dengan kerumunan, beberapa individu mulai mengeluarkan suara, lalu meniti dahan, dan menghindar. Saat kaki depan mamalia itu – yang sudah berfungsi jadi sayap – bergerak sayap akan terbuka. Matahari yang menerpanya memperlihatkan semburat urat-urat kecil, pada bagian dalam sayap yang seperti kulit tipis nan lembut tetapi elastis.

Melihat kelelawar menggelantung, sayap lembut itu bagai selimut yang membungkus badan hingga kepala. Beberapa betina beranak, juga terlindung dalam sayap hangat itu.

Di Kampung Parangtinggia, kelelawar yang menggelantung itu jenis Acerodon celebensis (kalong Sulawesi). Kelelawar pemakan buah. Warna bulu coklat dan beberapa bagian tubuh berwarna gelap hitam.

Di pohon mangga tepat di halaman rumah warga, tempat kelelawar itu bersarang, bau amoniak dari kecing dan tahi cukup menyengat.

Warga di Parangtinggia sudah terbiasa dengan bau itu. Bagi mereka, kelelawar membawa manfaat. Dalam beberapa tuturan, kelelawar itu pertama kali dipelihara seorang warga, pada 1980-an. Ada tiga kelelawar lalu beranak pinak. Warga juga percaya, kalau kelelawar itu memangsa hama perusak tanaman.

Acerodon adalah jenis kelelawar pemakan buah. Beberapa kelelawar lain berukuran lebih kecil adalah pemakan serangga. Di Karst Maros-Pangkep dengan luas mencapai 44.000 hektar, beberapa ceruk dan goa, ditempati kelelawar.

Di Kampung Rammang-rammang, salah satu tebing karst yang memiliki ceruk, jadi sarang kelelawar dan menghasilkan banyak kotoran. Kotoran itu jadi pupuk bagi penduduk desa.

Di Goa Batu, wisata Bantimurung, juga dihuni beberapa kelelawar kecil. Pada 12 Mei 2020, ketika saya mengunjungi goa itu, kelelawar bermain dengan bebas.

Sebelum pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), ketika pengunjung atau wisatawan setiap hari mengunjungi goa, kelelawar terlihat lebih banyak menggelantung di plafon. “Sepertinya, wabah Corona ini membuat bahagia kelelawar. Tidak ada yang mengganggunya,” kata Yudi, warga Bantimurung yang menenami saya.

Beberapa menit kami menikmati kelelawar itu beterbangan di mulut goa. Sesekali kami menggangu dengan menyalakan senter. “Goa ini kembali sejuk. Kalau musim wisatawan, beberapa meter masuk ke dalam goa masih hangat. Sekarang di mulutnya saja sudah sangat sejuk.”

Satwa penting bagi ekosistem

Kelelawar biasa dikaitkan sebagai satwa perusak buah, padahal sebaliknya. Ketika wabah Corona muncul dan menjangkiti hampir seluruh dunia, kelelawar dianggap sebagai biang kerok pembawa virus. Alasan inilah yang kemudian membuat pemerintah Kota Solo pada Jumat 13 Maret 2020, memusnahkan kelelawar di Pasar Depok, Panahan.

Di Kabupaten Luwu, ketika musim buah, seperti langsat dan mangga, beberapa warga menjaga kebun dan memasang gantungan kaleng dengan tali yang menjulur ke rumah kebun. Ketika kelelawar itu terlihat hinggap di pohon, tali itu akan ditarik untuk menciptakan keributan.

“Apa gunanya itu kelelawar. Makan buah saja,”

“Mau dimakan, tidak bisa juga. Mukanya saja kayak tikus.” Pernyataan itu saya dapatkan ketika mengirimkan pesan ke beberapa orang, tentang apa yang mereka pikirkan mengenai kelelawar.

Memusnahkan kelelawar adalah tindakan keliru. Sigit Wiantoro, peneliti biosistematika vertebrata di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, hal paling baik adalah tak memakan kelelawar dan tak merusak habitatnya.

“Memakan atau mengkonsumsi hewan liar, sebaiknya tidak dilakukan,”katanya.

Bagi Sigit, menjaga populasi kelelawar dan tak mengganggu habitat mereka adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Kelelawar, katanya, mamalia yang memiliki peranan penting dalam rantai ekosistem. Kawanan itu dapat jadi penyerbuk alami beberapa jenis buah, terutama durian. Selain itu, kelelawar juga memangsa beberapa serangga hama.

“Kini, makin sempitnya hutan dan hilangnya beberapa goa di kawasan kasrt menyebabkan populasi kelelawar makin menurun,” katanya.

“Salah satunya jenis Neopteryx frosti dari Sulawesi. Kelelawar ini sudah sangat jarang dijumpai. Ancaman lain yang begitu masif perburuan manusia.”

Meski demikian, sejak lama kelelawar diketahui jadi agen penyakit. Satwa ini dikenal sebagai reservoir host bagi beberapa virus penyebab penyakit.

“Dari 74 jenis kelelawar terdapat 66 jenis virus yang teridentifikasi. Termasuk lyssavirus, rabies, hendra/nipah virus, ataupun bat corona viruses,” kata Risma Illa Maulany, peneliti Kelelawar dari Laboratorium Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.

