Fakta Sains Tentang Cairan Tubuh Manusia MenJadi Penopang Hidup

Fakta Sains Tentang Cairan Tubuh Manusia MenJadi Penopang Hidup

Fakta Sains Tentang Cairan Tubuh Manusia MenJadi Penopang Hidup – Cairan tubuh adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Cairan tubuh merupakan komponen penting bagi fluida ekstraselular, termasuk plasma darah dan fluida transelular.

Cairan tubuh dapat ditemukan pada spasi jaringan. Manusia merupakan organisme biologis yang selalu membutuhkan air atau cairan sebagai penopang utama kehidupannya. Sciencing dalam lamannya menjelaskan bahwa semua makhluk hidup biologis pada dasarnya membutuhkan air sebagai bagian dari respirasi tubuh akan oksigen.

Jadi, air dan oksigen selalu berkaitan satu sama lain dan tak bisa dipisahkan. Nah, ada beberapa fakta download idn poker android sains mengenai cairan tubuh manusia yang bisa menambah wawasan kamu di bidang biologi.

1. Komposisi air atau cairan dalam tubuh manusia

Jadi Mayoritas Penopang Hidup, Ini 5 Fakta Sains Cairan Tubuh Manusia

Berapa tepatnya komposisi air atau cairan dalam tubuh manusia? Medical News Today dalam lamannya mencatat bahwa persentase jumlah air atau cairan pada tubuh manusia bisa bervariasi tergantung dari kondisinya. Namun, jika disimpulkan ke dalam angka, maka jumlah air di dalam tubuh manusia seharusnya mencapai 60 – 70 persen.

Bayi memiliki kandungan air yang tinggi di dalam tubuhnya dibandingkan dengan orang yang telah berusia lanjut. Selain itu, orang yang memiliki kandungan lemak berlebih, biasanya justru tidak memiliki kandungan air yang banyak dalam tubuh mereka. Itu sebabnya jaringan lemak pada tubuh manusia mengandung lebih sedikit air ketimbang jaringan otot.

Bersumber dari The National Academic Press, jumlah atau komposisi cairan dalam tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian, yakni:

  • Pria dengan usia 12 – 18 tahun memiliki kandungan cairan tubuh sebanyak 52 – 66 persen. Pada wanita dalam rentang usia ini memiliki kandungan cairan 49 – 63 persen.
  • Pria dengan usia 19 – 50 tahun memiliki kandungan cairan tubuh sebanyak 43 – 73 persen. Sedangkan, wanita pada rentang usia ini memiliki 41 – 60 persen kandungan air dalam tubuhnya.
  • Pria di atas 50 tahun memiliki kandungan cairan tubuh sebanyak 47 – 67 persen. Wanita di atas 50 tahun memiliki 39 – 57 persen.
  • Pada bayi yang baru lahir hingga 6 bulan, kandungan air bisa mencapai 64 – 84 persen. Kandungan rata-rata air dalam tubuh bayi akan sedikit berkurang menyesuaikan dengan perkembangan fisiknya, hingga akhirnya mencapai 60 persen jumlah air secara rata-rata.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa kandungan air dalam tubuh manusia itu berbeda-beda, bahkan hal tersebut adalah normal. Kandungan cairan pada tubuh bayi tentu saja lebih banyak secara persentase jika dibandingkan dengan kandungan air pada tubuh manusia dewasa.

2. Kandungan cairan terbanyak ada pada otak, jantung, paru-paru, dan ginjal

Jadi Mayoritas Penopang Hidup, Ini 5 Fakta Sains Cairan Tubuh Manusia

Menurut Dr. Jeffrey Utz, ahli saraf sekaligus ahli pediatri dari Universitas Allegheny, Amerika Serikat, jumlah air pada jaringan lemak memang lebih sedikit ketimbang pada jaringan lainnya. Itu sebabnya, ada beberapa bagian tubuh yang memiliki kandungan air yang lebih banyak daripada organ tubuh lainnya.

Nah, menurut The Journal of Biological Chemistry, jumlah cairan dalam otak dan jantung mencapai 73 persen dari total kapasitas organ-organ tersebut. Sedangkan, paru-paru terdiri dari 83 persen cairan. Bagaimana dengan ginjal? Rupanya, organ tubuh yang bertugas sebagai penyaring darah tersebut terdiri dari 79 persen air dari kapasitas organ. Uniknya, tulang manusia juga terdiri dari air, yakni sebanyak 31 persen.

Fakta ini sekaligus mengungkap bagaimana pentingnya cairan dalam tubuh manusia, terutama dalam organ-organ penting seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan bahkan tulang. Jika organ-organ tersebut kekurangan cairan, kandungan oksigen juga akan berkurang dan akan menyebabkan kegagalan fungsi organ.

