Berikut Penjelasan Mengenai Memahami Mutasi Makhluk Hidup

Berikut Penjelasan Mengenai Memahami Mutasi Makhluk Hidup – Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf tingkatan gen maupun pada tingkat kromosom. Perubahan Mutasi pada tingkat gen disebut mutasi titik, sedangkan mutasi pada kromosomal biasanya disebut aberasi. Dan Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Biasanya Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu.

Pada Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya, radioaktif, sinar ultraviolet, sinar X, serta loncatan energi listrik seperti petir. Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau “wild type”).

Dalam dunia biologi, kamu pastinya sering mendengar kata “mutasi” yang bahkan juga sering digunakan di dalam dunia perfilman Hollywood yang mengambil latar cerita aplikasi idn poker wabah zombie atau superhero. Nah, sebetulnya apa, sih yang dimaksud dengan mutasi itu? Bagaimana kaitannya dengan tubuh organisme?

1. Pengertian mutasi

Fakta Sains: Memahami Mutasi Makhluk Hidup, Ini 5 Penjelasannya

Melansir laman National Human Genome Research Institute, mutasi bisa diartikan sebagai perubahan urutan DNA yang disebabkan oleh kesalahan penyalinan DNA itu sendiri. Nah, kesalahan penyalinan DNA ini bisa diakibatkan oleh beberapa hal, misalnya paparan radiasi, pembelahan sel yang tak terkontrol, atau di sebabkan oleh virus.

Jadi, mutasi tidak harus terjadi secara ekstrem seperti di film-film Hollywood. Seorang ahli DNA, Francis S. Collins, M.D., Ph.D., menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang mayoritas terjadi secara sederhana. Proses penyalinan DNA yang tidak sempurna merupakan mutasi paling banyak dialami oleh organisme, termasuk manusia.

So, mutasi dalam batas normal adalah hal yang bisa terjadi oleh siapa pun karena itu merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, ada beberapa mutasi berbahaya yang terjadi akibat paparan radiasi, virus, dan pembelahan sel tak terkontrol. Mutasi berbahaya juga bisa menyebabkan kanker atau cacat bawaan sejak lahir.

2. Beberapa jenis mutasi

Fakta Sains: Memahami Mutasi Makhluk Hidup, Ini 5 Penjelasannya

Ada beberapa jenis mutasi menurut sains. Mutasi – pada dasarnya – kebanyakan tidak menimbulkan dampak masif bagi tubuh. Namun, dalam kasus-kasus tertentu mutasi bisa bersifat mengubah secara ekstrem dan bahkan merusak sel atau jaringan hidup.

Nah, menurut California State University, beberapa tipe atau jenis mutasi, di antaranya:

  1. Substitusi, yakni mutasi yang paling sering terjadi di dalam tubuh organisme biologis. Mutasi ini memiliki dua jenis, yaitu:
    • Transisi, merupakan mutasi yang terjadi akibat basa purin tersubstitusi oleh basa purin lainnya, atau basa pirimidin tersubstitusi dengan basa pirimidin lainnya.
    • Transversi, merupakan mutasi akibat basa purin tersubstitusi oleh basa primidin.
  2. Delesi, yakni hilangnya beberapa basa nitrogen dalam segmen DNA.
  3. Insersi, yakni terjadinya pertambahan basa nitrogen dalam segmen DNA.

Ketiga jenis mutasi di atas merupakan jenis mutasi yang umum terjadi. Ada beberapa jenis mutasi lainnya, seperti duplikasi, inversi, dan translokasi. Namun, ketiga jenis ini bisa dimasukkan sebagai subbagian dari tiga jenis utama mutasi.

Oh ya, basa purin dan basa pirimidin, secara sederhana, bisa di artikan sebagai bagian dalam DNA dan RNA yang memiliki tugasnya masing-masing dalam untaian DNA, sehingga fungsinya tidak bisa saling menggantikan.

3. Bagaimana kaitan mutasi dengan evolusi?

Fakta Sains: Memahami Mutasi Makhluk Hidup, Ini 5 Penjelasannya

Apakah mutasi sama dengan evolusi? Secara mendasar bisa di katakan bahwa keduanya berbeda. Namun, untuk menjawabnya dengan gamblang, di butuhkan metode riset yang lama dan mendalam. Faktanya, mutasi merupakan bagian tak terpisahkan dari evolusi.