Risma meneliti bersama tim mengenai kelelawar sejak 2015. Di Prangtinggia, Simbang, mereka mendata 147 pohon dari 22 jenis kelelawar bersarang. Umumnya, pohon multi guna, seperti mangga, ataupun jati putih.

Di Kota Soppeng, ada 52 pohon dari 10 jenis, seperti jati putih (Gmelina arborea), angsana (Pterocarpus indicus), dan asam (Tamarindus indicus) yang jadi tempat bersarang kelelawar buah Pteropus alecto. Di Sinjai, habitat bersarang kelelawar buah baik Acerodon celebensis maupun Pteropus alecto (secara periodik) adalah jenis mangrove. “Di Parangtinggia, Acerodon celebensis secara permanen tinggal di kawasan itu. Sementara Pteropus alecto lebih bersifat temporer atau terdapat waktu dimana jenis ini berpindah ke tempat lain,” kata Risma.

Di Kampung Parantinggia, kelelawar yang bersarang ada dua jenis. Acerodon celebensis dan Pteropus alecto – keduanya pemakan buah. Pada 2018, ketika Risma dan tim mendata populasi, mereka menemukan Acerodon celebensis antara 6.347-7.036 setiap bulan. Untuk Pteropus alecto pada awal April setiap tahun hanya ditemui sekitar 30-an dan meningkat tajam pada Mei mencapai 1.800 per bulan.

Kelelawar bertahan dalam lingkungan manusia, karena saling memberikan manfaat. “Pemukiman manusia dirasakan memberikan keamanan bagi kelelawar buah karena ular yang jadi musuh utamanya, juga jadi musuh bagi manusia,” kata Risma.

Dia bilang, di daerah tropis, kira-kira ada 300 tanaman yang pembuahan tergantung kelelawar dan diperkirakan 95% regenerasi hutan oleh kelelawar jenis pemakan buah atau madu.

Penelitian lain juga menyebutkan, biji yang disebarkan kelelawar mempunyai tingkat perkecambahan lebih tinggi dibandingkan dengan perkecambahan alami atau langsung tanpa bantuan satwa.

Sedangkan kelelawar serangga banyak berperan sebagai agen dalam mengendalikan populasi serangga khusus hama seperti wereng.

Satwa penting dan habitat terancam

Kelelawar buah Sulawesi (Acerodon celebensis) adalah endemik Pulau Sulawesi. Berdasarkan IUCN, satwa ini tergolong vulnerable atau rentan dan masuk apendiks II CITES, namun tak dilindungi UU Indonesia.

Sheherazade, Manager Program Progres, lembaga nirlaba yang bekerja dalam isu ekologi di di Sulawesi mengatakan, perhatian konservasi masih sangat kurang.

Di Sulawesi, meski dinyatakan hotspot atau wilayah yang memiliki nilai keragaman tinggi, rupanya masih kurang. Padahal, secara geologi komposisi biodiversity sangat unik dan endemik. Salah satu, mengenalkan kelelawar sebagai bagian dari ekosistem yang harus dijaga (www.poniki.id ).

Sebelumya, 2017, Shera, sapaan akrab Sheherazade, melakukan penelitian mengenai kelelawar buah di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Penelitian itu selama musim berbunga dan berbuah durian semi-liar antara Oktober Barat hingga November 2017 dan berlanjut hingga Januari 2018.

Shera dalam, Contributing of bats the local economy throught durian pollination in Sulawesi, Indonesia, terbitan Willey bioTropica pada September 2019, menuliskan, kalau satwa yang mendatangi bunga durian terdiri dari empat spesies vertebrata (tiga spesies kelelawar dan satu marsupial arboreal) dan dua spesies invertebrata (masing-masing spesies lebah dan ngengat).

Tiga spesies kelelawar (Eonycteris spelaea kecil dan Pteropus alecto yang lebih besar (kalong hitam) dan Acerodon celebensis (kalong Sulawesi), katanya, pengunjung utama bunga durian dalam perlakuan penyerbukan.

Desa ini membentang dari dataran rendah pesisir ke daerah pedalaman dan pegunungan yang didominasi hutan sekunder bercampur berbagai tanaman perkebunan. Di sebagian besar Sulawesi, durian tak tumbuh di perkebunan monokultur seperti tipikal di Asia Tenggara, tetapi tersebar di hutan sekunder dalam sistem wanatani campuran yang dikelola bersama dengan kakao (Theobroma cacao), rambutan (Nephelium lappaceum), langsat (Lansium parasiticum), dan mangga (Mangifera indica).

Di tempat berbeda, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, tempat saya bermukim, penggambaran Sheherazade, mengenai kelelawar di Sulawesi Barat, hampir sama. Saat musim bunga durian, langit jelang magrib akan menampilkan ribuan kelelawar melintas. Kelelawar-kelelawar itu bersarang di kawasan mangrove pesisir pantai.

Ketika menjelang pagi, bunga-bunga durian yang berwarna krem, akan berjatuhan di bawah lantai pohon. Selama proses itu, warga beranggapan kalau kelelawar akan merusak durian dan menggagalkan pembuahan. Setelah musim bunga berlalu, biji-biji kecil sebagai cikal buah akan bermunculan di dahan pohon. Saat itu kelelawar akan menghilang.