3. Beberapa jenis cairan tubuh manusia

Jadi Mayoritas Penopang Hidup, Ini 5 Fakta Sains Cairan Tubuh Manusia

Ada beberapa jenis cairan tubuh manusia yang semua keberadaannya sangat penting bagi kehidupan biologis manusia itu sendiri. Dilansir dalam The Conversation, beberapa jenis cairan dalam tubuh manusia adalah darah; empedu; lendir; urine; nanah; cairan mani; air liur; keringat; air mata; dan beberapa cairan minor lainnya.

Tidak bisa dibayangkan jika manusia tidak memiliki cairan-cairan tersebut dalam tubuhnya. Bahkan, beberapa cairan merupakan hal mutlak yang wajib ada karena tanpa itu, manusia bisa mati. Masing-masing dari cairan tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Dalam kondisi tertentu, cairan juga bisa berguna untuk membersihkan tubuh dari racun melalui cairan muntah.

4. Tubuh biologis adalah “mesin” paling efektif dan efisien yang berbahan bakar air dan oksigen

Jadi Mayoritas Penopang Hidup, Ini 5 Fakta Sains Cairan Tubuh Manusia

Organisme biologis memiliki tubuh layaknya mesin dan pabrik yang sangat kompleks dan canggih. Tubuh manusia juga mampu bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhannya. Sebuah jurnal sains berjudul Thoughts on the Human Body yang diterbitkan dalam laman NCBI, mengungkap bahwa setiap bagian organ dan tubuh manusia, memiliki kerumitan dan cara kerja yang luar biasa canggih, jauh melampaui teknologi terhebat buatan manusia.

Namun, untuk menjaga “mesin” ini supaya tetap bekerja dengan baik, asupan bahan bakar dan perawatan tubuh wajib dilakukan. Nah, uniknya, bahan bakar “mesin” supercanggih atau tubuh kita ini tidaklah mahal, lho. Selain nutrisi harian, tubuh membutuhkan cukup air dan oksigen untuk menggerakkan sistem kinerja dari seluruh organ-organ tubuh yang ada.

Jika kekurangan air atau oksigen, tubuh akan mengeluarkan alarm sebagai pertanda bahwa “mesin” kekurangan bahan bakar. Dalam takaran minimal, tubuh akan merasa haus jika membutuhkan air. Jika sudah agak berat, alarm akan mencapai ke kepala, yakni perasaan pusing akibat kekurangan cairan dan oksigen. Nah, tentunya kamu mau selalu sehat, kan? Jaga supaya jangan sampai tubuhmu kekurangan cairan!

5. Jumlah konsumsi air atau cairan yang tepat bagi tubuh

Jadi Mayoritas Penopang Hidup, Ini 5 Fakta Sains Cairan Tubuh Manusia

Bagaimana, sih cara tepat mengonsumsi air? Apakah harus minum air putih sebanyak-banyaknya? Rupanya, anggapan meminum air putih sebanyak-banyaknya adalah pernyataan yang menyesatkan. Pasalnya, kebutuhan air dari masing-masing orang sangatlah berbeda-beda. Konsumsi air pada ginjal yang normal tidak bisa disamakan dengan ginjal yang bermasalah.

Laman medis Mayo Clinic menyarankan konsumsi air yang memadai (dalam kondisi normal) adalah 3,7 liter per hari untuk pria dan 2,7 liter per hari untuk wanita. Angka ini sudah termasuk jumlah total dari air dan cairan makanan. Namun, angka ini bukanlah angka mutlak karena kebutuhan air pada masing-masing orang bisa berbeda. Seorang atlet aktif, misalnya, pastinya membutuhkan air yang banyak untuk mengganti cairan keringat yang hilang.

Perlu di ingat juga bahwa setiap makanan yang kita makan juga sudah mengandung air. Faktanya, sekitar 20 persen cairan tubuh di hasilkan dari air yang terkandung dalam makanan yang di makan sehari-hari. Beberapa kondisi yang membutuhkan pengawasan dalam konsumsi air adalah kondisi medis tertentu, misalnya sakit ginjal dan diabetes.

Jadi, untuk menjaga kesehatanmu, konsumsilah air dengan normal dan wajar. Jika mengalami kondisi-kondisi medis tertentu, kamu wajib berkonsultasi dengan dokter karena bisa saja dengan kondisi medis tersebut, kamu justru tidak di perbolehkan mengonsumsi air secara berlebihan.

Itulah beberapa fakta sains mengenai cairan tubuh manusia, bahan bakar yang menopang kehidupan biologis organisme. Yuk, sama-sama jaga kesehatan dengan mengonsumsi air secara tepat dan benar.