Salah satu studi berjudul Mutation – The Engine of Evolution: Studying Mutation and Its Role in the Evolution of Bacteria yang diterbitkan dalam laman NCBI pada 2015 lalu berusaha menjawab bagaimana mekanisme alam ini bekerja. Dalam studinya, pakar biologi menjelaskan bagaimana mutasi bekerja sebagai bagian dari kerangka evolusi pada tiap-tiap organisme.

Dengan kata lain, mutasi menjadi mesin penggerak dari evolusi dan memiliki tugas yang berbeda dengan evolusi secara konseptual. Mutasi adalah bagian spesifik yang akan menghasilkan variasi genetik pada tiap-tiap subspesies yang berbeda. Itu sebabnya ada banyak spesies organisme yang sama, namun di bedakan pada subspesiesnya karena memiliki perbedaan karakter secara minor.

Jadi, menjawab pertanyaan apakah mutasi sama dengan evolusi? Membandingkan keduanya ibarat membandingkan jeruk dan apel karena bagaimana pun mutasi merupakan bagian dari evolusi, meskipun secara konsep keduanya berbeda. Secara sederhana, mutasi bisa di anggap sebagai salah satu “mesin” untuk menggerakkan evolusi secara keseluruhan.

4. Penyakit berbahaya yang di timbulkan akibat mutasi

Fakta Sains: Memahami Mutasi Makhluk Hidup, Ini 5 Penjelasannya

Tak bisa di sangkal bahwa mutasi juga bisa menyebabkan beberapa kerusakan parah pada DNA dan sel hidup dalam tubuh organisme. Kanker adalah salah satu penyakit ganas yang terjadi akibat mutasi. Seperti di jelaskan dalam laman Cancer, mutasi merupakan penyebab kanker yang paling umum dan sering terjadi.

Mutasi dalam hal ini terjadi dan di tandai dengan pembelahan sel secara masif tanpa terkontrol. Pembelahan sel yang tak terkontrol akan menyebabkan munculnya tumor dan sebagiannya bisa mengarah pada keganasan. Mutasi jenis ini juga bisa bersifat bawaan genetik, artinya bisa di turunkan dari satu generasi ke genarasi di bawahnya.

Penyebabnya sangat beragam dan bahkan ada di sekitar kita. Misalnya asap rokok, zat-zat yang mengandung karsinogenik, radiasi ultraviolet dari sinar Matahari, dan bisa juga akibat virus. Salah satu virus berbahaya yang bisa menyebabkan kanker serviks adalah HPV atau human papillomavirus.

5. Apakah mutasi bisa di cegah? Pertanyaan ini sekaligus membuka jalan panjang di dunia medis masa depan

Fakta Sains: Memahami Mutasi Makhluk Hidup, Ini 5 Penjelasannya

Sayangnya, mutasi gen merupakan sesuatu yang tidak bisa di cegah. Namun, khusus untuk mutasi yang tidak bersifat bawaan , probabilitasnya bisa di kurangi dengan cara menerapkan hidup sehat. Sedangkan, pada mutasi genetik yang bersifat bawaan, tidak ada banyak hal yang bisa di lakukan untuk mencegahnya.

Kita bisa mengurangi paparan radiasi dari lingkungan. Kita juga bisa menghindar dari paparan asap rokok. Cara-cara sederhana ini merupakan cara simpel untuk mengurangi kemungkinan manusia terkena penyakit akibat mutasi, seperti kanker. Untuk mutasi genetik dari bawaan (garis keturunan) sayangnya saat ini masih belum bisa di cegah.

Tapi uniknya, ilmuwan dan ahli menyatakan bahwa di masa depan mungkin saja mutasi genetik bawaan bisa di cegah, seperti di catat dalam laman Harvard. Sebuah tim peneliti dari Institut Biologi Universitas Harvard mulai melakukan studi mendalam mengenai hal ini. Menurut klaim mereka, beberapa langkah awal sudah di capai dan di gadang-gadang sebagai metode medis futuristik di masa depan.

Yup, ilmuwan sudah mulai melakukan rekayasa genetika yang berhubungan dengan genom dan di harapkan di masa depan mereka bisa menciptakan enzim atau zat tertentu yang bisa menghambat atau mencegah mutasi. Jika mutasi bawaan tidak ada, maka pembelahan DNA yang merugikan juga tidak ada. Artinya, jika mereka sukses, maka di masa depan tidak ada lagi kanker atau penyakit akibat bawaan genetik.

Itulah beberapa penjelasan singkat tentang mutasi. Ternyata mutasi itu sangat kompleks dan bisa terjadi dalam tubuh semua organisme hidup