Menjelang 2010, ketika lahan pertambakan makin masif di pesisir, kawasan mangrove rumah kelelawar makin menyempit, dan kelelawar pun menghilang. Kini, buah durian di Kecamatan Suli pun ikut berkurang Poker Online Indonesia.

Shera menjelaskan, jika kelelawar dapat mengunjungi 38 dari 43 bunga majemuk. Dengan menggunakan kamera trap, dia dapat membedakan tiga jenis kekelewar yang mengunjungi bunga, Eonycteris spelaea lebih kecil dibanding yang lain dan memiliki bulu paling terang (keabu-abuan). Sedangkan Acerodon celebensis tampak lebih kecil dan lebih terang dari Pteropus alecto. “Ketiga spesies diamati minum nektar dari tabung bunga durian tanpa merusak bunga. Meskipun A. celebensis dan P. alecto memiliki tubuh relatif lebih besar dari bunga durian, tetapi mereka menggantung di cabang-cabang pohon dan menundukkan kepala ke arah bunga ketika minum sehingga tidak merusak bunga majemuk,” tulis Sheherazade.

Bagi Shera, dengan pendekatan bioekonomi, diperkirakan kalau penyerbukan kelelawar bernilai US$117 per hektar per musim buah. “Selain nilai ekonomi, poin pentingnya, upaya dalam mengenalkan konservasi kelelawar,” katanya.

Di Desa Batetangnga, musim berbuah durian sekali setahun dan berlangsung sekitar dua bulan, antara Oktober-November 2017. Kemudian musim berbuah dan panen dari Januari hingga awal April 2018. Selama periode ini, produksi durian di desa ini sekitar 1.497.600 buah. Penduduk desa menjual Rp5.000 per buah. “Kami memperkirakan, layanan penyerbukan kelelawar Rp6,3 miliar (US$ 450.000). Karena Desa Batetangnga mencakup sekitar 44,8 km2,” kata Sheherazade.

Bagi warga, kelelawar membawa manfaat. Dalam beberapa tuturan, kelelawar itu pertama kali dipelihara seorang warga, pada 1980-an. Ada tiga kelelawar lalu beranak pinak. Warga juga percaya, kalau kelelawar itu memangsa hama perusak tanaman.

Sampah Turun Selama Pandemi Corona

Sampah Turun Selama Pandemi Corona

KLHK Klaim Produksi Sampah Turun Selama Pandemi Corona

KLHK Klaim Produksi Sampah Turun Selama Pandemi Corona – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim penurunan produksi sampah per hari di beberapa daerah selama pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Rincian datanya, lanjut Rosa, yaitu Jakarta sebanyak 620 ton per hari dan Surabaya, Jawa Timur, 310 ton per hari. Begitu pula produksi sampah di Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami penurunan hingga 20 persen.

Hal ini menurutnya tetap akan meningkatkan produksi sampah sekali pakai, sehingga tidak menyelesaikan perkara tingginya timbulan sampah. Ia menilai seharusnya pemerintah mendesain ulang produk plastik sehingga dapat digunakan kembali ketimbang untuk daur ulang.

Ini karena upaya daur ulang di Indonesia pun belum maksimal mengingat belum ada sistem pemilahan sampah. Hingga kini rasio daur ulang dalam negeri, kata mysmumn.org, masih terhitung rendah yaitu 10 persen.

Kemudian perkara impor sampah plastik, lanjutnya, juga harus jadi perhatian. Ia mengingatkan impor sampah ke Indonesia menambah sampah plastik setidaknya 220 ribu ton.

Untuk itu ia berpendapat pemerintah harus menutup keran impor sampah plastik seperti yang dilakukan China sejak 2018. Terlebih karena sampah impor didominasi sampah yang tak bisa didaur ulang.

Sedangkan untuk kota yang bukan berciri komuter, produksi sampah menurun sekitar satu sampai tiga persen. “Kondisi ini terjadi karena sumber sampah komersial [dari] pusat perbelanjaan dan perkantoran menurun drastis,” tutur Rosa.

Meski demikian, ia mengingatkan produksi sampah dari sektor rumah tangga meningkat selama pandemi corona. Rosa melanjutkan, jumlah komposisi sampah plastik juga mengalami peningkatan.

Sampah plastik kebanyakan datang dari kemasan belanja daring serta pemakaian masker sekali pakai. Sampah masker sekali pakai, katanya, paling banyak ditemukan di sungai menuju Teluk Jakarta selama pandemi.

Juru Kampanye Urban Greenpeace Muharram Atha Rasyadi mengatakan upaya meminimalkan sampah plastik seharusnya dibarengi dengan regulasi untuk mengurangi produksinya.

Kampanye Urban Greenpeace Muharram Atha Rasyadi

“Reduksi [sampah plastik] ini perlu benar-benar diimplementasikan, mengingat regulasi yang mengatur belum memaksa produsen kebutuhan sehari-hari untuk mengubah kemasannya dengan menghindari plastik sekali pakai,” ujarnya melalui keterangan pers.

Muharram mengatakan upaya pemerintah untuk meminimalkan sampah plastik dengan mengganti materi alternatif plastik dengan bahan yang lebih mudah lebur bukan jawaban tepat.

Pada masa awal corona memuncak, Rosa mengakui sampah masker sekali pakai sempat jadi persoalan. Pasalnya, masker merupakan limbah infeksius sehingga berbahaya jika dibuang sembarangan.

