Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi – Psikologi adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Seseorang yang melakukan praktik psikologis disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang melalui intervensi tertentu baik pada fungsi mental, perilaku individu maupun kelompok, yang didasari atas proses fisiologis, neurologis, dan psikososial.

Akhir-akhir ini, marak terjadi kasus pelecehan seksual yang berkedok penelitian ilmiah psikologi. Penelitian yang seharusnya bertujuan untuk pengembangan keilmuan justru di salahgunakan demi kepuasan pribadi. Hal ini juga di perparah dengan literasi minim pada masyarakat mengenai prosedur pelaksanaan penelitian psikologi, sehingga penelitian psikologi yang tidak dapat di pertanggungjawabkan tetap mendapat respon positif dari masyarakat.

Prosedur penelitian psikologi yang baik telah di atur oleh Himpunan Psikologi Indonesia melalui Aplikasi IDN Poker Kode Etik Psikologi Indonesia. Hal utama dari prosedur tersebut adalah adanya ‘informed consent’ dari peneliti kepada subjek penelitian yang berisi gambaran penelitian yang akan di lakukan. Sehingga, keterlibatan subjek dalam penelitian adalah berdasarkan kesadaran, kebersediaan, dan komitmen untuk menjalani setiap prosedur dengan bersungguh-sungguh. Dengan kata lain, tidak ada unsur paksaan dalam setiap penelitian psikologi.

1. Kenali identitas peneliti yang bertanggung jawab

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Setiap subjek penelitian berhak mengenali identitas peneliti maupun instansi yang bertanggung jawab atas penelitian tersebut. Informasi yang di perlukan untuk mengenali penanggung jawab penelitian, berupa nama peneliti, afiliasi (instansi terkait), status peneliti (misal: mahasiswa, dosen, dsb), aktivitas peneliti (misal: mahasiswa semester 7 yang sedang mengambil skripsi), serta kontak aktif yang dapat di hubungi (nomor handphone dan email).

Subjek penelitian juga dapat melakukan pengecekan kebenaran data atas peneliti, dengan cara mencari informasi ke instansi terkait, mencoba menghubungi kontak yang di cantumkan, dst. Biasanya, penelitian psikologi yang di laksanakan di dalam kampus (misal: laboratorium fakultas) peneliti telah dengan sendirinya mengkonfirmasi kebenaran data peneliti.

2. Ketahui tujuan penelitian

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Penulis perlu menjelaskan tujuan penelitian kepada subjek penelitian sesuai dengan prosedur penelitian yang di lakukan. Hal ini bertujuan agar dapat membantu subjek penelitian untuk memahami apa yang ia lakukan.

Apabila dalam kondisi tertentu, penyebutan tujuan penelitian akan memengaruhi performa subjek penelitian sehingga mengganggu hasil penelitian. Biasanya peneliti akan memberikan gambaran tujuan penelitian secara umum di awal prosedur, kemudian menjelaskan tujuan penelitian secara spesifik setelah prosedur penelitian selesai, yang di sebut dengan proses ‘debriefing‘.

3. Kamu dapat menolak menjadi subjek penelitian bila tidak berkenan

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Proses kesepakatan untuk menjadi subjek penelitian di laksanakan berdasarkan kebersediaan dan kerelaan subjek penelitian. Setelah mengetahui informasi-informasi dasar mengenai gambaran penelitian, subjek dapat mempertimbangkan kesediaannya untuk terlibat dalam proses penelitian.

Jadi, peneliti tidak boleh memaksakan seseorang untuk menjadi subjek penelitian, dan subjek penelitian dapat mengkomunikasikan kebersediaan ataupun ketidakbersediaannya pada peneliti dengan baik.

Selain itu, peneliti juga memberi kesempatan kepada subjek penelitian apabila tidak lagi berkenan melanjutkan penelitian saat penelitian berlangsung, yakni dengan menyampaikan konsekuensi yang mungkin timbul apabila subjek penelitian berhenti di tengah jalan terlebih dahulu kepada subjek penelitian.

4. Ketahui prosedur penelitian yang di lakukan

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Subjek penelitian dapat mengetahui informasi mengenai waktu yang di perlukan dalam proses penelitian serta langkah-langkah yang harus di laksanakan oleh subjek penelitian. Dengan demikian, subjek penelitian dapat menjalankan setiap prosedur penelitian dengan baik dan optimal.

5. Ketahui risiko yang mungkin timbul dari penelitian serta antisipasinya

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Subjek penelitian perlu mengetahui risiko yang mungkin timbul dari proses penelitian. Adapun risiko yang timbul sebenarnya dapat di katakan tidak berbahaya, karena penelitian psikologi yang baik semestinya telah mendapatkan izin dari komite etik instansi terkait atau semacamnya, sehingga pihak peneliti akan mengusahakan bahwa risiko yang timbul tidak akan membahayakan subjek penelitian.

Peneliti juga mempersiapkan antisipasi dari risiko yang mungkin timbul tersebut. Misalkan, sebuah penelitian eksperimen psikologi memerlukan waktu 3 jam dengan tingkat fokus yang tinggi, sehingga hal tersebut akan membuat subjek merasa lelah dan lapar.

Peneliti kemudian mempersiapkan makanan bagi subjek penelitian setelah penelitian berakhir untuk menghilangkan rasa lelah dan lapar yang timbul dari proses penelitian.

6. Ketahui keuntungan yang kamu dapat dengan menjadi subjek penelitian

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Subjek penelitian dapat memastikan keuntungan yang akan di dapat melalui keikutsertaannya dalam suatu penelitian psikologi. Adapun bentuk keuntungan atau insentif dapat beragam, seperti makanan, uang, barang tertentu, maupun keuntungan yang tidak bersifat materi, misalkan pengetahuan dan pengalaman baru, kepuasan membantu peneliti, dsb.

7. Pastikan peneliti menjamin kerahasiaan informasi subjek

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui saat Menjadi Subjek Penelitian Psikologi

Informasi terkait subjek penelitian yang di dapat oleh peneliti melalui penelitian psikologi hanya boleh di gunakan untuk kepentingan pengembangan keilmuan. Sehingga tidak dapat di gunakan untuk kepuasan pribadi. Apalagi di sebarkan ke khalayak yang kemudian dapat mengancam keamanan privasi subjek penelitian.

Subjek penelitian dapat memastikan komitmen penjagaan kerahasiaan informasi atas dirinya melalui ‘informed consent‘ yang di berikan di awal proses penelitian.