Misalnya Balikpapan (Kalimantan Timur) sebanyak 26,07 ton per hari dan Bogor (Jawa Barat) sebanyak 10 sampai 15 ton per hari. Lalu di Bandung (Jawa Barat) produksi sampah menurun 0,7 persen.

Ia mengatakan untuk menanggulangi hal tersebut, KLHK mengeluarkan Surat Edaran No. 2 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19.

KLHK sendiri belum menyiapkan regulasi mengikat maupun edaran khusus terkait persiapan upaya menekan sampah plastik atau sekali pakai jika aktivitas sosial mulai diperbolehkan di tengah corona.

Namun, Poker Online Indonesia memastikan pihaknya tetap memfokuskan upaya mencapai target pengurangan dan penanganan sampah melalui kampanye dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Peraturan Menteri LHK No. P.75/MENLHK/SETJEN/Kum.1/10/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen.

Permen tersebut mengatur sejumlah upaya yang perlu dilakukan pelaku usaha di bidang manufaktur, jasa makanan dan minuman, serta ritel untuk menekan produksi sampah.

“Kota-kota dengan ciri komuter terjadi penurunan jumlah [produksi sampah] per hari sekitar 10 sampai 15 persen,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, dikutip Senin.

Banyuwangi Berdamai dengan Pandemi Antisipasi Era Normal Baru

Banyuwangi Berdamai dengan Pandemi Antisipasi Era Normal Baru

Banyuwangi Berdamai dengan Pandemi Antisipasi Era Normal Baru

Banyuwangi Berdamai dengan Pandemi Antisipasi Era Normal Baru – Penerapan teknologi informasi membuat penanganan kesejahteraan pandemi dan Banyuwangi relatif tidak terjadi kebingungan. Untuk semua data penduduk secara online melalui sistem cerdas yang dibangun di sekitar Kampung 189 desa dan 28 kelurahan.

“Orang yang tidak menerima bantuan dapat segera melaporkan secara online ketika NIK (nomor identifikasi dari populasi) diverifikasi bantuan dikirim langsung ke pertanyaan,” kata Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi kata Tim Blak detik.com alami pada hari Kamis (5.21 / 2020).

Cerdas kota Sistem yang telah berjalan sejak 2016 juga mendukung pengelolaan pandemi pada umumnya. Sistem ini berisi hampir 300 rumah isolasi di berbagai desa / kelurahan. Warga yang berniat untuk pulang ke rumah dapat mengakses data online untuk isolasi “cadangan” rumah.

“Mengisolasi rumah terhubung ke setiap pusat kesehatan untuk memantau isolasi 14 hari. Pengawasan dilakukan oleh tiga pilar berpartisipasi Desa (pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas)” kata Anas.

Tidak hanya itu. Sistem ini juga telah terdaftar warga yang terkena dampak (pekerja PHK, pekerja informal yang pecah) sehingga akan menjadi tujuan prioritas dari program pemulihan ekonomi. Anas mengatakan ada sekitar 3.500 pelaku pandemi pariwisata yang terkena dampak. Akibatnya, potensi pandangan asli daerah telah berkurang lebih dari 50 persen Daftar Joker123.

Meskipun pandemi telah ada tanda-tanda tertunda Juni sebagai awalnya diharapkan, Anas dorongan orang untuk berdamai dan mempersiapkan hidup normal baru. Dia saat ini sedang mempersiapkan seperangkat aturan untuk kegiatan warga dan pelayanan publik dapat berjalan di tengah-tengah pandemi.

Intinya, kata Anas, protokol kesehatan terus beroperasi secara ketat. Anda harus tetap sadar bahwa virus ini sangat berbahaya bahwa semua tingkat kebutuhan masyarakat harus disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Kami menciptakan sebuah proyek percontohan di dua kota / desa di setiap kabupaten. Ini akan menjadi balapan kami secara bertahap untuk mengikuti arah skema pemerintah pusat dari normal baru,” kata Anas.

keberhasilan pengelolaan pandemi 19 COVID melanjutkan, sejauh mana pemimpin berusaha untuk merangsang dan memobilisasi pelayanan publik garis depan. “Mereka adalah kepala desa, kepala desa dan ketua RT / RW,” katanya.

Pelajari saksi Bupati Blak Abdullah Azwar Anas Banyuwangi franca, “Inovasi dan Era Baru antisipasi normal” di detik.com, Jumat (23/05/2020).

Emisi Karbon di Bulan April Menurun 17% Berkat Karantina Wilayah

Emisi Karbon di Bulan April Menurun 17% Berkat Karantina Wilayah

Emisi Karbon di Bulan April Menurun 17% Berkat Karantina Wilayah

Emisi Karbon di Bulan April Menurun 17% Berkat Karantina Wilayah,- Pandemi COVID-19 sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 4,8 juta orang di dunia dan menewaskan sekitar 319 ribu di antaranya. Untuk mengurangi penyebaran penyakit ini, beberapa negara menerapkan kebijakan karantina wilayah dan pembatasan sosial, yang mengubah kebiasaan miliyaran orang secara dramatis.

Dampaknya, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, Rusia, yang dikenal sebagai penghasil emisi karbon terbesar, kini mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada yang studi yang dipublikasikan di Nature Climate Change, sekelompok peneliti mempelajari bagaimana kebijakan pemerintah saat pandemi COVID-19 telah mengubah penggunaan dan permintaan energi di seluruh dunia.

Emisi Karbon Dioksida Terus Meningkat Sejak Era Industri

“Emisi mengalami penurunan puncaknya pada 7 April. Ada 17% penurunan jika dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun lalu,” kata Dr Pep Canadell, peneliti CSIRO dan direktur Global Carbon Project dalam sebuah pernyataan.

“Dilihat dalam keseluruhan konteks, antara Januari hingga April, terjadi penurunan sebesar 8,6%,” imbuhnya.

Dari total penurunan emisi karbon, kontribusi terbesar berasal dari berkurangnya penggunaan transportasi, yaitu 43%. Negara-negara membutuhkan lebih sedikit daya, sehingga sektor industri juga mengalami penurunan 19%.

Data tersebut berasal dari 69 negara, 50 negara bagian AS, dan 30 provinsi di Tiongkok, serta mewakili 85% populasi global dan 97% emisi CO2 dunia.

Para peneliti menemukan penurunan emisi global 17% pada bulan April dibandingkan tahun lalu, kemungkinan besar karena AS, India, dan Tiongkok melakukan lockdown pada saat yang sama. Rata-rata, emisi harian turun 26% di setiap negara.

Temuan ini semakin menegaskan bahwa melawan perubahan iklim tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu peran pemerintah yang membawa perubahan berarti pada sistem Poker Deposit Pulsa Indosat.

“Sejauh mana para pemimpin dunia mempertimbangkan perubahan iklim ketika merencanakan kebijakan ekonomi pasca COVID-19 akan memengaruhi jalur emisi CO2 global selama beberapa dekade mendatang,” kata Profesor Corinne Le Quéré, pemimpin penelitian dari University of East Anglia.

“Ada peluang untuk membuat perubahan nyata, tahan lama, dan lebih tangguh dalam menghadapi krisis di masa depan. Yakni dengan menerapkan stimulus ekonomi yang juga membantu memenuhi target iklim,” imbuhnya.

Dunia IT Menyumbang Emisi Karbon yang Sangat Besar - Tirto.ID

Investasi pada metode transportasi ramah lingkungan juga terhadap produksi energi, sangat diperlukan agar terjadi pengurangan emisi global secara permanen. Bahkan dengan kondisi tak terduga seperti pandemi, para peneliti mengatakan bahwa hal itu saja tidak cukup memenuhi tujuan Kesepakatan Paris untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5°C.

Untuk mencapai tujuan tersebut, PBB mengatakan kita perlu mengurangi emisi karbon sebesar 7,6 persen setiap tahun hingga dekade berikutnya.

Para peneliti memperkirakan, jika lockdown dicabut pada pertengahan Juni, mungkin akan ada penurunan emisi tahunan hingga 4%. Dan jika karantina wilayah dilakukan sampai akhir tahun, penurunan akan mencapai 7%.

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi

Penambahan Kasus Baru Positif Corona RI Pecahkan Rekor Lagi – Indonesia melaporkan kasus tertinggi, penambahan maksimal 693 kasus. Penambahan ini adalah semua waktu setelah penambahan kasus yang tercatat tertinggi sebanyak 689 kasus Mei 13 lalu.

virus corona, sehingga total kasus di Indonesia COVID-19 saat ini di 19 189 kasus. Sementara jumlah pulih maksimum 4575 kasus dan 1342 kematian Link Alternatif Joker123.

Dikutip dari covid19.go.id, rinci memantau perkembangan kasus virus corona di Indonesia, Rabu (20/05/2020):

1. Jumlah kasus positif meningkat 693 adalah 19.189.

2. Jumlah pasien sembuh meningkat 108 menjadi 4,575.

3. Jumlah pasien meninggal 21 meningkat menjadi 1.242.

Data dicatat akumulasi sampai 12:00 hari ini.

Sebelumnya pada Selasa (2020/05/19), jumlah kumulatif kasus positif berdiri di 18.496, dengan 4.467 dari mereka pulih dan 1.221 meninggal.

Jumlah kasus virus COVID-19 mahkota di Indonesia terus meningkat. Hingga Rabu (20/05/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 19.189 orang.
Covid19.go.id dikutip, jumlah pasien yang sembuh jika telah mencapai 4575 dan meninggal pada 1242.

Berikut adalah rincian dari perkembangan kasus virus corona di Indonesia, Rabu (20/05/2020):

1. Jumlah kasus positif meningkat 693 adalah 19.189.

2. Jumlah pasien sembuh meningkat 108 menjadi 4,575.

3. Jumlah pasien meninggal 21 meningkat menjadi 1.242.

Data dicatat akumulasi sampai 12:00 hari ini.

Sebelumnya pada Selasa (2020/05/19), jumlah kumulatif kasus positif berdiri di 18.496, dengan 4.467 dari mereka pulih dan 1.221 meninggal.

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun

Kelelawar dan Virus Corona Telah Berevolusi Bersama Selama Jutaan Tahun,- Kelelawar memiliki banyak manfaat bagi Bumi, mereka menyerbuki tanaman, memakan serangga pembawa penyakit, serta menyebarkan benih yang membantu regenerasi hutan tropis.

Kelelawar dan sekelompok mamalia lainnya juga merupakan pembawa alami virus corona. Untuk lebih memahami kelompok virus yang sangat beragam ini, termasuk yang menyebabkan COVID-19, para ilmuwan membandingkan perbedaan jenis virus corona yang hidup pada 36 spesies kelelawar, mulai dari bagian barat Samudra Hindia hingga Afrika.

Mereka menemukan bahwa berbagai genus dan keluarga kelelawar, memiliki strain unik dari virus corona itu sendiri. Hasilnya juga mengungkapkan bahwa kelelawar dan virus corona telah berevolusi bersama-sama selama jutaan tahun.

“Kami menemukan bahwa ada sejarah evolusi yang mendalam antara kelelawar dan coronavirus,” kata Steve Goodman, ahli biologi dari Field Chicago Museum sekaligus penyusun studi ini mysmumn.org.

“Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana virus corona berevolusi dapat membantu program kesehatan publik di masa depan,” imbuhnya.

Studi ini diipimpin oleh para ilmuwan dari Université de La Réunion, Léa Joffrin dan Camille Lebarbenchon, yang melakukan analisis genetika di laboratorium, berfokus pada penyakit menular baru yang muncul di pulau di bagian barat Samudra Hindia.

Banyak orang menggunakan “virus corona” sebagai sinonim “COVID-19”. Namun, bagaimana pun juga, ada jenis virus corona yang berbeda-beda, sama seperti banyaknya spesies kelelawar. Beberapa di antaranya masih belum diketahui ada yang dapat menular ke manusia, tapi ada juga yang tidak berbahaya.

Coronavirus dari kelelawar yang dipelajari dalam penelitian ini, berbeda dari yang ada pada COVID-19. Meski begitu, dengan mempelajari tentang coronavirus pada kelelawar secara umum, kita dapat lebih memahami virus yang memengaruhi kita saat ini.

Semua hewan memiliki virus yang hidup di dalam tubuh mereka, dan kelelawar secara alami menjadi pembawa virus corona. Virus-virus ini tidak berbahaya bagi kelelawar. Namun, berpotensi berbahaya jika meloncat ke spesies lainnya.

Studi ini meneliti hubungan genetika antara berbagai jenis virus corona untuk memberi pemahaman yang lebih baik tentang transfer virus dari hewan ke manusia.

Goodman, yang telah tinggal di Madagaskar selama beberapa dekade, mengambil swab dan beberapa kasus sampel darah dari seribu kelelawar yang mewakili 36 spesies di pulau-pulau di Samudra Hindia bagian barat serta wilayah Mozambik. Delapan persen dari kelelawar yang mereka teliti diketahui membawa coronavirus.

“Ini adalah perkiraan yang sangat kasar dari proporsi kelelawar yang terinfeksi. Ada peningkatan bukti untuk variasi musiman dalam sirkulasi virus ini pada kelelawar menunjukkan bahwa jumlahnya dapat sangat beragam dalam setahun,” kata Camille Lebarbenchon, ahli ekologi penyakit di Université de La Réunion.

Ilustrasi virus corona yang menyerang organ tubuh

Para peneliti melakukan analisis genetika dari virus corona yang ada pada kelelawar-kelelawar tersebut. Dengan membandingkan coronavirus yang diisolasi dan diurutkan dalam konteks penelitian ini dengan yang berasal dari mamalia lain termasuk lumba-lumba, alpaca, dan manusia, para peneliti mampu membangun pohon keluarga coronavirus raksasa. Silsilah keluarga ini menunjukkan bagaimana berbagai jenis virus corona saling berhubungan satu sama lain.

“Kami menemukan bahwa masing-masing genera dari keluarga kelelawar yang memiliki virus corona, punya strain-nya sendiri,” kata Goodman.

Sebagai contoh, kelelawar pemakan buah dari keluarga Pteropodidae yang membentuk kelompok sendiri di pohon mereka, secara genetika memiliki jenis virus corona yang berbeda dari grup kelelawar lain, meski ditemukan di zona geografis yang sama Daftar Poker Online Indonesia.

“Meksi begitu, berdasarkan sejarah evolusi dari kelompok kelelawar yang berbeda, jelas bahwa ada koeksistensi yang mendalam antara kelelawar (pada tingkat genus dan keluarga) dan virus corona,” ungkap Goodman.

Mempelajari bagaimana berbagai jenis virus corona berevolusi bisa menjadi kunci untuk mencegah wabah di masa depan. “Sebelum benar-benar menyusun program kesehatan yang mencoba menangani kasus penularan penyakit dari hewan ke manusia, atau sebaliknya, Anda perlu tahu dulu virus apa saja yang ada di luar sana. Ini semacam cetak biru,” paparnya.

Goodman menambahkan, studi ini menyoroti pentingnya koleksi museum. Para peneliti menggunakan spesimen kelelawar yang disimpan di Field Museum untuk mengonfirmasi identitas hewan yang terlibat dalam studi ini. Spesimen-spesimen tersebut membantu meyakinkan mereka kelelawar dari geografis mana saja yang memiliki virus corona.

Terlepas dari kenyataan bahwa kelelawar membawa virus corona. Goodman menekankan, kita tidak seharusnya merespons dengan melukai atau memusnahkan kelelawar atas nama kesehatan manusia.

“Ada banyak bukti bahwa kelelawar penting bagi ekosistem. Apakah itu untuk penyerbukan bunga, penyebaran buah-buahan, atau mengonsumsi serangga (terutama yang bertanggung jawab atas penularan berbagai penyakit kepada manusia,” katanya.

“Manfaat yang mereka berikan untuk kita, melebihi potensi negatif apa pun,” pungkas Goodman.

PMI Terima Sumbangan 2.450 Paket Sembako dari Produsen Smartphone

PMI Terima Sumbangan 2.450 Paket Sembako dari Produsen Smartphone

PMI Terima Sumbangan 2.450 Paket Sembako dari Produsen Smartphone

PMI Terima Sumbangan 2.450 Paket Sembako dari Produsen Smartphone – Palang Merah Indonesia (PMI) menerima bantuan makanan dari produsen smartphone, Vivo Indonesia, bagi warga yang terkena dampak COVID-19. Sebanyak 2.450 paket makanan untuk didistribusikan ke beberapa titik COVID darurat-19.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Senior PR Manager Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti Palang Merah Ketua Jusuf Kalla Indonesia (JK) di Markas Pusat, Jakarta.

Menurut Tyas, atau makanan pokok adalah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Aku berusaha untuk mencapai masyarakat yang lebih dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Inisiatif ini juga merupakan cara untuk program dukungan COVID-19 darurat oleh PMI, yang hingga kini sangat cepat kebutuhan yang berbeda dari orang-orang di berbagai daerah di Indonesia dukungan. Baik berupa bantuan medis untuk bahan makanan mereka adalah pokok dari orang-orang kami di tengah-tengah pandemi saat ini, “katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (2020/05/19).

Disajikan sebagai kelanjutan dari program bersama untuk Indonesia, yang dirilis pada bulan April, Vivo semangat untuk berkolaborasi dengan PMI untuk mencapai penerima manfaat Download Joker123.

“Kami berterima kasih kepada Palang Merah untuk membantu kita menyadari inisiatif ini. Saya berharap itu bukan bagaimana dukungan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita dalam situasi ketidakpastian,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Palang Merah, Sudirman Said mengatakan bahwa sampai saat ini, PMI telah mencapai lebih dari 27 juta penerima manfaat, atau penerima manfaat dalam distribusi logistik peralatan seperti alat pelindung diri desinfeksi.

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan

Lihat Lagi Antivirus Corona Buatan RI yang Sudah Dipatenkan – Produk antivirus berdasarkan Corona penting untuk tanaman (kayu putih) secara resmi dipatenkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dari Departemen Pertanian (Deptan). Produk ini telah bekerja sama dengan PT Indo Pharma Elang (Cap Lang) yang dipasarkan untuk masyarakat umum.

“Saya sangat berterima kasih PT Elang Indo Pharma dapat membantu kita sama-sama, tentu saja, jadi yang tersedia di masyarakat,” kata kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam menandatangani lisensi terkait kerjasama antivirus berbasis Formula esensi eucalyptus, Senin (18/05/2020).

Menurut Fadjry karena proses hanya membuktikan, produk ini telah menerima umpan balik positif dari berbagai pihak. Fadjry mengaku memiliki banyak permintaan dari masyarakat pada produk ini.

“Permintaan cukup banyak seluruh gubernur nelfon saya, semua menteri juga telah menelepon, meminta semua ini, tetapi produk ini belum tersedia, kita masih membuat manual,” katanya.

Untuk tujuan ini, bekerja sama dengan Cap Lang diharapkan dapat mempercepat produksi massal dari produk antivirus ketiga untuk memenuhi permintaan masyarakat Judi Casino Online Android.

“Harapan saya adalah bahwa kita akan mencoba untuk membantu Anda nanti bagaimana ini bisa terdaftar dengan cepat mendorong ke teman Elang PT Indo Pharma dapat menghasilkan cepat juga. Jadi setidaknya kami juga dapat berkontribusi untuk penekanan penyebaran COVID-19,” tambahnya.

Sebelum dipatenkan Fadjry menjelaskan bahwa berbagai jenis tanaman yang diuji, tanaman Euchalyptus atau minyak esensial yang mengandung senyawa aktif 1,8-cineole (ekaliptol) dianggap yang menekan paling mencolok pertumbuhan berbagai jenis virus influenza, termasuk Corona. Berdasarkan tes laboratorium Penelitian dan Pengembangan, virus influenza mampu membunuh virus kayu putih, beta dan gamma virus corona di kisaran 80-100%.

“Dari sekian banyak herbal kami mencoba, minyak esensial (kayu putih) memiliki potensi yang sangat besar, lebih mungkin untuk menekan pertumbuhan virus corona,” katanya kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam konferensi berjudul Peluncuran berdasarkan Corona Anti virus Euchalyptus Jumat (8/5/2020).

Ketiga produk yang telah dipatenkan akan diproduksi dalam bentuk mesin diffuser biasa inhaler, salep atau minyak tetes dapat menetes, untuk virus kalung Corona.

“Kami akan sangat memperluas, ada bentuk-bentuk inhaler, roll on, minyak diffuser dan balsam,” lanjutnya.

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi

Uji Bom Nuklir Selama Perang Dingin Memengaruhi Curah Hujan di Bumi,- Menurut sebuah studi terbaru, uji bom nuklir yang dilakukan saat Perang Dingin menyebabkan peningkatan curah hujan dalam dua tahun. Ini terjadi di hingga ribuan mil jauhnya dari pusat peledakan.

Lebih dari setengah abad lalu, ‘perlombaan’ senjata nuklir meningkat saat negara-negara di dunia bersitegang akibat Perang Dunia II. Kemudian, selama Perang Dingin pada 1950 hingga 1960-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan uji coba nuklir di beberapa tempat di dunia, mulai dari Pasifik Selatan hingga gurun pasir di Amerika Barat Daya.

Situs-situs pengujian tersebut masih menanggung akibatnya hingga sekarang dan beberapa area memiliki radiasi yang tinggi sehingga tidak bisa ditinggali sama sekali. Namun, dampaknya tidak hanya itu saja. Antara 1962 hingga 1964, diketahui bahwa polusi radioaktif menyebar ke seluruh atmosfer, mengionisasi udara dan melepaskan muatan listrik yang mengubah pola curah hujan.

Meninjau catatan sejarah antara 1962 hingga 1964 dari dua stasiun cuaca di Inggris, para peneliti dari University of Reading menjelaskan bagaimana muatan listrik sebagai hasil dari radiasi uji ledakan dapat memengaruhi awan hujan saat itu.

Dipublikasikan pada jurnal Physical Review Letters, para peneliti menyatakan bahwa awan tampak lebih tebal dan curah hujan 24% lebih banyak saat tingkat radioaktif tinggi IDN Poker 88 Online.

“Dengan mempelajari radioaktif yang dilepaskan dari uji senjata selama Perang Dingin, para ilmuwan saat itu menemukan pola sirkulasi atmosfer. Kini, kami menggunakan lagi data tersebut untuk mengetahui dampaknya pada curah hujan,” kata Giles Harrison, pemimpin penelitian sekaligus Professor od Atmospheric Pysics di University of Reading.

“Perang Dingin yang bermuatan politik memicu perlombaan senjata nuklir dan menimbulkan kegelisahan di seluruh dunia. Namun, beberapa dekade kemudian, uji bom nuklir tersebut menjadi cara untuk mengetahui bagaimana muatan listrik dapat memengaruhi hujan,” tambahnya.

Diduga muatan listrik dapat mengubah bagaimana tetesan air di awan bertabrakan dan menyatu, yang kemudian memengaruhi ukuran dan curah hujan. Hujan yang dihasilkan awan bergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat kondensasi dan seberapa cepat tetesan air dapat memperoleh massa–membuat mereka cukup berat untuk jatuh ke permukaan.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa temuan mereka mungkin bermanfaat untuk penelitian geoengineering. Menentukan bagaimana muatan listrik mungkin berperan dalam memengaruhi hujan, kemudian berpotensi mengurangi kekeringan atau mungkin mencegah banjir.

Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup

Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup

Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup

Polda Jabar Back-Up Penyelidikan Kasus Perempuan Terbakar Hidup-hidup – Polisi Satuan Reserse Kriminal Sukabumi masih bekerja keras untuk kasus Mengungkap pembakaran wanita tanpa identitas akhirnya meninggal setelah dirawat satu hari.

Polisi Kriminal terlihat Sukabumi Maolana AKP mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait dengan itu.

“Kami telah mendukung tim Jawa Barat Polisi Resmob, kami masih menyelidiki,” kata Mapolres Maolana di Sukabumi, Sabtu (2020/05/16).

Terkait dengan otopsi korban, Maolana dikonfirmasi. “Kami akan melakukan otopsi untuk menentukan penyebab dari insiden itu,” tambahnya Daftar Joker123.

Tidak ada temuan pencarian baru tetsebut kasus, Maolana meminta media untuk menunggu hasil penyelidikan selesai berhubungan. “Kesabaran, kami berharap hasil penyelidikan dan otopsi” telah menyimpulkan.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar wanita itu mendengar teriakan minta tolong. Dia mengeluh sakit ketika ia menceritakan peristiwa yang terjadi pada warga juga mengaku dibakar menggunakan bensin. Ada terlihat dalam kendaraan polisi video yang patroli di tempat kejadian.

“Oh, tolong, tolong, Tuhan, dibakar bensin,” kata korban dalam video, seperti yang terlihat oleh AFP, Jumat (15/05/2020).

Wanita yang dibakar hidup-hidup di kota Sukabumi akhirnya meninggal pada Sabtu (16/05/2020) sekitar pukul 21:21. Sampai kematiannya untuk mengumpulkan status Anda tidak diketahui.

Presiden Informasi dan Pengaduan Manajemen Rumah Sakit R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf mengatakan pengamatan Gina dibuat sejauh ini, tim medis tidak menemukan tanda-tanda khusus seperti tato atau tanda lain pada tubuh. Ada hanya sifat umum adalah keselurhan, apa-apa?

“Tinggi badan 150 sentimeter tahun tidak dapat ditentukan tetapi diperkirakan 30 tahun, kulit lebih jelas, lurus hitam gondrong rambut, sebahu. Sejauh ini belum ada masyarakat atau keluarga korban yang datang ke rumah sakit, “kata Joseph.

Joseph menegaskan bahwa sudah menyediakan perawatan medis intensif korban. Tapi takdir berkata lain.